Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Bingkai..


__ADS_3

Flashback.


Lima tahun yang lalu di pegunungan bunga mawar hitam.


Tian Xin keluar dari raga Li Bing Han secara tiba -tiba karena kekuatan dalam dirinya sangat lemah usai delapan belas ribu jiwanya terpisah dan kini dirinya tak bisa di rasakan aroma bunga lotusnya oleh Li Xiao Feng,Gurunya.


"Di manakah Aku dan siapakah Aku ini?"Tanyanya kepada dirinya sendiri karena ia tak bisa ingat lagi identitas dirinya.


Tian Xin melihat raga Li Bing Han di bawa pergi Li Xiao Feng setelah Gurunya menghancurkan para siluman yang telah menculik dirinya atau Li Bing Han.


"Mereka siapakah ?Kenapa mereka meninggalkan diriku sendirian di sini?"Tanyanya getir.


Selagi dirinya kebingungan dengan situas yang di hadapi olehnya di saat ini tahu -tahu sebuah uap hitam mengurungnya dan dirinya tersedot sesuatu yang mengharuskannya masuk ke dalam tabung bambu milik seorang pria muda tampan seusia Li Xiao Feng.


"Guru..Lihatlah murid berhasil menangkap Roh pria muda sangat tampan dan aneh."Kata pemuda yang menangkap Tian Xin kepada pria tua usia 45 tahun berpakaian rahib ahli menangkap roh.


"Jin Dao..Hantu apa yang sudah kamu tangkap itu dan kau masukkan kedalam tabung bambu milik kamu?"Tanya Rahib itu bergegas mendekati murid pertamanya itu.


"Hantu dungu ,Guru."Jawab pemuda itu senyum -senyum bangga terhadap kemampuannya yang di perlihatkan kepada Gurunya.


"Tsk..Ya sudah sebaiknya kita segera kembali ke Istana Kepangeranan untuk mu dapat berkumpul kembali dengan Istrimu ,yaitu Tuan Putri Ming Lian Hua."Kata Gurunya memikul tongkat yang di ikat pada dua buah guci besar isi air beras dari sumber air di kaki gunung bunga mawar hitam.


Istana Kepangeranan Hu.


Hu Jin Dao seorang pemuda bangsawan kelas atas yang bergelar Marquis Hu karena Ayahnya itu masih terhitung saudara kandung dengan Selir ke lima belas dari Kaisar Ming.


Selain itu Hu Jin Dao juga memiliki seorang Isteri sah dari Kaisar Ming yang bergelar Putri Ming Lian Hua yang sama sekali tidak di cintainya karena Hu Jin Dao mencintai Selirnya yang bernama Khu Yan Zin.


"Huh ,Aku sangat jenuh dan muak terhadap Puteri sombong itu yang sampai detik ini belum bersedia untuk melayani kebutuhanku sebagai suaminya."


Berkali -kali Hu Jin Dao mengeluhkan pernikahan yang di lakukannya atas perintah Kaisar Ming dan juga untuk nama baik keluarga Kepangeranan Hu karena Hu Jin Dao memiliki seorang Selir berasal dari seorang pelayan di rumah bordil atau hiburan di Kota Shu.


"Jin Dao ,kau harus bisa menundukkan Sang Putri sebagai harkat dan martabat mu sebagai seorang pria bangsawan ternama di seluruh negeri Ming ini ,dan Ayah sudah sangat mengharapkan kamu bisa memberikan Ayah seorang cucu dari mu dan Tuan Putri Ming Lian Hua."

__ADS_1


Berkali -kali pula Pangeran Hu Mu memerintahkan kepada putra pertamanya untuk melaksanakan tugas sebagai seorang suami terhadap istri pada Putri Ming Lian Hua.


Hari di mana Hu Jin Dao datang ke pegunungan bunga mawar hitam merupakan hari satu bulan dari pernikahannya dengan Putri Ming Lian Hua.Ia sudah berusaha untuk menghindari perintah dari Ayahnya.


"Hmm ,ya Ayah."Jawabnya lesu


Tirai di kamar tidur Sang Putri Ming Lian Hua di Istana Musim Panas telah di turunkan bahkan di kamar itu terhias lilin -lilin indah motif sepasang angsa yang mengandung makna keharmonisan di antara suami -istri.


"Apakah dia benar akan datang ke kamar ku pada malam hari ini?"Tanya Putri Ming Lian Hua gugup sekali.Putri ini tak ada perasaan cinta sama sekali terhadap suami pilihan Ayahanda Kaisarnya.


"Iya,Tuan Putri,suami Anda akan datang ke kamar Anda."Jawab Inang pengasuhnya yang selalu ada untuk meladeninya.


"Lalu ,apa yang harus ku lakukan?"Tanya Putri itu gelisah memikirkan dirinya harus menyerahkan segalanya kepada pria yang tak pernah di cintai dan di harapkannya.


Kegelisahan Ming Lian Hua terjawab sudah saat Ia mendengar pintu kamarnya terbuka lebar untuk Hu Jin Dao suaminya dapat menemui dirinya yang harus memberikan hormatnya kepada Hu Jin Dao.


"Selamat malam kepada Tuan Marquis Hu."Sapa Ming Lian Hua menekuk sedikit lututnya dengan sopan.


"Pergilah kalian semua dari kamar ini."Perintah Hu Jin Dao kepada Bibi Chin ,para pelayan,kasim dan pengawal Putri Ming Lian Hua.


Hu Jin Dao mengamati Sang Putri yang memberi hormat kepadanya.Ia melangkah mendekati Ming Lian Hua yang gemetar dan berkeringat dingin di sekujur tubuhnya di tempatnya memberi hormat kepada pria yang menjadi suaminya itu.


"Angkat kepala mu."Perintah Hu Jin Dao.


"Ya."Jawab Ming Lian Hua patuh.


Hu Jin Dao menganggukkan kepalanya melihat kecantikan tiada tara yang di miliki Putri Ming Lian Hua yang sesuai dengan isu yang telah di dengar olehnya tentang kecantikan Sang Putri dari Kaisar Ming yang berasal dari rakyat jelata itu.


"Kau sungguh sangat cantik sekali ,Lian."Pujinya.


Ming Lian Hua meratapi nasibnya sesudah dirinya di miliki oleh Hu Jin Dao seutuhnya.Ia menangisi hatinya yang menjerit memanggil pria yang amat di cintainya itu.


"Kakak Feng..!!"Batinnya menangis di pagi harinya.

__ADS_1


"Lian Hua..Kau milikku sekarang."Kata Hu Jin Dao melakukan hal itu lagi terhadap Ming Lian Hua.


Tian Xin yang berada di dalam tabung bambu di atas meja di dalam kamar tidur Hu Jin Dao yang lain yakni di Graha Kesejukan Hati tidak sengaja menggulingkan tabung bambu hingga jatuh ke lantai.


Brakk..!!


Tian Xin pun keluar dari tabung bambu dan pergi keluar dari Istana Kepangeranan Hu.Melayanglah Ia ke seluruh Ibukota Kekaisaran Ming ,lalu dirinya di kejutkan oleh suara tangisan seorang bayi yang baru saja di lahirkan di Istana Adipati Ching.


"Bayi perempuan itu suara tangisannya sangatlah merdu sekali."Ucap Tian Xin.


Tian Xin mendatangi Istana Adipati Ching.Ia dapat melihat seorang bayi perempuan yang berbaring di sebuah tempat tidur kecil terbuat dari anyaman bambu yang sangat rapi dan bersih.


"Mei Lan..Nama putri ketigaku."Kata Adipati Ching mengayun keranjang tempat tidur bayi perempuan ketiganya yang baru saja di lahirkan dari Selirnya yang ke tujuh.


"Baiklah ,Tuan Besar Adipati Ching."Jawab Selir Ke tujuhnya tersenyum manis selalu meskipun pedih karena gagal memberikan keturunan laki -laki bagi Sang Adipati Ching yang sudah sangat berharap sekali dapat memiliki seorang anak laki -laki dari Istri dan ketujuh Selirnya itu.


"Ya ,lain kali Aku ingin kau dan yang lainnya dapat memberiku seorang anak laki -laki untuk penerus ku atau Aku mencari dan menikah lagi untuk Aku bisa memenuhi harapan dari kedua orang tuaku dan para leluhur ku."Kata Adipati Ching menatap lekat -lekat Istri dan ketujuh Selirnya.


"Ya,Adipati Ching."Jawab Istrinya yang menunduk sedih.


Tian Xin menggeleng kepala melihat betapa ada pria yang tak tahu berterimakasih terhadap Istri yang sudah berkorban besar hati terhadap pria di hadapannya itu.


Hari pun berlalu dengan cepat sehingga tidaklah terasa bagi Tian Xin yang menyaksikan bayi kecil itu tumbuh besar menjadi anak perempuan usia lima tahun yang sangat cantik jelita ,baik hati dan pintar.


"Kau akan ku berinama Kakak Ci Yin."Kata Ching Mei Lan yang dapat melihat Tian Xin karena hati dan pikiran gadis kecil itu bersih dan tulus.


"Ya,Mei Lan."Jawab Tian Xin tersenyum.


"Kak ,maukah kau menemaniku pergi berlayar ke lautan lepas bagian barat wilayah Kekaisaran Deng untuk mengambil jantung kijang bertanduk hijau yang berada di hutan dekat pantai barat daya wilayah Kekaisaran Deng?"Pinta Ching Mei Lan di suatu hari kepada Tian Xin.


"Baiklah ,Mei Lan."Jawab Tian Xin menyanggupi permintaan gadis kecil yang mendatangkan rasa sejuk di dalam hatinya.


Demikianlah Tian Xin berada di kapal laut milik Adipati Ching.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2