
Li Bing Han melompat begitu cepat menyelam ke dasar air laut lepas untuk pelatihan dirinya sesuai petunjuk Li Xiao Feng Gurunya yang menunggu di tepi pantai laut bagian barat Kekaisaran Deng.
Byurrr...!!
Keahlian berenang Li Bing Han sangat fantasis di usianya yang masih sangat belia sekali itu namun Ia merupakan anak didikan langsung dari seorang sakti seperti Li Xiao Feng yang sangat terkenal di dunia persilatan dengan julukan Dewa Api.
Di dasar laut ,Li Bing Han yang konsentrasi untuk menangkap seekor gurita raksasa yang berada di hadapannya dengan sejumlah kaki yang menjulur ke arah Li Bing Han.
Wushh..!!
Li Bing Han dengan gesit sekali menyelinapkan diri di antara kaki -kaki gurita lalu dengan pedang naga siluman yang sangat tajam membuat gurita silau dan pingsan.
"Mudah sekali menangkap mu ,Tuan Gurita."Kata Li Bing Han yang menarik keluar gurita dari dasar laut dan melemparkannya ke pantai di dekat Li Xiao Feng.
Wutt..!!
Bruakkk...!!
Li Xiao Feng mendekati gurita dengan kuku tajam membelah gurita dan mengeluarkan jantung milik gurita itu dan kemudian terlihatlah sebutir mutiara bening yang di ambil Li Xiao Feng untuk Li Bing Han.
"Han Er,kemarilah dan kau telanlah pil lintah es ini untuk menyempurnakan ilmu kesaktianmu."Kata Li Xiao Feng memandang tengah lautan melihat Li Bing Han bermain -main dengan sekumpulan ikan hiu raksasa dengan tawa gembira di wajah murid kesayangannya itu.
"Ya,Guru..!"Sahut Li Bing Han meluncur keluar dari lautan dan tiba di samping Li Xiao Feng dengan hanya satu kali lompatannya saja.
Li Bing Han menelan pil lintah es dan tergeletaklah anak itu di pantai.Li Xiao Feng mengerahkan ilmu pikirannya untuk memanggil jiwa Tian Xin yang ia cari selama lima tahun ini.
"Tian Xin di manakah dirimu berada selama lima tahun ini?Ayo ,pulanglah kepada ku Guru mu."Kata Li Xiao Feng dengan suara vampirnya yang sangat mencekam dunia.
Di kapal laut milik Adipati Ching.
Tian Xin tersentak kaget seketika itu juga karena suara yang sangat menyeramkan telah terdengar memanggil -manggil dirinya.Ada sesuatu yang sangat luar biasa kuat menariknya dari kapal laut milik Adipati Ching.
__ADS_1
Dirinya terombang -ambing di antara kabut putih di dalam penglihatannya.Ia menemukan serpihan 17.999 dirinya berkumpul mengelilingi dirinya dan Ia harus membaur dengan seluruh jiwanya yang lain.
"Aku harus bersatu untuk diriku adalah milik aku seutuhnya."Katanya tegas.
Lalu dirinya menembus 17.999 dirinya yang lain dan berputarlah menjadi satu -satunya di dalam dirinya sendiri.Ia pun mengenali Li Xiao Feng yang tersenyum welas asih di balik wajah dingin itu.
"Guru Li.."Panggilnya senang sekali.
"Heem..Masuklah ke tubuh Li Bing Han.."Kata Li Xiao Feng menjulurkan kedua lengan dengan jari -jari runcing dan tajam ke depan serta tatapannya itu merah dan liar serta ganas bukan main.
"Iya,Guru."Jawab Tian Xin menembus masuk ke raga Li Bing Han.
Li Xiao Feng menggerakkan kepalanya ke arah lautan lalu menjeburkan dirinya ke lautan untuk Ia dapat meminum darah ikan hiu raksasa yang tak pernah mengira akan di terkam makhluk abadi itu.
Gluk,gluk,gluk..!!
Sorotan mata Li Xiao Feng berubah putih ,bersih dan lembut kembali serta senyumannya dan juga wajah berseri -seri kembali usai dahaganya hilang setelah mengerahkan ilmu pikiran dan suara asli Sang Kaisar Vampir Sejati nya untuk memanggil pulang Tian Xin yang berkelana selama lima tahun tanpa di ketahui Li Xiao Feng yang mencemaskan muridnya itu.
"Han Er,di mana Guru mu ?Kenapa kamu bisa ada di tepi pantai lepas barat Kekaisaran ku?"Tanya Wu Ji membantunya untuk duduk di pasir dan Wu Ji juga memberinya makan bakpao rasa kacang ijo kesukaannya.
"Tidak tahu ,tadi sih Guru berada di dekat saya."
Sambil mengunyah bakpao nya ,Li Bing Han telah menjawab Wu Ji.
"Kakak Han..!!"Seruan Wen Qing dan Wen Chao dari arah dalam hutan terdengar sebelum kedua anak perempuan itu menampakkan diri mereka di hadapan Wu Ji yang berkaca-kaca kedua matanya merindukan anak -anak itu.
"Qing Qing ...,Chao Chao..!!"Panggil Wu Ji serak.
"Ibu Asuh..!!"Panggil kedua anak perempuan itu berlarian dan masuk ke pelukan Wu Ji yang mulai menangis rindu sekali dengan anak -anak asuh Li Xiao Feng.
"Di manakah Ayah Asuh kalian ?"Tanya Wu Ji nada keibuan yang sangat di rindukan ketiga anak itu.
__ADS_1
"Di sana."Sahut ketiganya serempak menunjuk ke arah Li Xiao Feng yang berdiri di atas air laur dan mengerjapkan kedua matanya memandangi Wu Ji dan ketiga anak asuhnya yang saling berpelukan di pantai.
"Kemarilah kau."Panggil Wu Ji menggapai tangan ke arah Li Xiao Feng."Jangan lagi bertingkah kau tak menginginkan ku sebagai Istrimu yang sah dan mutlak karena aku tahu kau selalu berada di dekatku dengan sikap bodoh mu itu."Amarah dan rindu Wu Ji menjadi satu.
Li Xiao Feng melangkah perlahan -lahan dari laut menuju ke pantai dan tiba di depan Wu Ji yang memukulnya dengan kertas mantra pengusir roh atau hantu di dahinya.
"Kertas mantra pengusir roh atau hantu mu tiada berguna untuk menghadapi ku karena aku bukan roh atau hantu pinggiran yang milik level rendahan yang mudah takut terhadap kertas mantra mu itu Ratu Deng sinting."Kata Li Xiao Feng bergetarlah suaranya karena desiran kerinduan dirinya kepada Wu Ji.
Wu Ji tertawa renyah dengan berurai air mata di kedua pelupuk matanya mendengar perkataan Li Xiao Feng yang sangat menyebalkan baginya tapi juga sangat di rindukannya.Ia tak mempedulikan hal lain lagi.
Wu Ji merangkul Li Xiao Feng begitu erat lalu Wu Ji mencium bibir Li Xiao Feng begitu mesra sekali sampai Li Xiao Feng membelalakkan kedua mata dengan kaget.
"Kau berani mencium ku?"Tanya Li Xiao Feng yang merasakan kelembutan bibir Wu Ji di bibirnya.
"Ya."Jawab Wu Ji mencium kembali sampai Li Xiao Feng tak sanggup menahan desiran lidah Wu Ji di rongga mulutnya dan gigi -giginya yang tajam namun anehnya dia menakutkan Wu Ji.
"Kau berani memainkan mulutku yang baru saja mengunyah ikan hiu raksasa yang darahnya telah ku sedot habis ke dalam tubuhku?"Tanya Li Xiao Feng merapatkan mulutnya karena Wu Ji mulai mencium rahangnya.
"Ya."Jawab Wu Ji memandangnya tajam sekali tanpa rasa takut sedikitpun.
"Kami yang takut melihat kalian berdua saling menggigit satu sama lainnya."Kata Li Bing Han dan kedua adiknya yang baru di sadari oleh Wu Ji dan Li Xiao Feng tentang kehadiran anak -anak itu di dekat dirinya dan Wu Ji.
Wu Ji terkekeh menutup mulutnya dengan sehelai saputangannya dan Li Xiao Feng menjewernya dengan mimik jengkel serta melirik anak -anak itu yang kabur darinya.
"Kalian bertiga awas ,ya ?!"Ancamnya gemas pada ketiga anak asuhnya yang berlarian ke arah Istana Kekaisaran Deng .
"Emm..Apakah kau tak ingin merasakan darah ku yang mungkin dapat meningkatkan ketajaman mu untuk menggoyak dunia dengan cara mu sendiri yang selalu memikirkan perdamaian dunia untuk kebahagiaan dunia?" Tanya Wu Ji lembut sekali di telinga Li Xiao Feng yang bergidik ngilu dengan suara Wu Ji.
"Aishh..Aku merasa ngilu dengar suaramu yang bagaikan burung merpati campuran gagak betina yang sangat menjemukan ku."Kata Li Xiao Feng.
"Ohya??Yuk,pulang."Kata Wu Ji menarik Li Xiao Feng untuk mengikuti larinya anak -anak asuh Li Xiao Feng ke arah Istana Kekaisaran Deng.
__ADS_1
Bersambung..!!