
Tian Xin merenungkan setiap perkataan yang baru saja di bahas oleh Putri Yin Hua untuk setiap misi yang harus di selesaikannya yakni haruslah miliki rasa kebijasanaan yang tinggi untuk misi dapat di selesaikan dengan sempurna dan sesuai yang di harapkannya.
" Yang Mulia ,kita sudah sampai di pinggir kota Bu di bagian selatan dari kota kecil itu." Lapor Wu Lei menariknya kembali dari lamunannya di sela -sela perjalanannya bersama dengan Wu Lei dan yang lainnya melalui perahu sederhana mengarungi sungai kecil luar Ibukota Kekaisaran Hu.
" Iya , Wu Lei." Jawab Tian Xin melompat ringan ke tepi sungai." Kita harus mencari makanan dan minuman dahulu sebelum kita melanjutkan misi kita di dalam kota Bu." Katanya seraya melihat ke segala arah penjuru kota Bu di bagian selatan.
" Di sana ada sebuah kedai teh , mari sebaiknya kita pergi ke kedai teh itu dahulu." Kata Li Wei Shiang yang berdiri di samping kanan Tian Xin.
" Iya, mari." Jawab Tian Xin segera mengajak yang lain menuju ke kedai teh yang sudah di lihat oleh Tian Xin dan yang lain.
" Wahh..Suasana alam di pinggir kota Bu memang sangat menarik untuk menyegarkan sepasang mata kita." Kata Wen Qiao dengan nada memuji begitu mereka telah duduk mengitari meja kayu persegi empat di kedai teh tersebut.
" Ya , ku dengar juga kota Bu merupakan kota kecil yang tak kalah menariknya dengan kota besar lain di barat selain kota Hang dan kota Zhou." Kata Wu Lei yang rupanya pemahaman nya dengan kota -kota di dunia manusia jauh lebih baik daripada Tian Xin selama ini.
" Wu Lei ,bukankah kau selama satu abad telah di kurung di penjara gunung Iblis Yuen ? Kenapa kau bisa mengenal kota -kota dunia manusia lebih baik daripada aku yang bebas ini ? " Tanya Tian Xin kepada Wu Lei yang mengambilkan cawan teh untuknya.
"Yang Mulia ,hamba bisa melihat segala yang ada di dunia manusia tanpa kesulitan meskipun diri hamba di kurung di penjara gunung Iblis Yuen sekitar satu abad lamanya. Namun , hamba ini sejenis Dewa naga merah pilihan yang pernah di niliki oleh Anda di dunia langit." Jawab Wu Lei nada begitu jujur kepada Tian Xin.
" Hmm begitukah ? " Tanya Tian Xin yang senyum kecil kepada Wu Lei.
__ADS_1
" Iya, Yang Mulia. Jika Anda masih belum yakin akan kemampuan diri hamba yang dapat melihat segala yang ada di dunia ini. Mari akan hamba buktikan kepada Anda melalui cawan air teh di tangan Anda." Jawab Wu Lei kepada Tian Xin dan menunjukkan kemampuannya melalui cawan air teh di tangan Tian Xin.
Blashh..!!
Tian Xin melihat berbagai jenis manusia yang ada di sekitar mereka di pinggir kota Bu dan juga yang berada di dalam kota Bu. Tian Xin bahkan dapat melihat Ching Mei Lan yang sedang membuatkan makanan dan minuman untuk makan siang bagi Pangeran Tang Ming Hu yang berbaring lemah dan tak berdaya di atas jerami di ruangan dalam rumah kosong bagian utara kota Bu.
" Wajah Tang Ming Hu tak ada warna darah." Kata Tian Xin memperhatikan wajah pucat kebiruan Tang Ming Hu.
Wu Lei berdiri dengan wajah panik." Yang Mulia kita harus segera menyelamatkan Tang Ming Hu sebelum dirinya berubah menjadi sosok vampir yang mengenaskan dan membahayakan bagi para manusia di sekitar nya." pria ini segera menarik Tian Xin berkelebat meninggalkan kedai teh itu.
Brrr..!!
" Hmmm..Baiklah Kak Lei." Jawab Li Wei Shiang yang membayarkan tagihan minum teh nya Tian Xin dan yang lain kepada pemilik kedai teh.
" Sekarang kita lanjutkan perjalanan kita ke arah pintu keluar kota Bu." Kata Putri Yin Hua kepada Li Wei Shiang dan Wen Chao usai kedua gadis itu menghabiskan minuman teh mereka masing -masing.
Mereka bertiga menggunakan ilmu berlari cepat dengan ukuran ilmu mereka di kurangi sedikit agar mereka terlihat sedang berjalan santai oleh semua orang di sekitar perjalanan mereka itu.
" Hmm mereka bukan manusia biasa." Kata pria muda memakai pakaian ala rahib membawa tiga buah mangkuk warna emas hitam di atas telapak tangan kiri pria itu.
__ADS_1
" Guru Xi , salah satu dari ketiga orang gadis itu adalah putri kandung Li Xiao Feng dan kita harus berhati -hati untuk menghadapi gadis itu agar kita tidak mendapatkan teguran keras dan hukuman tegas dari Yang Mulia Kaisar Yuen yang ingin Li Xiao Feng tunduk kepada Beliau." Kata seorang gadis berwajah pria berjanggut tebal dan gadis ini membawa panji warna hitam di tangan kanannya.
" Adik Phing ,kau benar sekali. Kita harus hati -hati dalam menghadapi putri kandung Li Xiao Feng di dalam tugas penting kita ini dari Yang Mulia Kaisar Yuen berikan kepada kita berdua sebagai tangan kanan dan tangan kiri Beliau." Kata Rahib yang di panggil Guru Xi oleh gadis aneh itu.
Demikianlah mereka berdua secara diam -diam membayangi langkah ketiga gadis itu menuju ke pintu luar kota Bu dan mereka berdua juga diam -diam telah memasang perangkap untuk hadapi ketiga orang gadis itu dengan sebuah jaring tak terlihat di paviliun kecil yang menjadi tempat bagi ketiga orang gadis itu untuk menunggu Tian Xin dan Wu Lei datang kepada mereka bertiga usai Tian Xin dan Wu Lei menyelesaikan masalah Sang Pangeran Tang Ming Hu di kota Bu.
Wiiirrr...!!
Seerrr..!!
" Hati -hati..! "
Ketiga orang gadis memiliki perasaan yang peka dan tajam sekali untuk merasakan adanya suatu yang mencurigakan dan membahayakan akan datang kepada mereka.
Syuuttt..!!
Putri Yin Hua melesat cepat ke arah samping kiri di ikuti Li Wei Shiang dan Wen Chao yang tahu akan adanya bahaya yang akan mengancam diri mereka bertiga itu sehingga mereka bertiga dapat terhindar dari jaring tak terlihat dari jebakan dua orang anak buah Kaisar Iblis Yuen.
" Mereka sungguh gadis -gadis cerdas dan juga berbahaya. Kita harus segera menangkap mereka bertiga sebelum Tian Xin datang dan melihat aksi kita berdua terhadap para kekasihnya, dan hal ini bisa menggagalkan tugas kita kepada Yang Mulia Kaisar Yuen." Kata gadis berjanggut tebal kepada pria rahib yang mengangguk -angguk menyetujui pendapat gadis rekan kerjanya itu.
__ADS_1
Bersambung..!!