
Sesaat terkenang sebuah tempat yang sangatlah damai dan tenteram ada seekor burung murai yang menjadi peliharaan Maha Dewi atau Ibu Suri Langit yang hinggap di sangkarnya yang sangat indah dan bersinar terang.
" Burung murai yang sangat cantik.." Puji seorang Dewi cantik jelita yang melihat burung murai itu di taman buah persik langit begitu tertarik sekali.
"Yang Mulia Dewi Tian Lan.." Panggil seorang anak kecil yang berlarian di taman buah persik langit.
" Kau ini siapakah?Kenapa kau bisa mengenaliku sebagai Dewi Tian Lan?" Tanya Dewi Tian Lan yang sangat merdu bukan main suaranya itu di telinga anak kecil itu.
" Namaku Qin Shi Feng.Aku mengenalmu dari lukisan yang di berikan oleh Ayahandaku sebagai hadiah ulang tahun ku ke delapan tahun." Jawab anak kecil itu suaranya bening luar biasa.
"Qin Shi Feng ?Kau berasal dari manakah? Kenapa kamu bisa masuk ke dunia Langit?" Tanya Dewi Tian Lan yang saat itu juga baru berusia dua ratus ribu tahun di alam semesta dalam wujud seorang anak balita usia dua tahun lebih.
"Aha,aku berasal dari bumi atau alam manusia dan diriku bisa masuk ke dunia langit karena ada panggilan dari suara nyanyian burung murai yang berada di sangkar warna emas itu."Jawab Qin Shi Feng dengan jujur sekali kepada Dewi Tian Lan.
" Ah,begitukah ?Aku juga datang ke taman buah persik langit ini di karenakan suara nyanyian dari burung murai peliharaan nenek ku yang menjadi Maha Dewi Langit.Ohya,Qin Shi Feng apakah kau mau mencicipi buah persik langit yang sudah bersemi banyak di awal perayaan musim semi di bumi dan langit atau perjamuan agung para Dewa dan Dewi Langit yang menjadi anggota keluarga besar Kaisar Langit dan Nirvana?" Dengan sikap yang amat ramah dan menyenangkan sekali Sang Dewi Tian Lan mengajak Qin Shi Feng memetik dan menikmati buah persik langit dalam jumlah yang cukup banyak sekali.
"Wahhh,enak sekali buah persik langit." Kata Qin Shi Feng memegangi perutnya yang tipis karena Ia amat kekenyangan makan buah persik langit dalam jumlah lima puluh butir buah persik langit yang di habiskannya itu.
__ADS_1
"Shi Feng,sekarang kamu sudah waktunya untuk pulang ke bumi atau alam manusia sebelum batas waktu mu mengunjungi dunia langit tanpa izin usai dan berbahaya bagi mu jika kamu di ketahui oleh para Dewa dan Dewi lain di dunia langit." Kata Dewi Tian Lan dengan suara merdu meminta Qin Shi Feng pulang ke alam manusia.
"Ah,baiklah..Tapi maukah kau berjanji kepadaku, Dewi ?" Pinta Qin Shi Feng sebelum berjalan ke jembatan naga putih untuk perjalanannya kembali ke dunia manusia kepada Dewi Tian Lan.
"Baiklah,Shi Feng.Katakanlah apa permintaanmu itu kepada ku agar aku mau berjanji sesuatu pada kamu." Jawab Dewi Tian Lan dengan suara merdu nya dan senyuman yang sangat manis sekali pada Qin Shi Feng.
"Suatu hari bila kita dapat berjumpa lagi di dunia manapun itu.Maukah kau menjadi pasangan ku di sepanjang masa kehidupanku,Dewi?" Pinta Qin Shi Feng menatap lekat -lekat setiap relung wajah dari Dewi Tian Lan.
"Baiklah,Shi Feng.Aku berjanji kepadamu untuk di suatu hari nanti apabila kita dapat berjumpa lagi di dunia manapun itu,aku mau menjadi pasangan mu di sepanjang masa kehidupanmu,Shi Feng." Jawab Dewi Tian Lan dengan suara merdunya itu menyatakan janji kepada Qin Shi Feng.
Dirinya sudah pernah berjumpa dengan putri dari Maha Kaisar Langit yang paling termuda dan Ia ternyata sudah mengutarakan permintaan janji kepada putri langit itu.Dan ,sekarang putri itu kini telah lahir ke dunia manusia dalam wujud seorang putri dari suku Shu yang bernama Shiu Chiu yang akhirnya berjumpa dengan nya di Kekaisaran Ching di usianya sudah mencapai dua milyar enam ratus ribu tahun.
"Shiu Chiu ini adalah Dewi Tian Lan yang sekarang menjadi Selir ke delapan belas Kaisar Ching dari Suku Shu..Enak saja..Aku tak kan pernah biarkan Shiu Chiu di miliki oleh Kaisar Ching atau pria gila di bawah lantai batu itu." Kata Li Xiao Feng yang mengatakan semua itu di dalam batinnya seraya memandang sebal kepada Pangeran Pertama dari Kaisar Ching yang masih pingsan di lantai batu di paviliun burung hong tidur.
"Tuan Li..!" Panggil Shiu Chiu di sampingnya.
"Eh, ya Nona Shu..Ada apa kau memanggilku? Tanya Li Xiao Feng cepat mengalihkan perhatian nya kepada Putri Shiu Chiu yang berdiri anggun di sampingnya.
__ADS_1
"Permainan Gucheng mu sangat luar biasa indah sekali membuatku bukan apa -apa di bandingkan permainan Gucheng mu itu..Aku ingin tahu sekali darimana kamu belajar bermain Gucheng." Jawab Putri Shiu Chiu yang menatap Gucheng dengan penasaran.
"Ah,aku biasa saja Nona Shu.Aku cuma belajar ini dari orang tua ku yang mengirimkan seorang Guru kesenian ke rumah.Tak ada yang semenarik yang Anda katakan barusan itu kepadaku." Kata Li Xiao Feng dengan merendah kepada Putri Shiu Chiu yang semakin di lihat oleh Li Xiao Feng semakin menarik hati Li Xiao Feng.
"Emmm..Kau ini pasti memiliki ilmu padi hebat yang membuatmu mempunyai sifat rendah hati, Tuan Li.Maukah kau mengajariku bermain alat musik Gucheng dengan berbagai macam lagu yang sangat indah seperti yang kau mainkan tadi? "Pinta Putri Shiu Chiu begitu tertarik dengan cara Li Xiao Feng bermain alat musik Gucheng.
"Untuk apa kamu belajar alat musik Gucheng dari orang aneh itu,Shiu Chiu?" Tanya seorang pemuda lain yang mendatangi pavilun burung hong tidur dengan di apit sejumlah prajurit dan pelayan juga kasim di kanan ,kiri dan belakang pemuda lain itu dengan nada angkuh kepada Shiu Chiu.
"Kakak Hu Liu..! " Panggil Shiu Chiu yang tampak gembira sekali dengan kedatangan pemuda itu bahkan Shiu Chiu segera menghampiri pemuda itu dengan senyuman yang sangat cantik bukan main namun menimbulkan desiran hawa panas di raga Li Xiao Feng.
"Shiu Chiu,Aku datang ke Istana Dingin untuk Ayah yang ingin kamu pulang ke Istana Musim Semi di Utara Istana harem." Kata Pangeran Kedua dari Kaisar Ching dengan nada memerintah kepada Shiu Chiu.
"Wah...Tuan Li ada saingan baru lagi.." Kata Wu Song yang cepat sembunyikan dirinya dengan ilmu melepas rohnya dari raga buminya yang kini di simpan Li Xiao Feng di guci keramik kecil Li Xiao Feng bersama dengan Wu Lei dan burung hong yang tersedot masuk ke dalam guci keramik kecil Li Xiao Feng karena hawa panas dari Li Xiao Feng bagaikan buih -buih air panas saja.
" Diam kau ,Wu Song..!" Desis Li Xiao Feng dengan lirikan matanya kepada Wu Song yang langsung menutup mulutnya dengan rapat sebelum Ia dapat di marahi oleh Li Xiao Feng..
Bersambung..!!
__ADS_1