Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Dewa Empat Musim.


__ADS_3

Wu Song berjalan maju dengan pedangnya yang di hunuskan ke arah sepasang siluman burung merak bulu satu yang menyamar menjadi para penjaga Istana Dewa Empat Musim yang ingin di kunjungi oleh Tian Xin.


" Huh, sepasang siluman tak tahu diri...! " Maki Wu Song yang melesat cepat menyerang kedua siluman burung merak bulu satu yang juga telah maju untuk menghadapinya bersama-sama.


Wuuuushhh!


Trang!


Trang!


Trang!


Sepasang siluman burung merak bulu satu kini menggunakan ilmu pedang sepasang siluman burung merak bulu satu yang sangat hebat untuk menyerang pedang biru milik Wu Song.


Wuuuutzz!


Trang!


Trang!


Wu Song menggerakkan pedangnya dengan luar biasa lincah yang membendung kekuatan dari pedang -pedang kedua orang musuhnya yang kini menggunakan sistem sayap bulu satu untuk membunuhnya.


Wuuuuungghhhh!


Wu Song dengan tangkas segera membalasnya dengan menggunakan sistem pedang biru yang membungkus kekuatan sistem bulu satu milik sepasang siluman burung merak bulu satu yang menyerangmu.


Wheettt!


Wu Song meliuk-liuk di sekitar musuh-musuhnya yang melakukan gerakan pedang yang sempat membingungkan dirinya karena gerakan pedang dari musuh-musuhnya itu membentuk tanda tengkorak yang menjadikan serangan-serangan dari musuh-musuhnya jauh lebih berbahaya lagi.

__ADS_1


" Wu Song, berhati-berhatilah kau dalam hadapi mereka berdua! Jangan di adu pedangmu karena kekuatan pedang mu akan di serap oleh mereka! " Batin Tian Xin cepat memberikan arahan kepada Wu Song dalam menghadapi sepasang siluman burung merak bulu satu.


" Ya, Yang Mulia...! " Sahut Wu Song yang cepat mematuhi saran Tian Xin dengan menarik ujung pedangnya dari musuh-musuhnya


Wuuuutzz!


" Wu Song gunakan ilmu telapak Naga biru langit ke arah perut mereka secara bersamaan..! " Batin Tian Xin lagi kepada Wu Song.


" Iya, Yang Mulia..! " Sahut Wu Song yang cepat mematuhi saran Tian Xin yaitu Ia menyerang musuh-musuhnya dengan ilmu telapak Naga biru langit dari arah atas ke perut sepasang siluman burung merak bulu satu dengan tepat sekali sehingga sepasang siluman burung merak bulu satu hancur berkeping-keping olehnya.


Wuuuutzz!


Dessss!


Blaaarrrr!!


" Kak Wu Song, ah syukurlah kamu telah berhasil mengalahkan mereka. " Kata Xiao Hong istrinya yang segera menghampirinya dengan suaranya terdengar cemas.


" Wu Song, kau bangunlah dan jangan bersujud seperti ini di hadapanku. Ayo, kita harus segera masuk ke istana Dewa empat musim. " Kata Tian Xin dengan ramah kepada Wu Song.


" Iya, Yang Mulia. " Jawab Wu Song yang cepat berdiri bersama dengan Xiao Hong lalu dengan cepat pula mengikuti langkah Tian Xin ke arah Istana Dewa empat musim.


Dewa pelacak Ren Jia Lun membukakan pintu istana Dewa empat musim untuk Tian Xin yang akhirnya bisa bertemu dengan Dewa empat musim yang sudah menunggu mereka di aula utama istana Dewa empat musim.


" Selamat datang untuk Anda, Yang Mulia. Saya Dewa empat musim telah lama menunggu kedatangan Anda ke istana saya. " Kata Dewa empat musim yang menghaturkan salam hormat nya kepada Tian Xin.


" Ya, Dewa empat musim , aku datang ke istana mu dengan satu tujuan yaitu aku ingin kamu bisa meminjamkan aku kapal awan bunga teratai langit untuk aku bisa pergi ke istana alam langit lapisan kelima untuk menuntaskan misi ku. "Kata Tian Xin yang langsung pada maksud dari kedatangannya itu kepada Dewa empat musim.


" Ah, baiklah Yang Mulia. Anda boleh meminjam kapal awan bunga teratai langit ukuran anda. " Kata Dewa empat musim yang segera gunakan ilmunya untuk menciptakan kapal awan bunga teratai langit untuk Tian Xin.

__ADS_1


"Terimakasih atas pertolongan mu kepadaku, Dewa empat musim.Pertolonganmu ini sangat penting untuk ku. " Kata Tian Xin dengan sikap ramahnya kepada Dewa empat musim.


" Ya, Yang Mulia sama-sama karena saya juga ingin membantu Anda dalam menuntaskan misi Anda untuk segera membantai Kaisar Raja Iblis Surga Ke-enam yang telah menguasai wilayah Kekaisaran Alam langit lapisan ketujuh. " Kata Dewa empat musim dengan tulus sekali kepada Tian Xin.


" Iya, Dewa empat musim. Aku memang saat ini memerlukan bantuan dari para Dewa dan Dewi yang setia kepadaku untuk bersama-sama kita menggempur kekuatan Kaisar Raja Iblis surga ke-enam." Kata Tian Xin yang menerima Dewa empat musim sebagai salah satu pengikutnya.


Dewa empat musim memintanya untuk duduk di kapal awan bunga teratai langit bersama-sama dengan Wu Song, Xiao Hong, Dewa Pelacak Ren Jia Lun.


Lalu, kapal awan bunga teratai langit menembus kota terpencil di alam langit lapisan kelima ke arah istana alam langit lapisan kelima dengan tepat sekali.


Whuuush!


Mereka tiba di istana alam langit lapisan kelima. Dimana para pasukan Kaisar Raja Iblis Awan mendung telah menghadang mereka di depan istana alam langit lapisan kelima.


"Heiii, kenapa kita masih bisa bertemu dengan mereka di istana alam langit lapisan kelima? " Tanya Wu Song menoleh kepada Wu Heng, Wu Jing dan Wu Lu.


" Karena mereka telah mengetahui kedatangan kita melalui seorang pengkhianat di sekitar anda, Yang Mulia. " Jawab Wu Heng segera kepada Tian Xin bukan kepada Wu Song yang bertanya kepada mereka bertiga.


"Hmmm, siapakah pengkhianat di sekitar ku? " Tanya Tian Xin menatap tajam kepada Heng di hadapannya.


" Li Xiao Feng guru anda sendiri yang telah lebih dahulu mengirim pesan kepada mereka secara rahasia tanpa sepengetahuan anda dengan dalih istrinya baru saja melahirkan anaknya yang telah membuatnya tak bisa ikut anda ke alam langit lapisan kelima. " Jawab Wu Lu yang langsung di bentak Wu Song dan Xiao Hong yang tidak suka ada yang memfitnah Li Xiao Feng.


"Wu Lu jaga mulutmu dengan kata-kata yang benar dan jangan pernah kamu memfitnah guru Li Xiao Feng dengan omong kosong mu itu. Aku Wu Song tidak akan pernah mempercayai kata -kata bohong mu itu..! " Bentak Wu Song dengan sepasang matanya berkilat -kilat marah kepada Wu Lu.


" Wu Lu, kau sungguh seekor naga busuk yang tak tahu! " Bentak Xiao Hong yang telah siapkan pecut halilintar ungu nya ke arah Wu Lu.


Whhuutttzz!


Wu Lu menyeringai kepada Wu Song dan Xiao Hong dengan tatapannya begitu licik dan amat menghina Wu Song dan Xiao Hong yang telah bersiap untuk menghadapinya.

__ADS_1


" Wu Song dan Xiao Hong kalian sungguh dua makhluk yang tak pernah bisa memilih majikan kalian yang masanya telah berakhir sekian lama yang tak mungkin bisa menjadi penguasa alam semesta. " Kata Wu Lu yang memandang sangat merendahkan kepada Tian Xin.


Bersambung!


__ADS_2