Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Menerjang Lautan Iblis Di Alam Iblis Bumi.


__ADS_3

Tian Xin mengernyitkan dahinya menatap Wu Bai yang terperanjat kaget melihat dirinya berada di depan sepasang mata Wu Bai yang segera melompat turun dari ranjang di ruang rumah hiburan di era Dinasti Ming.


" Yang Mulia, maafkan hamba yang terpengaruh oleh keduniawian yang membuat hamba jatuh ke dunia percintaan dengan gadis-gadis manusia di era Dinasti Ming semenjak hamba terjebak di era Dinasti Ming. " Kata Wu Bai dengan suaranya yang bergetar karena takut kepada Tian Xin.


" Hmm, sekarang kamu sudah bertemu dengan aku, maka kamu harus ikut aku ke dunia Iblis bumi untuk bergabung dengan Guru Li dan yang lainnya dalam misi membasmi Kekaisaran Iblis Bumi. " Kata Tian Xin yang menyambar Wu Bai dengan cepat lalu lenyap dari era Dinasti Ming dan muncul di dekat Li Xiao Feng.


" Astaga, Tian Xin kau mengagetkan aku dengan kemunculan mu yang secara tiba-tiba seperti ini. " Kata Li Xiao Feng yang melihat rajah langit di kening Tian Xin dengan tatapan matanya agak gusar juga namun sikap Li Xiao Feng tetaplah tenang.


" Maaf, Guru. Saya baru kembali kepada Guru dan yang lainnya setelah saya telah berhasil memiliki tinta emas langit di tubuh saya dari bimbingan Kaisar Matahari Alam Semesta dan menyelamatkan Wu Bai yang terjebak di dunia manusia di era Dinasti Ming. " Kata Tian Xin dengan sikap hormat kepada Li Xiao Feng.


" Syukurlah, Tian Xin. Yang terpenting adalah kita telah berhasil membuat kapal selam untuk kita pergi ke kota Kekaisaran Iblis Bumi yang berada di dasar lautan Iblis Bumi. " Kata Li Xiao Feng dengan senyum cerah kepada Tian Xin muridnya yang tersayang.


" Yang Mulia, silakan anda menulis kata kapal selam dan jubah emas di atas kertas lukisan Hamba. " Kata Dewa pelukis Li Xiao Xin kepada Tian Xin yang berdiri di dekat Xian Mei Huan dan Lung Er.


" Ya, Dewa pelukis Li Xiao Xin. " Kata Tian Xin yang segera menulis kata kapal selam dan jubah emas langit di atas lukisan milik Dewa pelukis Li Xiao Xin yang di letakkan di tanah tepi pantai lautan Iblis Bumi.


Jari tangan Tian Xin mengeluarkan sebuah kapal selam dan jubah emas langit dari dalam lukisan milik Dewa pelukis Li Xiao Xin yang berdiri tegak di pantai lautan Iblis Bumi.

__ADS_1


" Cepatlah kita semua pakai jubah emas langit itu dan naik ke kapal selam untuk kita menerjang dasar lautan Iblis Bumi. " Kata Li Xiao Feng yang merasa bahwa waktu mereka untuk menerjang dasar lautan Iblis Bumi telah tiba, maka ia pun segera memerintahkan para sahabatnya untuk naik ke kapal selam dengan tubuh terbungkus jubah emas langit sebagai pelindung mereka di dasar lautan Iblis Bumi.


Lalu, mereka semua masuk ke kapal selam yang langsung menenggelamkan diri di dasar lautan Iblis Bumi hingga mereka semua dapat melihat pintu gerbang utama ke dalam Kekaisaran Iblis Bumi.


" Lihat dunia di dasar lautan Iblis Bumi berbeda dengan dunia di dasar lautan manusia dan alam lainnya. " Kata Li Wei Shiang yang melihat alam dasar lautan Iblis Bumi dari kaca jendela di kapal selam mereka. Gadis cantik jelita itu tak pernah berhenti terpekik kaget lihat banyaknya sosok Iblis Bumi yang beranekaragam di dasar lautan Iblis Bumi yang tak bisa menembus kapal selam mereka yang terlindung oleh tinta emas langit dari tulisan tangan Tian Xin.


" Ya, kita harus membunuh mereka supaya kita tak ada lagi penghalang untuk kita menerobos masuk ke Kekaisaran Iblis Bumi. " Kata Li Xiao Feng yang memberikan arahan kepada yang lainnya untuk jalan mereka ke Kekaisaran Iblis Bumi bisa lebih cepat dan mudah.


" Hmm, salah satu dari kita harus menerjang keluar dari kapal selam dan membantai mereka semua. " Kata Wu Lei yang sudah mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang dengan sikap gagah perkasa.


" Kita tak perlu mengeluarkan tenaga banyak untuk menghabisi mereka, Wu Lei. Kita cukup dengan mengandalkan tulisan tangan Tian Xin yang menulis kata'musnahkan ' maka mereka semua akan musnah semuanya dalam waktu singkat. " Kata Li Xiao Feng yang memberikan tugas untuk membantai para Iblis Bumi di dasar lautan Iblis Bumi di pintu masuk ke Kekaisaran Iblis Bumi kepada Tian Xin.


Duar!


Ledakan terjadi di dasar lautan Iblis Bumi yang telah membantai para Iblis Bumi dengan hanya menulis kata'musnahakan ' dari jari tangan Tian Xin.


Tian Xin menulis kata'buka ' ke arah pintu masuk ke Kekaisaran Iblis Bumi dengan tatapan mata nya saja yang mengeluarkan sinar keemasan yang menghancurkan pintu masuk ke arah Kekaisaran Iblis Bumi.

__ADS_1


Werr!


Blaaar!


" Tian Xin cepatlah kau masuk ke kapal selam kita sebelum hawa Iblis Bumi masuk ke jiwa mu dan merusak kebaikan hatimu yang sudah lama kamu kumpulkan untuk kamu bisa kembali ke Alam langit sebagai Kaisar Langit. " Kata Li Xiao Feng dengan suara halus kepada Tian Xin yang segera mematuhi nasihat gurunya.


Tian Xin terlihat dingin dan tak ada senyuman welas asih di bibirnya yang biasanya tersenyum ramah kepada setiap orang di sekitarnya sampai Li Xiao Feng meremang melihat perubahan yang telah terjadi pada diri Tian Xin.


" Celaka, pengaruh dunia di dasar lautan Iblis Bumi telah merasuki jiwa Tian Xin. " Kata Li Xiao Feng di dalam hatinya.


" Guru, aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir kepadaku. " Kata Tian Xin dengan sikap hormat kepada Li Xiao Feng yang menganggukan kepala untuk menenangkan hati dan pikirannya yang berkaitan erat dengan perubahan pada diri Tian Xin.


Tian Xin mengalihkan perhatian kepada kota Kekaisaran Iblis Bumi yang telah terlihat dari kapal selam mereka yang menembus sebuah bangunan megah yang memiliki aura Iblis yang amat pekat.


" Inilah Kota Kekaisaran Iblis Bumi yang harus kita hancurkan secepatnya! " Kata Dewa pelukis Li Xiao Xin kepada yang lainnya yang segera mempersiapkan diri mereka untuk keluar dari kapal selam dan menghadapi para pasukan dari Kekaisaran Iblis Bumi.


" Ya, tapi kalian harus tetap memakai jubah emas langit untuk melindungi diri kalian dari aura Iblis Bumi yang sangat besar di dunianya di bandingkan dengan Iblis Bumi itu berada di dunia lain. " Kata Li Xiao Feng yang mengatur strategi untuk Tian Xin dan yang lainnya sebelum mereka menerjang keluar dari kapal selam.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2