Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Terpisah Untuk Sementara.


__ADS_3

Li Xiao Feng membuyarkan darah warna biru tua yang keluar dari dahi Fan Ren Hao dan Fan Ren Cheng yang di robek dengan memakai kuku -kuku tajam milik Li Xiao Feng.


" Air surgawi telah turun untuk membersihkan darah warna biru tua yang mengalir di lantai dari lubang genteng yang bocor di langit -langit rumah tua ini ," Kata Li Xiao Feng merasakan tetesan air hujan jatuh kepadanya.


" Guru , apakah aku harus pergi ke pegunungan Himalaya untuk mengambil ulat bambu kristal biru dan bunga salju abadi di sana untuk menolong mereka ?" Tanya Li Bing Han merasa iba dan juga empati kepada si kembar Fan yang tergeletak di lantai rumah tua tepi kota Hijau.


" Ya , dan waktunya tak boleh lebih dari tiga hari di hitung dari hari ini karena kalau terlambat maka kita tak kan pernah bisa menyelamatkan mereka berdua. " Jawab Li Xiao Feng menengadahkan kepalanya untuk minum air hujan yang terasa sejuk di tenggorokan Li Xiao Feng.


" Baiklah , Guru sekarang juga saya akan pergi ke pegunungan Himalaya." Kata Li Bing Han atau Tian Xin yang meluncur keluar dari rumah tua itu melalui lubang di langit -langit rumah tua itu.


" Guru , arah manakah Gunung Himalaya itu berada ? " Tanya Li Bing Han atau Tian Xin yang kembali lagi ke hadapan Li Xiao Feng.


" Ahhmmm...Maka nya kalau mau pergi itu harus pamit dahulu kepadaku ,dan pelajari dahulu peta untuk tahu arah tujuan mu pergi ,bocah." Omel Li Xiao Feng kepada Li Bing Han.


" Mmmmm...Ya , Guru Li..Murid mengaku salah kepada Guru." Kata Li Bing Han sujud kepada Li Xiao Feng dengan wajah menunduk.


" Ini , peta nya dan pergilah sesuai peta ku buat untuk mu..Satu lagi jangan sembarangan pergi selain ke puncak pegunungan Himalaya.Camkan itu baik -baik di benakmu agar aku tidak repot lagi mencari -cari kamu." Pesan Li Xiao Feng kepada Li Bing Han seraya memberikan peta kepada murid pertamanya itu.


" Iya , Guru , murid patuhi pesan Guru." Jawab Li Bing Han patuh.


Brrrr...!!


Sementara itu Li Xiao Feng memerintahkan Lao Yan , Le Le dan Chen Chen untuk menjaga Zhao Ling Er , Xiao Xiao , Lan Jing Yi serta ketiga anak lainnya di rumah tua itu sebelum Li Xiao Feng pergi ke rumah pejabat Chi sesuai rencana yang sudah di rancang secara cermat oleh pria abadi itu.


Malam yang sangat larut dan di sertai hujan yang sangat deras dan petir yang menggelegar di langit yang cahaya sinar kilatnya terlihat jelas jatuh ke bumi.


Li Bing Han melakukan perjalanan seorang diri ke pegunungan Himalaya dengan berbekali peta kecil yang di buatkan oleh Li Xiao Feng untuknya di perjalanannya itu.

__ADS_1


Li Bing Han terhenti di tengah perjalanannya yang di sebabkan oleh seorang pria muda tampan yang bertarung seorang diri menghadapi sekitar lima puluh lima orang berpakaian hitam tua dan bertopi caping di tengah hujan deras.


" Hyaaattttt...Ku bunuh kaliaannnn...!!! " Teriak pria itu menggenggam erat pedang panjangnya yang berdesing dan memercikkan api di tanah saat pria itu berlarian kencang menuju para musuhnya itu.


Wushh...!!


Crang..!


Trang ,trang ,trang ,trang...!


Lima puluh lima orang itu secara serempak pula telah maju mengeroyoknya hingga pria muda itu terhimpit ke ujung jalan buntu dan salah satu dari musuhnya mengangkat gergaji yang siap untuk memotongnya.


Li Bing Han mengambil setitik air hujan yang ia sentil ke arah para musuh dari pria muda itu dan anak itu membunuh lima puluh lima orang dengan hanya satu sentilan dari setitik air hujan saja.


Cring...!!


Bruakk....!!


" Hei , apakah kau baik -baik saja ? " Tanya Li Bing Han cepat menolong pria muda yang terjatuh dan pingsan di tanah dengan pedang di genggaman pria itu terlepas di samping pria itu.


Li Bing Han membawa pria muda itu dan pedang milik pria itu ke sebuah gubuk kecil yang telah di temukan anak itu di tengah perjalanannya menuju ke pegunungan Himalaya.


" Kau tidak terluka tetapi kau mengalami luka di batin yang sangat parah sekali , Tuan Muda Hao yang tampan." Kata Li Bing Han membaca surat di balik baju pria itu.


' Lian Hua , aku sangat mencintai kamu begitu tulus , tetapi mengapa kau memilih pergi dariku untuk menikah dengan Hu Jing Dao si biadab itu'


Surat itu di baca oleh Li Bing Han.

__ADS_1


' Cinta ku hanya untuk Kakak Feng seorang , Aku hanya ingin memanfaatkan mu untuk aku bisa membunuh Ibu Suri dan Permaisuri Agung yang amat ku benci , Hao Xi. Aku menitipkan bayi yang ku lahirkan dari rahim ku ini kepada mu untuk kau berikan kepada Kakak Feng yang menjadi ayah kandung dari bayi ku ini , tertanda Ming Lian Hua ,'


Li Bing Han termangu sesaat membaca nama di bawah surat yang ia temukan dari baju pria muda yang bernama Hao Xi.


" Ming Lian Hua mantan kekasih Guru Li telah diam -diam melahirkan seorang bayi dari Guru Li? Ah yang benar saja ?! Bukankah selama aku ikut Guru Li tak pernah aku melihat Guru sedekat itu dengan Ming Lian Hua ? " Pikir Li Bing Han.


" Masalah baru untuk Guru Li yang malang." Imbuh Li Bing Han menyimpan surat itu di saku bajunya.


Pria itu tersadar dari pingsan dan terbelalak kaget melihat dirinya bersama dengan anak laki -laki usia sebelas tahun di gubuk kecil asing.Ia segera duduk di jerami dan bertanya."Bocah siapakah kau ini dan di manakah aku serta bagaimana cara mu menolongku dari para anggota pasukan Pangeran Muda Hu membunuhku untuk merebut bayi laki -laki milik Ming Lian Hua dan mantan kekasihnya yang bernama Li Xiao Feng? "


" Aku Li Bing Han . Aku menemukan mu tergeletak di ujung jalan pintu keluar dari Kota Awan Merah dalam keadaan pingsan , lalu membawa kamu ke gubuk ini." Jawab Li Bing Han membaca pikiran dan hati Hao Zi.


" Bocah laki -laki bermata tajam sekali..Aku harus mendapatkannya untuk aku bisa mendapatkan hadiah besar dari Kaisar Ming Jian , " Batin Hao Zi yang terbaca Li Bing Han.


" Uh ,tipuan ternyata untuk menangkapku agar Guru Li datang ke Istana Kekaisaran Ming dan Ia akan terjebak di sana atas perintah Kaisar Ming Jian yang menginginkan mustika naga emas yang menjadi legenda di zaman dinasti Qin kuno." Batin Li Bing Han mengkal.


" Anak, mau kah kau ikut aku pergi ke tempat yang paling nyaman di seluruh negeri ini ? " Bujuk Hao Zi kepada Li Bing Han.


" Tidak..! " Jawab Li Bing Han meraup jerami yang di duduki anak itu lalu melemparkannya kepada Hao Zi yang langsung tergeletak tak bernyawa lagi karena terbunuh oleh Li Bing Han.


Lalu gubuk kecil itu di bakar oleh Li Bing Han yang marah karena anak itu nyaris mempercayai surat palsu yang di temukannya dari saku baju Hao Zi yang merusak nama baik Li Xiao Feng yang telah di anggap merusak kehormatan Putri Ming Lian Hua oleh Kaisar Ming Jian dan Pangeran Muda Hu Jing Dao.


Brushh..!!!!


" Guru..Maafkanlah murid yang nyaris menilaimu sebagai pria dewasa yang tak bertanggung jawab terhadap perbuatan kepada mantan kekasihmu yang telah meninggalkan mu demi harkat dan status nya di Istana Kekaisaran Ming." Kata Li Bing Han pada dirinya sendiri.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2