
Li Wei Shiang dan Wu Lei harus berhadapan dengan arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga bayi Putri Chao Yue yang telah di tinggalkan oleh Li Wei Shiang untuk mengusir rasa bosannya selama lima detik saja.
"Heiiii..! Ada yang berani mengambil tempatku di raga balita Putri Chao Yue..! " Teriak Li Wei Shiang yang menudingkan telunjuknya ke arah roh jahat di raga balita Putri Chao Yue.
"Hahaha raga balita Putri Chao Yue sekarang ini adalah milikku yang tak pernah bisa kamu ambil kembali... Gadis vampir...!" Kata arwah siluman kelelawar dengan nada bengis kepada Li Wei Shiang.
"Jahanam kau pencuri ! Cepat kamu kembalikan raga balita Putri Chao Yue kepada ku! Sekarang juga atau aku akan membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan untuk muuu..! " Ancam Li Wei Shiang dengan nada marah kepada arwah siluman kelelawar yang telah menguasai arwah siluman kelelawar.
" Hahahaha coba saja kalau kamu bisa ambil kembali raga balita Putri Chao Yue dariku..! " Kata arwah siluman kelelawar dengan nada bengis kepada Li Wei Shiang.
"Wei Shiang, jangan banyak bicara lagi dengan nya ! Kita harus merebut kembali raga balita Putri Chao Yue darinya sebelum Ia mengambil jiwa raga balita Putri Chao Yue yang seharusnya berada di raga aslinya..!" Kata Wu Lei dengan nada serius kepada Li Wei Shiang.
"Ya, Kakak Lei. Mari kita habisi saja dia..!" Kata Li Wei Shiang dengan nada tidak bisa sabar lagi untuk merebut kembali raga balita Putri Chao Yue yang telah di kuasai oleh arwah siluman kelelawar.
Swoosh!
Gerakan Li Wei Shiang sungguh amatlah cepat bak sinar kilat di langit khatulistiwa saja yang mengejutkan arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue.
Duk!
Arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue menggunakan kaki balita Putri Chao Yue untuk menendang lengan Li Wei Shiang yang bergerak untuk menyikut tulang rusuknya dan mengeluarkan nya dengan paksa dari raga balita Putri Chao Yue.
Syuttt!
Li Wei Shiang bergerak ke samping dengan gesit sekali lalu membuka telapak tangannya untuk menarik keluar arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue secara paksa.
Plakk!
Tetapi, sebuah telapak tangan telah menangkis telapak tangannya Li Wei Shiang sehingga arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue berkelebat cepat kabur dari Li Wei Shiang.
Swuush!
__ADS_1
" Wei Shiang, kau kejarlah dia dan biarkan aku yang menghadapi temannya itu..! "Kata Wu Lei dengan nada tergesa-gesa kepada Li Wei Shiang yang terpaksa harus menghadapi siluman kelinci hitam teman dari arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue.
" Iyaaa..! " Sahut Li Wei Shiang yang segera mundur dari pertarungannya lalu melesatlah ia dengan kecepatan tinggi untuk mengejar larinya arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue darinya.
Swuush!
Dess!
Wu Lei menyambut serangan siluman kelinci hitam yang ingin menghalangi jalan Li Wei Shiang untuk mengejar larinya arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue.
"Jangan pernah meremehkan ku ya?! " Kata Wu Lei dengan nada bengis kepada siluman kelinci hitam yang menggunakan telapak tangannya yang runcing dan berbulu lebat untuk menyerang Wu Lei.
Werrr!
Wu Lei mengelak dengan gerakan merendahkan sedikit tubuhnya dari dagu siluman kelinci hitam dan berhasil menghindari serangan maut dari siluman kelinci hitam yang menyerangnya secara bertubi-tubi.
Wer!
Plak!
Plak!
Swuush!
"Naga Merah sialan! Ku kuliti kauu..! " Hardik siluman kelinci hitam yang merasa geram sekali karena ia berkali-kali gagal mengalahkan Wu Lei yang lihai.
" Cih, justru kamu yang akan ku sate di atas bara api merah langit kuu..! "Balas Wu Lei yang telah menyemburkan api merah langit dari mulutnya yang di arahkan langsung ke arah siluman kelinci hitam yang terkejut sekali melihat semburan api merah langit yang mengejarnya.
Brush!
" Kyaaaa..! " Teriak siluman kelinci hitam yang telah di panggang hangus oleh Wu Lei.
__ADS_1
Wu Lei tak mempedulikan musuhnya yang telah tewas olehnya karena ia sudah melesat untuk membantu Li Wei Shiang mengejar larinya arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue.
Swoosh!
Di tengah jalan Wu Lei di hadang oleh para anak buah dari Pangeran muda Hu Liu yang wujud aslinya adalah sekelompok arwah siluman ular hijau yang sangatlah ganas.
" Cih, sekelompok arwah siluman ular hijau yang tak tahu diri sekali berani menghadangku..! Lihat ini serangan ku.!" Hardik Wu Lei yang menerjang maju menghadapi sekelompok arwah siluman ular hijau yang menerjangnya juga dengan gesit luar biasa.
Swoosh!
Wer!
Cep!
Cep!
Sekelompok arwah siluman ular hijau telah berhenti menyerang Wu Lei karena Li Xiao Feng lah yang telah membunuh mereka semua dengan jarum racun vampir alam semesta.
" Tuan Li..! " Panggil Wu Lei kepada Li Xiao Feng untuk memberitahukan masalah Li Wei Shiang yang sedang mengejar larinya arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue.
" Berhenti! Aku sudah tahu..! Mari kita harus secepatnya menemukan Li Wei Shiang dan juga membasmi arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue tanpa kita harus melukai raga balita Putri Chao Yue. "Kata Li Xiao Feng yang menggunakan tangannya ke arah Wu Lei untuk Wu Lei tak lagi banyak bicara tentang Li Wei Shiang dan juga arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue yang sudah di ketahui oleh Li Xiao Feng.
" Iya, Tuan Li. " Jawab Wu Lei patuh kepada Li Xiao Feng lalu mengikuti langkah Li Xiao Feng ke arah barat Kekaisaran Ching.
Swoosh!
Mereka berdua berhasil menemukan Li Wei Shiang yang telah di sandera oleh arwah siluman kelelawar yang telah menguasai raga balita Putri Chao Yue itu telah meninggalkan raga balita Putri Chao Yue yang di geletakkan di rumput liar di pemukiman penduduk desa siluman kelelawar yang menyamar sebagai penduduk Kekaisaran Ching.
" Ayahh..! "
" Wei Shiang, tenanglah ada ayah di sini yang akan menyelamatkan mu..! " Kata Li Xiao Feng dengan nada yang dapat menenangkan hati dan pikiran putrinya yang di rundung kecemasan.
__ADS_1
" Aku juga telah datang untuk membasmi para siluman kelelawar sialan itu!" Kata Wu Lei yang matanya itu menatap tajam kepada siluman kelelawar dan para pasukannya.
Bersambung!