
Sementara Li Xiao Feng mengemban tugas di Kekaisaran Ching sebagai Menteri Tata Usaha Chen Xiao Feng yang memiliki tiga orang istri dan dua orang putri yang di kasihi nya.
Di tempat lain ada masalah di dalam proses kelahiran kembali Tian Xin yang seharusnya lahir sebagai Pangeran Wei Hao Ren di Kekaisaran Hui melalui rahim Ratu Yehonala terjadi suatu hal yang diluar dugaan Li Xiao Feng.
" Gelombang apakah ini yang telah menghalangi ku untuk reinkarnasi tak langsung?" Tanya Tian Xin yang rohnya terombang-ambing di dalam lubang reinkarnasi.
Jawaban dari pertanyaan Tian Xin adalah suatu hal diluar perkiraannya yang awalnya Ia pikir dia akan masuk ke dalam rahim wanita manusia di Kekaisaran Hui. Namun, siapa sangka ada roh lain yang lebih dahulu masuk ke tubuh bayi di rahim wanita suku Hui itu sebelum dirinya.
Ia terseret ke sebuah cahaya yang bersinar di seluruh tubuhnya dan ketika Ia membuka kedua matanya ternyata dirinya ada di dalam raga atau tubuh seekor burung rajawali emas raksasa.
" Aku menjadi seekor burung rajawali emas di kehidupan ku yang baru. " Kata Tian Xin yang kini beterbangan ke seluruh wilayah daratan besar dan hinggap di sebuah pulau yang sangat indah dengan ratusan ribu bunga persik.
" Kakak Rajawali Emas kau sudah kembali ke pulau persik? Wah, aku senang sekali. " Seru anak laki-laki usia enam tahun yang tinggal di pulau itu sambil memeluknya.
" Kau siapakah, nak?" Tanya Tian Xin memakai paruhnya membelai kepala anak kecil itu.
" Aku Chen Shi Lei murid tunggal dari bibi Wen Li Sa. " Jawab Chen Shi Lei anak kecil itu dengan suara sebening embun pagi kepada Tian Xin.
" Anak ini bukanlah seorang anak biasa karena aku melihat adanya cahaya keemasan di tubuh nya. Siapakah dia yang sebenarnya di masa lalu nya?" Pikir Tian Xin.
" Aku tak tahu siapa aku, Kakak Rajawali Emas. Aku cuma mau kamu selalu ada untuk temanku seumur hidupku. " Kata Chen Shi Lei yang tak di duga oleh Tian Xin bahwa anak kecil itu dapat mendengar suaranya.
__ADS_1
" Kau bisa mendengar suara ku ?" Tanya Tian Xin heran kepada Chen Shi Lei.
" Iya, Aku bisa mendengar suara mu, Kakak Rajawali Emas. " Jawab Chen Shi Lei tersenyum ramah kepada Tian Xin.
"Sungguh luar biasa sekali kamu , nak. " Kata Tian Xin menggelengkan kepalanya yang penuh bulu emas yang indah.
Hari demi hari berlalu begitu cepat sampai tak menyadari bahwa waktu untuk anak kecil itu tumbuh telah berlalu bagai kilasan saja yang menandakan bahwa Tian Xin telah berada di tubuh burung rajawali emas selama sepuluh tahun di dunia manusia.
" Kakak Rajawali Emas, aku sudah tumbuh remaja sekarang dan Aku mempunyai keinginan untuk aku bisa melihat dunia luar dari pulau ini tetapi aku tidak tahu caranya," Kata Chen Shi Lei pada suatu hari di hari ulang tahunnya yang ke enam belas tahun kepada Tian Xin.
" Kau tunggulah dengan sabar untuk mencapai cita-cita mu itu. " Kata Tian Xin dengan lembut.
" Sampai kapankah aku harus bersabar untuk menunggu kepulangan Bibi Wen Li Sa yang tak bisa ku duga kapan Ia akan pulang dari misi -misinya ke pulau persik ini?" Tanya Chen Shi Lei sambil melamun di dahan pohon bunga persik di tepi pantai di suatu siang hari.
" Kau selamatkanlah mereka sebagai cermin hati seorang anak manusia yang berbudi luhur. " Kata Tian Xin yang memberikan saran kepada Chen Shi Lei.
Chen Shi Lei melayang dengan berjalan di air laut menuju ke kapal laut mewah yang terbakar lalu dengan sigap. Anak ini menyelamatkan seorang wanita yang nyaris tewas terpanggang api di dalam kapal laut. Lalu, Chen Shi Lei pun membawa wanita itu ke pulau persik.
" Anak baik, terimakasih atas pertolonganmu itu kepada ku. " Kata wanita itu yang mengakui dirinya berasal dari Istana Kekaisaran Tang dan bergelar sebagai Permaisuri Ling kepada Chen Shi Lei.
" Sama-sama, Nyonya. " Jawab Chen Shi Lei.
__ADS_1
" Anak baik Siapakah namamu ?Dimanakah orangtua mu? Apakah kau tinggal seorang diri di pulau ini?" Tanya Permaisuri Ling yang merasa iba kepada Chen Shi Lei.
" Namaku Chen Shi Lei, aku tak punya orangtua dan aku hidup seorang diri di pulau persik. " Jawab Chen Shi Lei jujur.
" Ah, kasihan sekali kamu. "Kata Permaisuri Ling yang memeluk hangat Chen Shi Lei.
" Ling, siapakah dia yang kamu peluk itu?" Tiba-tiba datang seorang pria berpenampilan ala bangsawan ternama bersama sekelompok orang di belakang nya yang mengikutinya turun dari sebuah kapal laut mewah lainnya.
" Yang Mulia. Dia adalah seorang penyelamat ku dan aku mempunyai keinginan untuk kamu bisa mewujudkan nya. " Jawab Permaisuri Ling yang tak ingin berpisah dari Chen Shi Lei dengan rasa hati yang membingungkan wanita itu kepada Kaisar Tang.
"Hmm, apa itu keinginan mu? " Tanya Kaisar Tang yang memang menyukai Chen Shi Lei di karenakan suatu hal yang tak pernah di mengerti olehnya.
" Aku ingin mengadopsinya sebagai putra kita di Istana Tang, Yang Mulia. " Jawab Permaisuri Ling dengan penuh harapan kepada Kaisar Tang.
" Baiklah, aku wujudkan dengan syarat anak itu tutup rahasia bahwa dia adalah anak adopsi kita di seluruh orang di Kekaisaran Tang. Dan, mulai hari ini namanya adalah Tang Shi Lei." Kata Kaisar Tang dengan nada serius kepada Istrinya, seraya menatap lurus ke arah Chen Shi Lei.
" Wah, ini adalah waktu yang tepat untuk mu bisa melihat dunia luar dari pulau persik mu, Chen Shi Lei. Kau harus mengambil kesempatan ini yang tak pernah bisa terjadi dua kali kepadamu. " Kata Tian Xin memberikan dukungan kepada Chen Shi Lei.
" Baiklah, aku bersedia untuk menjadi putra mereka dengan satu syarat yaitu kau juga harus ikut untuk menemani ku berpetualang di dunia luar pulau persik ku ini. " Kata Chen Shi Lei yang akhirnya tercapai juga cita-citanya itu.
Tian Xin hanya menemani anak itu sampai anak itu tiba di Istana Kekaisaran Tang dan menjadi putra tunggal Kaisar Tang. Lalu, Tian Xin terbang ke arah timur laut dan bertemu dengan seorang Dewa Langit yang sedang mencari mutiara nya yang hilang di sekitar wilayah ini.
__ADS_1
" Dewa, kau sedang mencari apakah di dunia manusia?" Tanya Tian Xin yang mengejutkan Dewa Langit itu.
Bersambung..