
Di lembah sungai Alam langit lapisan keempat Tian Xin dan Ji Xian Hua melangsungkan hari pernikahan mereka berdua dihadapan Kaisar Ji Hyo Khiau dan Li Xiao Feng sebagai wali mereka berdua.
" Kedua mempelai memberikan penghormatan kepada Langit dan Bumi sebanyak tiga kali. " Kata Wu Song yang menjadi pemandu ritual pernikahan mereka.
Tian Xin dan Ji Xian Hua memberikan hormat mereka kepada langit dan bumi sebanyak tiga kali penghormatan.
"Kedua mempelai memberikan penghormatan kepada Kaisar Ji dan Tuan besar Li Xiao Feng dengan memberikan cawan arak pernikahan. " Kata Wu Song dengan suaranya yang lantang.
Tian Xin dan Ji Xian Hua memberikan hormat mereka kepada Kaisar Ji Hyo Khiau dan Li Xiao Feng dengan sujud dan memberikan cawan arak pernikahan mereka.
"Kedua mempelai saling memberikan hormat satu sama lainnya sebanyak tiga kali. " Kata Wu Song ceria.
Tian Xin dan Ji Xian Hua saling memberikan hormat mereka satu sama lainnya.
" Kedua mempelai saling menukar benda yang di sayanginya untuk mengikat cinta kalian. " Kata Wu Song nyengir.
Tian Xin memberikan tusuk konde burung hong emas kepada Ji Xian Hua dan Ji Xian Hua memberikan gelang naga emas kepada Tian Xin dengan senyum malu -malu.
" Kedua mempelai memasuki kamar pengantin. " Kata Wu Song yang menyuruh Xiao Hong yang mengantarkan mereka berdua ke arah kamar pengantin.
Di dalam kamar pengantin. Tian Xin membuka cadar penutup kepala Ji Xian Hua lalu ia angkat jemarinya untuk mencium bibir Ji Xian Hua dan membaringkan Ji Xian Hua di tempat tidur.
Ji Xian Hua mengalungkan kedua lengannya di leher Tian Xin yang membuka pakaiannya sehelai demi sehelai lalu membelai seluruh inci wajah dan tubuhnya.
" Akhhh..! " Pekik Ji Xian Hua yang merasakan sakit ketika Tian Xin memasukinya secara halus dan lembut.
"Ji Xian Hua, kau telah menjadi istriku sekarang untuk selamanya. " Kata Tian Xin yang membelai lembut Ji Xian Hua untuk sekian kalinya.
__ADS_1
Di kamar lainnya ada Li Xiao Feng dan Putri Shiu Chiu istrinya yang sedang bermesraan satu sama lainnya. Li Xiao Feng memberikan cintanya kepada wanita yang cantik di bawah tubuhnya yang sedang mengandung anak keempatnya.
" Aku sudah memastikan bahwa bayi di rahim sekarang ini adalah laki-laki, sayang. " Kata Li Xiao Feng membelai lembut istrinya yang cantik dan manis itu.
" Iya, baguslah kalau kehamilan ku kali ini adalah anak laki-laki yang berarti keturunan marga Li dari mu dapat di teruskan dengan semestinya. " Kata Putri Shiu Chiu yang mengeluarkan suara halusnya ketika di belai oleh Li Xiao Feng.
" Ya, putri ku sudah tiga orang. Karenanya aku menginginkan anak laki-laki darimu sebagai penerus ku di masa depan. " Kata Li Xiao Feng mencium istrinya.
Di ruangan lainnya, ada Wu Song yang sedang membahas peta di lukisan Dewa Pelukis Li Xiao Xin yang memperlihatkan bangunan bentuk segi empat yang dikelilingi sejumlah awan kelabu yang saling bercakap-cakap dalam bahasa awan langit.
" Bahasa awan langit mereka mengingatkan ku pada Raja Dewa Awan Cerah Mu Dan Ki yang pernah mengunjungi istanaku beberapa tahun yang lalu. " Kata Wu Song dengan serius sekali kepada Dewa Pelukis Li Xiao Xin.
" Tapi, suara mereka terdengar seperti suara kuda Nil sedang mengeram di danaunya. " Kata Wu Lei yang di berikan anggukan setuju oleh Wu Bai.
" Jika kalian ingin tahu percakapan mereka dengan jelas, aku punya solusinya. " Kata Xiao Hong istri dari Wu Song yang sedang berlath ilmu getaran bumi halilintar ungu melalui pecut miliknya yang di ayunkan di sekitar.
"Hubungi Wu Qing, Wu Heng dan Wu Lu di bukit tiga naga langit timur laut untuk memberikan bantuan untuk kalian bisa mengetahui apa yang sedang di bicarakan oleh awan -awan kelabu di sekitar istana langit lapisan kelima. " Jawab Xiao Hong dengan kedipan matanya kepada Wu Song yang menepuk-nepuk bahu Wu Lei dan Wu Bai untuk menjalankan cara Xiao Hong.
" Baiklah, mari kita lakukan ilmu memanggil tiga Raja Dewa Naga Langit Laut Timur untuk kita bisa menemukan cara untuk menghadapi para iblis Awan kelabu itu. "Kata Wu Song yang telah mengajak teman-teman nya untuk keluar dari kediaman Kaisar Ji Hyo Khiau.
Mereka bertiga saling mengeluarkan kekuatan mereka yang mengarah ke langit timur laut yang menimbulkan suara raungan yang menggema di seluruh wilayah lembah sungai langit lapisan keempat.
Singggggggg!
Blasssshhhh!
Lalu muncullah tiga ekor naga yang warnanya hijau, hitam dan kuning di hadapan Wu Song, Wu Lei dan Wu Bai yang memberikan senyuman bersahabat kepada mereka bertiga.
__ADS_1
" Wu Song, ada apakah gerangan kamu panggil kami ke lembah sungai alam langit lapisan keempat ini??? " Tanya Wu Jing yang langsung berubah menjadi seorang gadis remaja yang amat cantik jelita dengan suaranya yang merdu.
" Wu Jing, aku mau meminta bantuan kepada mu dan kedua saudara mu itu." Jawab Wu Song nada serius kepada Wu Jing.
" Ya? Bantuan apa yang kamu inginkan dari kami bantu untukmu?? " Tanya Wu Heng dengan raut wajahnya seperti tidak suka membantu mereka.
" Bantu kami untuk terjemahan bahasa awan kelabu yang menjaga pintu masuk utama ke Istana langit lapisan kelima. " Jawab Wu Lei yang tak ingin berlama-lama dalam mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi saat ini.
" Iya, kami bisa membantu kalian. "Jawab Wu Jing dan Wu Lu dengan sungguh-sungguh.
" Wah, terimakasih banyak karena kalian mau membantu masalah kami. " Kata Wu Song yang memberikan senyuman ramah kepada Wu Jing.
" Sama-sama Wu Song, kita 'kan bersaudara. " Kata Wu Lu si Raja Dewa Naga Kuning yang wujud manusianya adalah seorang pemuda yang sangat tampan sekali kepada Wu Song.
Wu Jing, Wu Heng dan Wu Lu menaruh telapak tangan mereka di atas telapak tangan teman -teman mereka lalu tiga kekuatan Raja Dewa Naga langit timur laut memancarkan tiga sinar cahaya yang mengarah ke lukisan milik Dewa Pelukis Li Xiao Xin.
Cringggg!
"Teman -teman kita harus bahu membahu dalam menghadapi musuh yang akan datang ke tempat kita untuk membunuh majikan kita, yakni Raja Lin Meng. " Terdengarlah percakapan para iblis awan kelabu oleh Wu Song dan yang lainnya.
" Raja Lin Meng majikan mereka. " Kata Wu Lei.
Raja Lin Meng itu siapakah dia? " Tanya Wu Bai kepada teman-teman nya.
" Raja Iblis awan kuda Nil yang memiliki tujuh ratus ribu pasukan yang dipimpin nya. " Jawab Wu Heng dengan serius kepada Wu Bai.
Bersambung!
__ADS_1