
Sesudah para pengikutnya menjadi manusia biasa seperti dirinya.Li Bing Han mengizinkan mereka untuk menyantap makanan sederhana dan juga minuman yang sederhana pula namun mereka itu sangat bahagia karena kebersamaan di dalam kekeluargaan yang menyenangkan.
" Rasa bakpao dan mantao sangat lezat." Puji Le Le yang menghabiskan tiga butir bakpao isi ikan dan dua butir mandao
" Aku lebih menyukai bakpao isi daging merah dan sayuran hijau." Kata Chen Chen melahap bakpao tanpa henti.
" Aku tak menyukai daging cincang di dalam kue kepal ku." Kata Yeti yang menyebut bakpao nya di genggammnya dengan nama kue kepal nya.
" Nama makanan mu itu adalah bakpao bukan kue kepal ," Kata Zhao Ling Er berkali -kali menjelaskan kepada Yeti yang duduk di kursi kayu di sebelah kanan anak perempuan cantik itu.
" Adakah bakpao isi kacang merah atau isi buah durian ?" Tanya Lai Zhan Er memilah bakpao yang berada di mangkuk di atas meja kayu dengan jari -jari runcing dan lembutnya itu.
" Sayangnya tak ada bakpao isi kacang merah dan isi buah durian yang kamu sukai itu ,Kakak Zhan Er, " Jawab Zhao Ling Er membantu Lai Zhan Er memilih bakpao.
Li Bing Han tersenyum seorang diri memandangi para pengikutnya dengan perasaan sayang dan ingin melindungi mereka semua dengan nyawa nya sendiri.
" Andai saja Guru Li berada di sini untuk bersama -sama mereka menikmati makanan sederhana itu mungkin Guru Li akan sangat sukacita sekali dan Beliau pasti akan seperti mereka ,yaitu menikmati bakpao dengan lahap pula." Pikir Li Bing Han yang dudul di batas pintu masuk kuil Dewa Erlang yang berada di kota kecil bunga cempaka merah.
Di Istana Kekaisaran Tang.
" Hatsyiiii...!" Bersin Kaisar Tang Ming Huan yang sedang duduk di paviliun taman bunga persik di depan kamar nya.
" Yang mulia malam ini sangat dingin dan kondisi tubuh Anda masih belum pulih benar ,sebaiknya Anda tidak duduk di paviliun ini." Kata Kasim Liu di samping tiang paviliun.
__ADS_1
" Aku tidak merasa dingin dan tubuh ku baik -baik saja..,Aku bersin karena ada orang yang sangat dekat dengan ku sedang merindukanku." Kata Li Xiao Feng menolak untuk masuk ke kamarnya.
" Siapakah orang yang anda maksud yang sangat dekat dengan Anda dan sedang merindukan Anda itu ?" Tanya Kasim Liu ingin tahu namun hati -hati sekali kepada Kaisar Tang Ming Huan yang sejak sadar kembali menjadi sangat aneh luar biasa.
" Bukan urusan mu ,Kasim Liu." Jawab Li Xiao Feng dingin sekali kepada Kasim Liu yang pucat seketika itu juga dan menjauh dari paviliun bunga persik.
Li Xiao Feng sedang merasa bosan dan jenuh luar biasa karena Ia sangat mencemaskan Li Bing Han dan para pengikutnya yang Ia tinggalkan di hutan daun bintik merah.
" Bagaimana keadaan anak -anak itu sekarang ini setelah Aku tak bersama mereka? " Pikirnya amat risau sekali.
Suara langkah kaki halus dan anggun mendekati dirinya.Otomatis Li Xiao Feng melompat berdiri dan menangkap pergelangan tangan halus dan lembut seorang gadis muda yang sangat cantik luar biasa dengan balutan pakaian mewah yang berwarna merah muda dan motif burung hong.
" Ahh..Yang Mulia ,tangan hamba sakit." Kata Putri Yi gadis persembahan dari keluarga bangsawan Yi untuk Kaisar Tang Ming Huan.
Namun kenyataannya adalah Putri Yi sampai jatuh ke kolam penangkaran hewan buas yang berada di taman satwa Istana Kekaisaran Tang ,dan gadis itu tewas di lahap seekor buaya raksasa yang di pelihara oleh Kaisar Tang Ming Chuang Ayah dari Kaisar Ming Huan untuk hukuman mati bagi para pengkhianat Kekaisaran Tang Agung.
Li Xiao Feng tersenyum senang setelah dirinya itu membunuh gadis yang ingin memanfaatkannya untuk kepentingan para pengkhianat Kekaisaran Tang Agung.
" Yang Mulia..Anda terlihat bahagia sekali.." Kata Putri Tang Ying adik kandung Kaisar Tang Ming Huan yang ternyata kekasih nya Yun Fei yang di nobatkan sebagai Perdana Menteri Song Khi di Istana Kekaisaran Tang Agung oleh Kaisar Tang Ming Chuang sebelum mangkat.
" Aku akan terlihat muram durja bila kau berada di sini , Adik yang menjengkelkan." Kata Li Xiao Feng melototi Putri Tang Ying.
Putri Tang Ying bukannya takut terhadap tatapan mata tajam Sang Kakak tetapi gadis remaja yang cantik jelita itu justru tertawa mendengarkan kata -kata Sang Kaisar di hadapannya itu.
__ADS_1
" Hahahaha..Aduh Kakak ku yang tampan..Kau ini sungguh amat manja sekali dan kekanak -kanakan sehingga tak ada satu orang pun di Istana Tang Agung ini mau mendengarkan perintahmu dan juga tunduk kepadamu." Kata Putri Tang Ying yang mengulurkan tangannya untuk mencubit kedua pipi Kaisar Tang Ming Huan.
Li Xiao Feng menangkap pergelangan tangannya dan mengejutkannya karena gadis itu di lempar ke atas pohon beringin di bagian kanan Istana Tang Agung.
" Woaaaahhhhh...!! Tolonggggg Akuuu..!! " Teriak Putri Tang Ying yang tak mengira kalau Sang Kakak sungguh tega menghukumnya dengan Ia di taruh di atas pohon beringin di bagian kanan dari Istana Tang Agung di tengah malam hari dan di guyur hujan deras.
Li Xiao Feng tak peduli dengan teriakan gadis itu dan Ia berjalan masuk ke kamar tidur Kaisar Tang Ming Huan tanpa mengizinkan Kasim Liu dan para pengawal untuk mengikutinya serta menurunkan Putri Tang Ying dari atas pohon beringin.
" Huhhh....Bau apakah ini yang mengganggu indra penciumanku ?" Tanyanya seraya mengendus -endus aroma yang di ketahui nya adalah aroma arwah yang bersembunyi di kolong tempat tidur Kaisar Tang Ming Huan.
" Jangan melihat ku..!! Jangan melihat ku..!!" Seru Arwah di kolong tempat tidur Kaisar Tang Ming Huan berkali -kali mengulangi kata -kata itu untuk Kaisar Tang Ming Huan tak bisa melihat dirinya di karena Kaisar itu seorang manusia biasa bagi nya.
Li Xiao Feng tersenyum seorang diri dengan pura -pura tak melihat dan mendengar suara arwah di kolong tempat tidur Kaisar Tang Ming Huan yang akan di tempatinya.
" Hoaammm....Aku mengantuk sekali.."
Li Xiao Feng menguap lebar -lebar dan berbaring di atas tempat tidur lalu memejamkan sepasang matanya lalu tertidur pulas sekali dengan suara napas halusnya yang sangat nyaman sekali di telinga Arwah itu.
Arwah itu merangkak perlahan -lahan keluar dari kolong tempat tidur dan bermaksud untuk kabur dari kamar tidur Kaisar Tang Ming Huan tetapi di kejutkan oleh desiran angin yang menyedotnya masuk ke guci keramik warna merah tua yang ada di tangan Kaisar Tang Ming Huan yang duduk di tempat tidurnya.
" Hyaaaaaaaaaaaa..!! " Pekik Arwah itu yang telah terkurung di dalam guci keramik itu yang telah di segel kertas mantera penakluk arwah oleh Kaisar Tang Ming Huan.
Bersambung..!!
__ADS_1