Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Di Balik Sebuah Asa....


__ADS_3

Li Xiao Feng kembali menatap raga aslinya yang di dalam kerang perak ungu dengan perasaan di kalbunya ingin sekali dirinya bisa memilki raga nya lagi sampai Ia menyadari Raja Kura -kura laut Wei timur sedang mengamatinya dari sisi kiri nya dengan saksama.


" Aku tidak apa-apa..Baiklah ,Aku pergi saja dari dasar laut Wei timur..! " Kata Li Xiao Feng yang memberikan senyuman tabah kepada Raja Kura -kura laut Wei timur.


"Kau bisa mendapatkan kembali raga asli kamu melalui cara lain yaitu kau harus mempunyai hati dan perasaan cinta yang searah dengan seorang gadis yang di takdirkan untukmu sepanjang hidup kamu di seluruh alam semesta..!" Kata Raja Kura-kura laut Wei timur yang merasa iba kepada Li Xiao Feng.


"Ouh....Hmm..Baiklah , terimakasih atas cara lain yang kau beritahukan kepadaku untuk Aku dapat menggunakan raga asli ku lagi..! " Kata Li Xiao Feng yang akhirnya memutuskan untuk dirinya mengiklaskan raga nya bersemayam di dasar laut Wei timur untuk selamanya.


Kepergian Li Xiao Feng di tatap dengan tatapan mata yang menyiratkan rasa hati dari Raja Kura -kura laut Wei timur yang merasa kasihan sekali terhadap Li Xiao Feng yang harus menjalankan kehidupan abadi di sepanjang masa dengan rasa kehampaan yang amat luar biasa di kalbu Li Xiao Feng yang terlihat oleh Raja Kura-kura laut Wei timur.


"Li Zhao Min , marilah kau ikutlah dengan Ayah angkat ke sebuah rumah yang mewah dengan dirimu akan mempunyai banyak ibu dan saudara serta saudari yang mengasihimu dan juga yang membuatmu merasakan arti cinta dan keluarga. " Kata Li Xiao Feng yang telah kembali ke sisi bayi perempuan ketiga dari Kaisar Hui yang tak sengaja di selamatkannya di sungai Wei timur.


Li Xiao Feng membawa bayi itu dari batu karang di tepi laut Wei timur dengan kecepatan yang amat tinggi sekali sehingga hanya dalam waktu satu jam saja dirinya telah tiba di depan pintu gerbang Kediaman Menteri Tata Usaha Chen Xiao Feng di Ibukota Kekaisaran Ching.


Hari demi hari yang di lalui oleh Shiu Chiu yang kini menjadi Selir pertama dari Menteri Tata Usaha Chen Xiao Feng selalu merasakan dirinya amatlah merindukan Hu Liu kekasih pujaan hati nya yang telah di asingkan oleh Kaisar Ching ke daerah tandus di perbatasan dikarenakan Hu Liu di nyatakan terbukti bersalah dengan tindakan pria itu yang ingin membunuh calon adik tirinya yang masih berada di dalam kandungan Ibu tiri pria itu.

__ADS_1


"Kakak Liu..Ku harap dirimu di sana selalu baik -baik saja..!" Batin Shiu Chiu yang selalu berdoa untuk Hu Liu.


Li Xiao Feng yang setiap hari dan setiap waktu mendengar suara hati Shiu Chiu merasa dirinya semakin kesepian dan merindukan kekasih yang telah melupakan dirinya itu.


"Putri Tian Lan , apakah kau tak merasa rindu padaku sedikit saja semenjak kau reinkarnasi di alam manusia sebagai Putri Shiu Chiu? " Tanya Li Xiao Feng yang menatap langit yang terlihat mendung di atas kepalanya seakan berbicara pada langit untuk memberikan kemudahan bagi dirinya untuk mendapatkan kekasihnya lagi.


Setetes demi setetes air hujan telah turun dari langit ke bumi lalu menembus diri Li Xiao Feng yang sama sekali tak merasakan basah di tubuh maupun pakaiannya bahkan Li Xiao Feng selalu mencoba untuk dirinya dapat meminum air hujan melalui mulutnya yang terbuka dan di angkatlah wajahnya ke atas dengan tatapannya menatap sendu langit.


********


Di dunia Iblis Tingkat Tengah.


" Apakah diriku juga harus melompat ke lubang reinkarnasi tanpa pengadilan akhirat? " Tanya Wu Bai menundukkan wajah nya pada pinggiran lubang reinkarnasi sambil kedua tangannya itu memegang tepian lubang reinkarnasi.


" Ah, Aku merasa takut sekali..! Bagaimana jika aku malah jatuh ke lubang reinkarnasi hewan di bumi...? Ah, Aku tak mau menjadi babi seperti Panglima Tian Feng dahulu di kisah perjalanan ke Barat Biksu Tong Sam Chong. " Kata Wu Bai.

__ADS_1


Wu Bai terus -menerus memikirkan cara yang menurutnya paling sesuai dengan pemikirannya itu. Ia pun segera melompat dengan cara jungkir balik di dalam lubang reinkarnasi itu dan dirinya tersedot oleh kekuatan yang amat kuat sekali dari poros bumi dan poros langit.


" Hyaaaaaa...!! Tidakkkkkk...!! " Jerit Wu Bai yang masuk ke dalam rahim seorang gadis manusia yang memiliki pekerjaan sebagai seorang gadis penghibur di rumah hiburan malam di Ibukota Kekaisaran Ching.


" Huekk..! Huekk..! "


"Shuang Er...! Kamu sedang apa di dalam kamar mandi selama berjam -jam ? " Tanya seorang pria berpakaian bangsawan Kekaisaran Ching di luar pintu kamar mandi kepada gadis penghibur itu.


"Ya..,Tuan Marquis Du..! Saya minta maaf karena Saya telah membuat anda menunggu Saya di luar kamar mandi selama satu jam lima belas menit..! " Jawab Shuang Er gadis penghibur itu yang membuka pintu kamar mandi dengan gaya centilnya memeluk pria muda bangsawan yang bergelar Marquis Du.


" Ahhh..Ku kira kau sedang merajuk kepadaku sehingga kau tak mau menemuiku untuk kamu bisa memberikan pelayanan mu yang aduhai kepadaku..! " Ucap Marquis Du yang tanpa malu -malu menggendong Shuang Er dan membawa gadis itu ke tempat tidur lalu menanggalkan tiap helai pakaian Shuang Er sebelum pria muda ini menikmati keindahan tubuh Shuang Er sepuas hatinya.


Shuang Er menahan dirinya untuk selalu ceria dan manis di hadapan setiap pelanggan yang datang kepadanya meskipun dirinya sedang di dera perasaan lelah dan sakit. Dirinya tetaplah memberikan pelayanan tidur yang memuaskan bagi setiap pelanggannya. Ia tahu pekerjaannya itu adalah melayani setiap pria hidung belang dan kesepian yang datang kepadanya di rumah hiburan yang bernama 'Rumah Seribu Bunga Cinta'.


Shuang Er sudah menjalani pekerjaannya itu dari dia tumbuh remaja di bawah pengasuhan dan bimbingan seorang mucikari yang membelinya dari seorang yang menjualnya di pasar budak di pinggiran kota Chou Barat.

__ADS_1


Shuang Er sama sekali tidak pernah ingat lagi tentang masa kanak-kanakannya serta orang tua dan keluarganya di desa di atas gunung Chou. Hal ini di sebabkan dirinya telah mengalami daya ingat yang menurun akibat dirinya pernah alami tenggelam di dasar sungai Chou pada usianya masih berusia lima atau enam tahun. Ia telah di temukan oleh pria yang menjualnya kepada pemilik Rumah Seribu Bunga Cinta di Ibukota Kekaisaran Ching.


Bersambung..!!


__ADS_2