Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Rumah Makan Dan Penginapan Berdarah.


__ADS_3

"Tentu saja aku bisa memberitahu mu di manakah kamu dapat menemukan makan makanan segar untuk hidangan yang kau suguhkan kepada para tamu usaha mu ini ,Tuan jagal,"


Jawaban Le Le sungguh menarik perhatian dan rasa penasaran dari Juru Masak itu.


"Ya,dimanakah itu Nona?"Tanya Juru Masak nada ingin tahu.


"Kamu sendiri..!" Bengis seorang gadis lain yang sekonyong -konyong menyerbu ke dapur dengan membawa sepotong tangan dan kaki manusia di tangannya.


Gadis itu menggunakan tangan dan kaki manusia yang di temukannya di tempat pembuangan air kotoran manusia yang berada di tempat lain di luar rumah makan dan penginapan pintu masuk ke Kota Hijau.


Wutt....!!


Si Juru Masak menangkisnya dengan golok yang sangat gesit berkelebatan telah memotong habis tangan dan kaki manusia yang di gunakan gadis cantik itu.


"Gadis sialan darimana yang sudah berani sekali menyerangku dengan barang busuk??!"Hardiknya menghunuskan golok ke arah perut gadis yang lincah itu.


Wutt...!!


"Nona Lan kau harus berhati -hati dalam hadapi bajingan pemakan kotoran manusia itu..,"Kata Le Le yang cepat menyambar lengan Lan Jing Yi dari terjangan kuali panas yang di gunakan oleh Juru Masak itu untuk menerjang Lan Jing Yi.


Wutt..!!


Dukk...!


Le Le menendang kuali hingga melayang ke langit -langit dapur dan sekaligus mematahkan tulang tangan kanan Si Juru Masak itu.


"Auhh..Aduduh..Sakitt..!!"Pekik Juru Masak yang merintih memegang tangannya yang tak lagi ada tulangnya itu.


"Kau bilang diri mu sakit setelah tanganmu itu aku patahkan ?,Tapi kau sungguh tak punya rasa belas kasih terhadap para korban mu yang mengerang dan menangis di saar diri mu memotong -motong mereka..!"Bengis Le Le yang mengayunkan golok dengan beberapa kali gerak saja Juru Masak itu telah di mutilasi oleh Le Le.

__ADS_1


"Aduh.."Keluh Lan Jing Yi yang mengerang sakit di bagian tubuhnya dan tergeletaklah gadis itu di atas lantai dapur rumah makan dan penginapan pintu masuk ke Kota Hijau.


"Le Le ,cepat kau rapikan dapur ini ,"Perintah Li Xiao Feng yang cepat menolong Lan Jing Yi dan memindahkan gadis itu ke kamar penginapan di lantai dua dari rumah dan penginapan itu.


Le Le melakukan perintah Li Xiao Feng dengan amat tangkas dan terampil sekali sehingga dapur itu kembali normal serta Le Le juga berubah cara penampilannya menjadi Juru Masak pengganti Si Pemilik rumah makan dan penginapan itu.


"Bagaimana gadis ini bisa mengalami keracunan empedu katak bintik hitam?"Pikir Li Xiao Feng.


Li Xiao Feng memeriksa kondisi fisik Lan Jing Yi dengan cermat.


"Mungkin dia salah makan sesuatu di hutan usai kita tinggalkan dia di sana."Kata Lao Yan yang datang membawakan semangkuk obat ramuan herbal yang dapat menyembuhkan Lan Jing Yi.


"Terimakasih,Lao Yan ," Jawab Li Xiao Feng yang menerima mangkuk obat itu dan meminumkannya ke mulut Lan Jing Yi.


Lan Jing Yi tersedak sesaat lalu gadis itu sadar dari pingsannya dan menemukan Li Xiao Feng di hadapannya sedang membungkuk untuk memberi dirinya minum obat.


"Li Xiao Feng ,kaukah ini yang sudah menolongku dan merawat ku?"Tanyanya terharu kepada Li Xiao Feng.


"Hik hik hik..Kau sungguh jahat sekali kepadaku."


Gadis itu menangis tersedu -sedu di tempat tidur.


"Hai ,kalau aku jahat kepadamu tak mungkin aku menolong mu seperti sekarang yang aku lakukan untukmu ,bocah ."Kata Li Xiao Feng menepuk dahi Lan Jing Yi kasar sampai gadis ini pingsan lagi.


"Guru..Kau mengobatinya tapi sekarang kamu itu membuatnya terluka lagi..?!"Li Bing Han terheran -heran terhadap Gurunya.


"Eii ,Aku tak sengaja menotok urat di kepalanya sampai dia pingsan lagi..Ah sudahlah biarkanlah saja dia tidur sampai kesadaran jiwanya kembali normal."Kata Li Xiao Feng ringan sekali lalu Li Xiao Feng keluar dari rumah penginapan.


"Tuan Besar Li..!"Seruan Chen Chen dari arah yang sangat gelap di luar rumah penginapan.

__ADS_1


"Chen ,apakah kamu sudah menemukan para roh yang menjadi para korban kekejaman Juru Masak sinting itu?"Tanya Li Xiao Feng begitu Chen Chen sampai di depannya.


"Sudah..Lihatlah mereka di dekat kakus di ujung barat rumah penginapan ini yaitu di dekat makam yang tak ada namanya di ukiran batu nisannya."


Jawab Chen Chen yang segera memandu Li Xiao Feng untuk menemui para roh yang bentuknya tak wajar.


Para roh itu bergelimpangan di rumput -rumput di dekat kakus yang sangat busuk aromanya sampai Li Xiao Feng mual dan muntah berkali -kali sampai Le Le memberinya penutup hidung dan mulut dari topeng buatan Le Le.


"Ini topeng semut rangrang raksasa,Le Le."Kata Li Xiao Feng yang wajahnya tertutup topeng gambar semut merah hutan yang sangat ganas dan juga berracun bila tersengat serangga satu itu.


"Ya, maafkan Aku ,Tuan Besar Li..,Aku cuma bisa membuatkan topeng dari bahan dasar semut saja karena Aku Ratu Semut."Kata Le Le dengan muka bersalah yang lugu kepada Li Xiao Feng.


"Ah ,sudahlah..Aku tak ada waktu untuk bicara tentang dunia semut mu..,"Kata Li Xiao Feng tak tega memarahi semut betina yang kadang sangat ceroboh itu.


Para roh yang tak wajar itu meratapi nasib naas mereka yang sudah tak ada badan lengkap lagi.


"Tak perlu meratapi nasib kalian lagi karena nasib kalian semua sudah di tuliskan sesuai karma yang kalian perbuat di masa kehidupan kalian di masa lalu ,dan sekarang kalian hanya perlu minta maaf kepada langit dan bumi untuk menerima kalian di alam akhirat untuk jiwa kalian tenang dan damai lalu kalian bida jalani reinkarnasi di kehidupan yang baru."Kata Li Xiao Feng bersungguh hati dan serius untuk membantu para roh itu mendapatkan ketenangan dan kedamaian jiwa.


"Tuan Li ,bagaimana cara kami untuk minta maaf kepada langit dan bumi ?Lihatlah kami tidak ada lagi raga yang lengkap seperti dirimu yang sangat sempurna dengan wajah dan tubuh yang bernilai sangat tinggi harga jualnya."Kata roh yang telinga kananya putus meleletkan lidahnya kepada Li Xiao Feng seraya melotot kagum dengan keindahan Li Xiao Feng.


"Hmmmm pintar sekali kau memuji ku dengan kau berkata aku memiliki wajah dan tubuh yang amat bernilai sangat tinggi harga jualnya ,"Kata Li Xiao Feng membanggakan dirinya dengan jeraminya menyentuh relung wajahnya yang tertutup topeng semur rangrang.


Le Le dan Chen Chen membalikkan tubuh mereka ke belakang dan menjulurkan lidah mereka usai mendengarkan ucapan sombong Li Xiao Feng yang membanggakan ketampanan yang di miliki pria abadi itu.


"Hei ,kalian berdua jaga kesopanan kalian dan di larang mengejek ku di belakang ku,"Tegur Li Xiao Feng menepuk bokong kedua gadis siluman itu dengan kayu nisan hingga keduanya terjerembab menembus makam yang tak ada namanya itu.


Blushh..!!


"Kyaaa...!!Maafkan kami berdua ,Tuan Li..!!"Teriak keduanya serentak begitu kepala mereka masuk ke makam yang tak ada nama ,lalu mereka kaget melihat sosok yang duduk manis di atas sebuah peti jenazah yang sudah lapuk dan berlubang -lubang akibat di makan waktu.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2