
Li Xiao Feng menghembuskan napasnya dengan berat untuk menahan rasa emosinya yang sudah ingin dia luapkan untuk membunuh Lan Jing Yi yang telah salah paham terhadap dirinya yang di kira orang yang telah menodai Lan Jing Yi.
" Jika bukan karena kau putri Lan Chi Keng yang menjadi sahabat manusia ku satu -satunya .Aku tentu sudah membakarmu saat itu juga." Kata Li Xiao Feng melalui tatapan matanya yang ganas.
Lan Jing Yi menundukkan wajahnya dengan sedih sekali karena Li Xiao Feng begitu dingin dan kasar kepadanya." Kak Feng ,tolong kau bersikap hangat kepadaku ." Pintanya menatap begitu lembut Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng mendengus sebal lalu mendiamkan gadis itu berjalan di bersama -sama dengannya.Li Bing Han menjilati gula -gulanya tanpa bicara di dekat keduanya ,dan yang lainnya mengekori juga tanpa bicara sedikit pun.
Mereka melihat -lihat suasana kota Hijau dengan santai seolah -olah mereka sedang tamasya di kota itu tetapi pandangan mata mereka terarah kepada gadis cantik yang sedang berjualan di sudut kota Hijau.
" Tuan-tuan dan Nyonya -nyonya silakan mampir untuk melihat barang dagangan yang saya jual ini yang berupa keramik -keramik yang sangat indah dan terjangkau harganya..!!" Teriak gadis cantik itu yang memeluk guci keramik di kedua tangannya.
" Berapa harga guci keramik gambar daun Yangliu itu ?" Tanya seorang pria bangsawan berwajah lembut dan tampan kepada gadis penjual keramik.
" 50 keping perak saja ,Tuan." Jawab gadis itu.
" 50 keping perak ?Sungguhkah ? " Tanya pria itu.
" Ya sungguh Tuan guci keramik gambar daun Yangliu ini seharga 50 keping perak." Jawab gadis itu bersungguh -sungguh.
" Baik ,aku beli guci keramik mu itu ," Kata pria itu membayar guci keramik yang di inginkannya pada gadis penjual guci keramik itu.
Sesudah pria itu pergi sambil membawa guci itu.Li Xiao Feng mengangkat alisnya sedikit karena Li Xiao Feng mendengar suara tangisan yang sangat memilukan dan berasal dari guci keramik yang di beli pria muda bangsawan itu.
" Xiao Xiao kah yang telah terkurung di dalam guci keramik gambar daun yangliu itu ?" Tanya Li Bing Han menjatuhkan gula -gulanya di tempat sampah di dekat jembatan.
" Ya ,itu Xiao Xiao ." Jawab Li Xiao Feng menyentil batu kerikil dengan kekuatan yang sangat tangkas ke guci keramik yang di bawa pria bangsawan itu yang sudah menyeberangi jembatan sungai dalam kota Hijau.
Cring..!!
__ADS_1
Pranggg...!!
" Aduhh...!! Kenapa guci ini bisa pecah tanpa aku memegangnya begitu kencang ?" Pria itu bingung sendiri melihat guci keramik yang baru saja dia beli dari gadis penjual guci keramik di sudut kota Hijau itu telah pecah dan berhamburan di jalan.
Sosok seorang gadis kecil yang amat cantik jelita dan manis sekali telah berdiri di samping pria itu yang sama sekali tak dapat melihat adanya gadis kecil di dekatnya.
" Xiao Xiao...!! " Panggil Li Bing Han dalam bahasa roh kepada gadis kecil itu.
" Kakak Han..!!" Panggil Xiao Xiao roh gadis kecil yang cantik jelita itu berlari ke arah Li Bing Han di seberang.
Li Bing Han melebarkan kedua lengannya untuk Xiao Xiao dapat masuk ke pelukannya." Xiao Xiao ku..Bagaimana kau bisa berada di guci keramik gambar daun yangliu ?" Li Bing Han mengelus -elus lembut rambut indah Xiao Xiao.
" Karena siluman katak betina itu dan temannya siluman burung kalkun yang sudah menangkapku dari lembah dasar gunung zhangjiajie ,lalu mereka mengurungku di guci keramik gambar daun yang liu." Jawab Xiao Xiao yang merona wajahnya di saat ini karena Li Bing Han begitu mencemaskan dirinya.
" Kurang ajar sekali siluman itu! Untuk apa mereka menangkap dirimu ?" Tanya Li Bing Han geram.
" Han ,sebaiknya kita jangan bicara di tengah jalan begini..," Kata Li Xiao Feng mengingatkan Li Bing Han.
" Ya ,Han..Bagaimana kalau kita cari tempat untuk beristirahat dahulu agar kau dan temanmu bisa bicara dengan nyaman ?" Usul Lao Yan ramah.
" Bing Han bicara dengan siapa? Kalian bicara apa sebenarnya ?" Tanya Lan Jing Yi terheran -heran.
" Dengan ku .Kau tak perlu tahu urusan kami." Kata Li Xiao Feng ketus menotoknya hingga tidur dan di panggul oleh Lao Yan di pundak Lao Yan.
Mereka berjalan kembali mencari tempat yang bisa mereka pergunakan untuk tempat istirahat mereka lalu mereka pun berhasil menemukan kuil kosong yang berada di pinggir kota Hijau.
" Ada jasad seorang manusia yang tergeletak di dalam kuil kosong ini." Kata Chen Chen yang lebih dahulu masuk ke kuil kosong itu dan menemukan sosok jasad gadis kecil yang sudah membiru di lantai kuil kosong itu.
" Ching Mei Lan..!!" Pekik Li Bing Han mengenali jasad gadis kecil itu.
__ADS_1
" Siapa ?Apakah kau mengenalnya ,Han ?" Tanya Li Xiao Feng yang cepat memeriksa jasad anak kecil itu dan ia juga melihat roh gadis kecil itu ada di kolong meja altar Dewi Kuan Im.Gadis kecil itu meringkuk ketakutan di wajahnya dan tubuhnya itu juga menggigil.
" Ching Mei Lan nama anak itu dan dia putri dari Adipati Ching di Ibukota Kekaisaran Ming," Jawab Li Bing Han mengangkat pandangan matanya dan melihat roh Ching Mei Lan di kolong meja altar Dewi Kuan Im.
" Bagaimana kau bisa meninggal dunia dan siapa yang sudah membunuh kamu ?" Tanya Li Bing Han merangkak mendekati roh Ching Mei Lan.
" Aku tak tahu tapi sakit sekali tubuhku.." Jawab roh Ching Mei Lan menangis tanpa air mata di kedua matanya kepada Li Bing Han.
" Bajingan gila..!!" Umpat Li Xiao Feng murka usai memeriksa jasad Ching Mei Lan dengan saksama dan ia temukan bahwa Ching Mei Lan telang di perkosa secara keji sampai meninggal dunia di kuil kosong itu.
" Ahh..?!..Mei Lan..," Lirih Li Bing Han menarik roh Ching Mei Lan untuk masuk ke pelukannya.
" Apakah kau ingin balas dendam terhadap orang yang sudah menyakitimu ?" Tanya Li Bing Han .
" Iya..Aku harus mencari orang itu dan membunuh dia dengan cara ku sendiri ," Jawab Ching Mei Lan menangis sedih.
" Aku akan membantu mu untuk hidup kembali di tubuh yang baru." Kata Li Bing Han yang merasa hatinya sakit dan turut menderita terhadap yang di rasakan oleh Ching Mei Lan.
" Kau tak bisa menghidupkannya kembali ,Han.Ia sudah habis masa hidupnya."Kata Lao Yan yang ikut berjongkok bersama yang lainnya di samping Li Bing Han.
" Aku bisa menghidupnya kembali dengan napas surgawi ku." Kata Li Bing Han sungguh keras hati dan keras kepala sekali.
" Lalu tubuhnya itu dari mana ? Lihatlah disini tak ada raga manusia yang cocok untuknya." Kata Le Le sedih.
" Menggunakan tulang rusuk surgawi ku."Jawab Li Bing Han sungguh hati sekali untuk dirinya dapat menghidupkan kembali gadis kecil yang telah menyentuh jiwanya yang hampa dan beku selama hidupnya sebagai Tian Xin.
" Cara untuk menggunakan tulang rusuk surgawi mu bagaaimana? Apakah tidak akan berbahaya bagi mu kelak ,Han ? " Tanya Chen Chen merasa ikut tersentuh melihat kesungguhan hati Li Bing Han untuk menyelamatkan Ching Mei Lan.
Bersambung..!!
__ADS_1