
Pedang Biru Wu Song berkelebatan dengan amat cepat ke arah Siluman Rawa belatung yang menggunakan sistem Rawa belatung untuk membunuh nya di saat Ia menggunakan sistem mata Naga Biru untuk membuka pintu masuk ke Kekaisaran Ching untuk Xiao Hong dan Putri Wei Li.
Crash!
" Hyaaaahhhh...! " Pekik Siluman Rawa Belatung yang telah di tebas oleh pedang biru milik Wu Song.
Kemudian, Wu Song melesat masuk ke pintu masuk ke Kekaisaran Ching sesudah Xiao Hong dan Putri Wei Li.
" Ei, Kak Wu Song kita berada di daerah apa di wilayah Kekaisaran Ching? Dimanakah kita bisa menemukan Kaisar Langit Tian Xin dan Tuan Li Xiao Feng? " Tanya Xiao Hong kepada Wu Song dengan sinar matanya penuh kasih sayang yang amat besar terhadap Wu Song.
"Sepertinya kita berada di pintu barat tembok besar jika kita melihat adanya ujung tembok besar di daerah penuh pasir dan pintunya ada di salah satu bangunan paviliun nomor dua puluh lima. " Jawab Wu Song yang mengingat -ingat penuturan dari Li Xiao Feng kepada mereka sebelum mereka di utus pergi ke Kekaisaran Hui oleh Li Xiao Feng.
"Tuan Wu, cobalah anda lihat bangunan paviliun nomor dua puluh lima itu sepertinya ada orang yang berdiri di atas atapnya..! " Kata Putri Wei Li kepada Wu Song dengan matanya memberitahu Wu Song tentang seseorang yang terlihat berdiri di atas atap bangunan paviliun nomor dua puluh lima di tembok besar.
" Ya, aku merasakan hawa hitam dari orang itu yang menghalangi kita pergi ke tempat Yang Mulia Kaisar langit Tian Xin dan Tuan Li Xiao Feng berada. " Kata Wu Song dengan matanya menatap kepada sosok pria berwajah sangar dan tubuh menyerupai seekor badak.
" Raja siluman badak yang menghadang kita di pintu barat tembok besar..! " Kata Xiao Hong yang melihat sosok itu mempunyai taring di kedua sisi mulut dan tanduk yang tajam.
" Dia tak seorang diri melainkan ada beberapa temannya juga yang telah membuka pintu barat tembok besar dengan membawa panji -panji yang persis seperti panji Dewa Nacha hanya saja panji di tangan para pasukan siluman badak berbentuk kepala badak warna hitam dan juga tengkorak ikan hiu..! " Kata Wu Song yang telah mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh -musuh yang telah berdatangan kepada mereka.
Raja siluman badak hitam melayang dari atas atap tembok besar dengan kecepatan tinggi ke arah Wu Song dengan mengibarkan panji nya ke arah depan mata Wu Song.
Wuuuush!
Seerrrrr!
Deru pasir di pintu barat tembok besar membuat panji di tangan Raja siluman badak berbalik arah yang mengejutkan para pasukan siluman badak yang menyeruduk keluar dari pintu barat tembok besar.
Wusshhh!
Sejumlah orang telah muncul di dekat Wu Song dengan senyuman bersahabat dan mereka adalah Tian Xin, Xian Mei Hua, Dewa Pelacak Ren Jia Lun dan Dewa Pelukis Li Xiao Xin.
" Yang Mulia... ! " Kata Wu Song segera memberi hormat kepada Tian Xin.
" Wu Song , kau berhasil kembali ke Kekaisaran Ching dari wilayah Kekaisaran Hui dengan kamu membawa kabar baik untuk ku di depan mu ini..! " Kata Tian Xin yang telah mengetahui batin Wu Song yang menceritakan tentang pedang Naga siluman berada di wilayah barat Kekaisaran Hui kepada Tian Xin.
" Yang Mulia, hamba juga telah membawa Putri Wei Li kepada Anda..! Apakah anda masih ingat siapakah dia sebelum reinkarnasi menjadi Putri Wei Li di Istana Kekaisaran Hui? " Kata Wu Song kepada Tian Xin seraya menunjukkan Putri Wei Li kepada Tian Xin.
__ADS_1
Tian Xin melihat kepada Putri Wei Li lalu Tian Xin mengenali Putri Wen Baoninng yang berdiri di hadapannya dengan tatapan mata tak mengerti maksud dari perkataan Wu Song kepada Tian Xin.
" Wen Baoning..! " Kata Tian Xin dengan tatapan matanya yang mencorong tajam kepada Putri Wei Li.
" Kakak Tian Xin, aku senang sekali bisa bertemu dengan mu lagi dan kamu masih mengingat aku sebagai seorang yang mencintaimu sampai kapanpun jua..! " Kata Wen Baoning dengan nada lembut kepada Tian Xin sampai Xian Mei Hua tersentak kaget melihat tatapan mata Wen Baoning kepada Tian Xin.
" Dia calon jodoh Kakak Xin dari dunia manusia yang sekarang menjadi arwah yang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang Dewi di dunia langit..! " Batin Xian Mei Hua begitu resah melihat Wen Baoning telah hadir kembali di sisi Tian Xin.
Raja siluman badak dan para pasukan telah berhadapan dengan Wu Song, Dewa Pelacak Ren Jia Lun, Xiao Hong dan Dewa pelukis Li Xiao Xin.
Werr..!
Brrrr!
Panji di tangan Raja siluman badak telah di kibarkan kembali yang menimbulkan angin dan hujan pasir ke arah para sahabat Tian Xin yang segera menggunakan kemampuan mereka masing-masing untuk menghadapi tantangan dari para musuh.
Wush!
Dewa pelukis Li Xiao Xin menggunakan kuas di tangan kiri membuat coretan di udara untuk membendung kekuatan panji yang di kibarkan oleh para pasukan siluman badak hitam dalam menghadapi dirinya.
Crash!
Panji di tangan para pasukan siluman badak hitam meledak ketika terkena dampak dari coretan kuas dari Dewa pelukis Li Xiao Xin di sisi kanan Wu Song.
Wu Song menggerakkan pedangnya yang tajam menebas panji-panji para pasukan siluman badak hitam yang di hadapi olehnya sehingga sebagian dari para pasukan siluman badak hitam itu terbunuh olehnya.
Crakk!
Crak!
Dewa pelacak Ren Jia Lun menggunakan pedangnya yang meluncur ke arah para pasukan siluman badak hitam yang menyambut serangan Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan tongkat panji-panji yang menimbulkan desiran angin yang mengadu dengan pedangnya.
Wuuuuush!
Trang!
Trang!
__ADS_1
Trang!
Xian Mei Hua melayang dengan payungnya yang terbuka lalu meluncurlah sejumlah bunga persik yang menghantam hancur para pasukan siluman badak hitam yang di hadapi oleh Xiao Hong yang sibuk menghadapi serangan maut dari Raja siluman badak hitam yang mengubah panji nya menjadi tombak.
Wuuuuuttttzzz!
Boom!
Blaar!
Wu Song yang melihat bahaya yang mengancam keselamatan kekasihnya segera membalas tiap serangan musuh dengan pedang biru yang terus membungkus tiap serangan tombak yang selalu berubah-ubah bentuknya itu.
Wuuuuuttttzzz!
Trang!
Trang!
Trang!
Trang!
Tombak di tangan Raja siluman badak hitam berubah menjadi panji raksasa yang membuat Wu Song kesulitan untuk membabat habis tiap serangan maut dari Raja siluman badak hitam terhadap dirinya dan Xiao Hong yang membantu nya di samping nya.
Plak!
Plak!
Tian Xin menggerakkan pasir di sekitar pintu barat tembok besar dengan menggunakan ilmu angin alam semesta yang membuat Raja siluman badak hitam dan para pasukannya itu terguling di atas pasir.
Wungg!
" Aaahhh..!! " Pekik Raja siluman badak hitam dan para pasukannya yang merasakan sakit luarbiasa karena pasir telah menekan mereka hingga tak bernapas lalu mereka meledak dan hancur berkeping-keping.
Blaar..!
Bersambung!
__ADS_1