
Tian Xin menyanggah Li Xiao Feng yang terlihat olehnya telah mengalami luka pada penglihatan dari gurunya itu namun sang guru selalu terlihat tenang dan baik-baik saja di hadapan semua orang di sekitar gurunya.
" Guru, apakah kamu bisa melihat aku? " Tanya Tian Xin kepada Li Xiao Feng melalui ilmu pikiran alam semesta yang membuat hanya dirinya dan Li Xiao Feng yang bisa mendengar suara pikiran nya.
" Tian Xin, aku tak dapat melihatmu dan mereka akibat cidera pada sepasang mataku yang alami sinar emas dari para pasukan siluman kelinci emas yang gunakan segel penghalang batin vampir...! " Jawab Li Xiao Feng dalam pikirannya kepada Tian Xin.
" Oh, Guru. Aku akan mengobati mu dengan pil mata Dewa langit ku..! " Kata Tian Xin kepada Li Xiao Feng seraya menatap langsung sepasang mata Li Xiao Feng yang tampak kabur dan penuh kabut hitam lalu cahaya terang menembus bola mata Li Xiao Feng yang kemudian mengeluarkan darah hitam dari kedua kelopak matanya lalu Li Xiao Feng dapat melihat kembali.
" Tian Xin, aku bisa melihat kalian kembali. " Kata Li Xiao Feng tersenyum terimakasih kepada Tian Xin.
" Guru, sama-sama.. Aku sangat menyayangi mu karenanya aku selalu akan menjagamu dalam segala hal yang akan mencelakai dirimu..! " Kata Tian Xin kepada Li Xiao Feng seraya memeluk gurunya dengan kasih sayang.
" Ayah.. Kamu tak apa-apa kan? Aku sangat mencemaskan mu..! " Kata Li Wei Shiang yang menangis dengan memeluk erat Li Xiao Feng.
" Putriku sayang, jangan khawatir karena ayah mu selalu baik-baik saja dan selalu hebat dalam segalanya..! " Kata Li Xiao Feng memeluk putri kesayangannya dengan sangat erat sekali.
Dewa pelacak Ren Jia Lun membuka pintu istana awan dan embun musim panas dengan pedangnya yang sangat terang benderang yang mengeluarkan sinar hijau.
Crashhhhh!
" Mari kita temui Putri Chao Ying si pengkhianat yang harus kita habisi...! " Kata Li Wei Shiang yang sudah marah untuk membalas dendam kepada ibu tirinya itu.
Putri Chao Ying telah menanti mereka di aula utama istananya dengan pedangnya yang telah berada di udara di depan wanita muda yang tersenyum sinis kepada Li Wei Shiang.
" Kau bocah perempuan apakah kamu sanggup mengalahkan aku yang masih berstatus ibu tiri mu..! " Kata Putri Chao Ying yang meluncurkan pedangnya yang melayang ke arah Li Wei Shiang dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Swooosh!
Li Wei Shiang melompat dengan kedua tangan ke depan sehingga pedang ibu tirinya tertahan di udara lalu bergerak mundur kembali ke ibu tirinya.
Swing!
Li Wei Shiang menyerang dengan kedua tangan ke arah Putri Chao Ying yang menangkisnya dengan ilmu siluman kelinci emas yang hampir membahayakan keselamatan Li Wei Shiang.
Plak!
" Ahhh..! " Jerit Li Wei Shiang yang terkena sinar yang menyilaukan kedua matanya dan hampir terbanting di tanah jika tak ada Wu Lei yang telah menangkapnya.
" Wei Shiang, hati-hatilah..! " Kata Wu Lei yang menurunkan kekasihnya di tanah dengan aman.
" Makhluk hina berani kau menyerang putriku..! " Hardik Li Xiao Feng yang sudah melesat dengan kedua tangan menyerang Putri Chao Ying yang segera menangkisnya dengan pedangnya yang mengeluarkan sinar emas yang di kiranya dapat membuat sepasang mata Li Xiao Feng menjadi buta.
Whussh!
Blaar!
Dewa pelukis Li Xiao Xin membuat lukisan di udara ruang aula utama istana awan dan embun musim panas dengan kuasnya yang dapat gerak sendiri.
Sat, set, set..!
Blashh!
__ADS_1
" Wahhh... Ada sebuah istana yang amat gelap sekali di lukisan mu itu, Dewa Pelukis Li Xiao Xin?! " Kata Tian Xin kepada Dewa pelukis Li Xiao Xin di sisi kanan Dewa pelukis Li Xiao Xin.
" Ya, Yang Mulia. Lukisan ku ini adalah jalan masuk ke terowongan yang menembus ke arah barat Kekaisaran Hui..! " Kata Dewa pelukis Li Xiao Xin kepada Tian Xin yang mengamati lukisan tersebut dengan tertarik sekali.
" Yang Mulia, kami akan ikut anda untuk pergi ke arah barat Kekaisaran Hui..! " Kata Dewa Pelacak Ren Jia Lun, Li Wei Shiang, Wu Lei, Wu Song, Xiao Hong, dan Xian Mei Hua serta Wen Baoning dengan serentak kepada Tian Xin.
" Aku juga, Tian Xin. Aku tak akan pernah bisa membiarkanmu menempuh perjalanan yang berbahaya untuk mu yang di takdirkan untuk menjadi seorang penguasa alam semesta kami..! " Kata Li Xiao Feng yang telah meraih Putri Shiu Chiu isterinya dan kedua orang anak nya yang bernama Li Zhao Min dan Putri Li Zi Lan yang kini tumbuh menjadi dua orang gadis kecil yang memiliki kekuatan hebat seperti dirinya.
" Guru, mereka berdua masih anak -anak kecil yang belum bisa ikut pergi bersama dengan kita di tempat yang berbahaya bagi keselamatan mereka..! " Kata Tian Xin kepada Li Xiao Feng dengan nada cemas untuk kedua orang putri kecil Li Xiao Feng.
" Mereka berdua adalah putri -putri ku yang telah menelan pil energi jiwa makhluk abadi alam semesta dariku dan mengenai Shiu Chiu dia ini adalah istri ku yang telah menjadi pasangan abadi ku selain Tian Lan adik mu yang saat ini terpengaruh hawa iblis dari Kaisar Iblis Bumi..! " Kata Li Xiao Feng yang menunjukkan wajah pucat istri dan kedua orang anaknya yang lain selain Li Wei Shiang kepada Tian Xin.
" Baiklah, guru. Mari kita pergi ke arah barat Kekaisaran Hui untuk mendapatkan kembali pedang naga siluman yang terkurung di tempat tersembunyi di wilayah barat Kekaisaran Hui..! " Kata Tian Xin kepada Li Xiao Feng sebelum Ia melompat masuk ke lukisan yang di buat oleh Dewa pelukis Li Xiao Xin.
Blasssh!
Bruak!
Li Xiao Feng dan yang lainnya tiba di kedua sisi Tian Xin di dalam lukisan milik Dewa pelukis Li Xiao Xin.
" Berikan cahaya untuk penerangan jalan bagi kita berdua..! " Kata Tian Xin kepada yang lainnya.
Xian Mei Hua memberikan pelita bunga persik langit kepada Tian Xin yang memberikan pelita bunga langit milik Xian Mei Hua kepada Li Xiao Feng yang memegang pelita tersebut.
Mereka mengikuti langkah Dewa pelacak Ren Jia Lun yang memandu jalan mereka di sepanjang jalan di terowongan yang sangat panjang dan sempit.
__ADS_1
" Perhatikan baik-baik apakah kalian mendengar suara sesuatu yang merayap di tiap jalan di depan kita..! " Kata Li Xiao Feng yang mendengar suara tersebut lebih dahulu daripada yang lainnya.
Bersambung!