
Blashh....!!
Li Bing Han tersentak bangun sesudah Tian Xin telah kembali ke raganya.
" Guru , apa yang akan kita lakukan selanjutnya usai semua permasalahan di Kota Hijau telah kita selesaikan ? " Tanya Li Bing Han menerima kue kering dari Li Xiao Feng.
" Kita harus selidiki rumah pejabat Chi yang jadi kepala daerah Kota Hijau ini sebelum kita pergi ke daerah lainnya sebagai jalur perjalanan kita ke Negeri Zu , namun sebelum itu kita harus menanti Lao Yan datang menyeret Kakek Fu ke hadapan ku dan mengambil jasad Putri Liu Talina untuk raga baru Xiao Xiao kita." Jawab Li Xiao Feng yang kini mengajak anak -anak itu dan juga Chen Chen , Le Le dan Lan Jing Yi pergi ke rumah makan untuk sarapan pagi mereka semua di hari berikutnya di Kota Hijau.
" Pejabat Chi ? Siapakah dia itu ,Guru ?" Tanya Li Bing Han menyeruput susu kacang kedelai hangat di mangkuk.
" Putra bungsu dari Kaisar Ming Jian yang harus ku selidiki benda yang ada di dalam rumahnya itu untuk ku pastikan tidak mengganggu keselamatan dan keamanan rakyat Kota Hijau ," Jawab Li Xiao Feng memandangi Li Bing Han sarapan pagi.
" Guru , apakah kau ingin mencicipi roti kering dan susu kacang ku ini ? " Li Bing Han menawari Li Xiao Feng sarapan paginya kepada Guru nya yang memandangimya sarapan pagi.
" Han , aku sudah milyaran tahun tak dapat makan dan minum selayaknya manusia seperti kamu dan mereka.Rasa makanan dan minuman itu sangat memuakkan ku aromanya." Kata Li Xiao Feng.
" Bukankah kau sudah menghirup napas surgawi ku dan juga sudah melakukan itu kepada Ibu Guru ku tanpa mencelakakan nyawanya saat kalian itu - itu ? " Tanya Li Bing Han yang memunculkan Tian Xin di balik raga anak kecil itu.
Pletak..!!
" Aduh..! " Pekik Li Bing Han karena di jitak Li Xiao Feng dengan bakpao hingga benjol di atas kepala anak itu seperti tanduk kerbau.
" Jangan ikut campur urusan orang dewasa.Kau anak kecil tahu apa tentang urusan pribadi kami."
Desisan Li Xiao Feng kepada Li Bing Han yang di hadapannya itu menjadi menciut ketakutan akan di jitak lagi oleh Gurunya yang sedang emosian itu di kala terlalu bosan menunggu kabar dari orang di perintahkannya itu belum datang.
Satu menit kemudian muncullah Lao Yan di depan Li Xiao Feng dengan raut wajah penuh lebam di sana sini tetapi orang tua itu berhasil menyeret Kakek Fu kehadapan Li Xiao Feng dengan tak lagi bernyawa.
__ADS_1
" Kau membunuhnya ? " Tanya Le Le terkesiap.
" Bukan aku yang membunuhnya tetapi kedua anak kembar itu yang sudah lebih dahulu bunuh dia sebelum aku datang. Aku berhasil mengikat kedua anak kembar itu di satukan dengan raga Putri Liu Talina yang ku sembunyikan di rumah tua tepi Kota Hijau di samping rumah Pejabat Chi." Lao Yan menjawab dengan napas tersengal -sengal.
" Ajak aku ke rumah tua tepi Kota Hijau itu segera ! Sekarang juga." Perintah Li Xiao Feng yang segera membayar makanan dan minuman sarapan pagi Li Bing Han dan yang lain ke pemilik rumah makan di tengah Kota Hijau.
Li Bing Han dan yang lain mengikuti Li Xiao Feng yang menyeret Lao Yan yang menyeret Kakek Fu menuju ke rumah tua yang di maksud oleh Lao Yan kepada Li Xiao Feng.
Di Rumah Tua Tepi Kota Hijau.
Li Xiao Feng menghadapi raga Kakek Fu yang kini sudah amburadul karena di seret dari desanya ke hadapan Li Xiao Feng ,lalu di seret kembali ke arah rumah tua tepi kota hijau.
" Otopsi." Perintah Li Xiao Feng.
" Caranya ? " Tanya Chen Chen ngeri.
" Ei , kau ini siluman ular putih kan ? Kenapa ngeri untuk membelah mayat manusia saja ? " Tanya Le Le heran terhadap sahabatnya itu.
" Ish..Bilang saja kau tak mau sentuh tubuh pria tua keriput itu kan ? !" Ucap Le Le sinis.
" Ya , kalau begitu kau saja yang melakukannya , Le Le sahabatku yang pemberani." Kata Chen Chen nada tajam.
" Sudah ! Kalian tak perlu berdebat lagi karena aku tahu kalian tak pernah suka menyentuh pria tua itu selain diri ku Lao Yan tampan ini." Kata Lao Yan tersenyum menengahi keduanya.
" Ihhh...Lebih tak suka lagi.." Bergidik Chen Chen dan Le Le bersamaan.
Li Xiao Feng menyipitkan kedua matanya melihat ketiga pengikutnya yang ribut sendiri." Heiii !Aku ingin kalian bertiga yang mengotopsi jasad dari Kakek Fu jahanam itu..!Sekarang juga..!" Bentak Li Xiao Feng kesal.
__ADS_1
" Ya , Tuan Li..!!! " Sahut ketiganya serempak takut di hukum oleh Li Xiao Feng.
Chen Chen menowel tubuh Kakek Fu dengan risih melalui jari -jarinya. Le Le gunakan kuku -kuku nya yang terbungkus saputangan milik Lan Jing Yi di curinya. Lao Yan menggunakan pisau lipat buatan Lao Yan yang terbuat dari gigi ikan piranha dari sungai benua Barat.
Kreekkk...Kreettt...!!!
Kulit ,daging dan tulang terlihat sesudah tubuh Kakek Fu di otopsi Lao Yan untuk memperlihatkan sesuatu yang di cari Li Xiao Feng di dalam tubuh Kakek Fu.
" Surat emas kosong." Kata Li Bing Han terpana.
" Rapikan kembali dan kremasikan dia dengan layak." Perintah Li Xiao Feng kepada Lao Yan usai Li Xiao Feng mengambil surat emas tanpa tulisan dari tubuh Kakek Fu.
" Siap , Tuan Li." Jawab Lao Yan patuh.
Li Bing Han memeriksa kondisi Fan Ren Hao dan Fan Ren Cheng yang di baringkan di lantai rumah tua tepi kota Hijau bersama jasad Putri Liu Talina oleh Lao Yan seenaknya saja.
" Keracunan ulat bambu kristal biru. " Kata Le Le di samping Li Bing Han.
" Mereka di beri makan ulat bambu kristal ungu oleh kakek Fu untuk mengendalikan mereka tetapi justru menjadi bumerang bagi kakek serakah itu dan akibatnya Kakek itu di bunuh oleh murid -murid nya sendiri." Kata Li Xiao Feng menyentuh dahi kedua anak laki -laki kembar sebaya Li Bing Han yang terbaring di lantai.
"Aaaaahhh....!! " Jeritan kesakitan pada keduanya.
" Guru , apa yang Anda lakukan terhadap mereka berdua ? " Tanya Li Bing Han menelan ludahnya. Ia kaget sekali melihat Gurunya merobek dahi kedua anak kembar itu dengan menggunakan kuku -kuku vampir yang sangat tajam.
" Lihatlah darah yang keluar dari dahi mereka yang kalian lihat itu warnanya apa ?" Tanya Li Xiao Feng menunjuk ke arah darah milik anak kembar yang di keluarkan dari dahi oleh Li Xiao Feng kepada Li Bing Han dan yang lainnya.
" Warna biru tua." Jawab Li Bing Han dan yang lain menutup mulut mereka secara serempak karena terkejut.
__ADS_1
" Itu racun ulat bambu kristal biru yang terdapat di puncak gunung bambu kristal biru di wilayah yang berbatasan dengan pegunungan Himalaya, dan hanya makan ulat itu sendirilah dan bunga salju abadi yang dapat menyelamatkan nyawa anak -anak kembar yang malang ini." Kata Li Xiao Feng begitu serius sekali pada wajahnya yang tampan itu.
Bersambung..!!