Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Jiwa Yang Membeku Kembali.


__ADS_3

Tian Xin tak menjawab pertanyaan salah satu dari pasukan setan api yang menyerang dirinya tanpa ampun. Tian Xin melompat ke udara dengan satu jari terarah ke atas dan pedang bulan sabit yang mengarah ke para pasukan musuh yang luar biasa banyak dengan serangkaian hujan anak panah api yang dashyat dan mengancam jiwanya dan jiwa Wen Baoning teman seperjalanannya itu.


Whusssshh..!!


Singggg....!!


Bresssss...!!


Dari pedang bulan sabit meluncur keluar hujan badai yang sangat dashyat sekali menghantam hancur para pasukan setan api dan sejumlah para pasukan Kekaisaran Ming yang menggunakan berbagai panah air untuk menyerang Tian Xin dan Wen Baoning.


" Hyaaa...!!" Pekik kematian seluruh pasukan Ming yang terhempas oleh kekuatan pedang bulan sabit milik Tian Xin.


" Kak Xin....! " Teriak Wen Baoning yang terjungkal ke jurang akibat kekuatan dashyat tersebut dan gadis ini berpegangan kuat di jembatan untuk Wen Baoning bisa mempertahankan dirinya tidak jatuh ke jurang yang isinya adalah sungai liar yang amat penuh buaya ganas.


" Ei ? "


Tian Xin cepat meraih jemari gadis itu lalu Tian Xin menarik gadis itu dari jembatan.


" Sungguh mengerikan sekali ilmu silatmu itu..! " Ucap Wen Baoning menggigil ngeri melihat Tian Xin menghabisi para musuh mereka dengan mata kepalanya sendiri.


" Yang lebih mengerikan adalah dirimu yang suka sekali memelukku..! " Ujar Tian Xin mendorong kepala gadis itu darinya.


" Hmm , kau ini tak ada lembut sama sekali pada wanita." Kata Wen Baoning yang melangkah maju menuju ke Ibukota Kekaisaran Yu.


Tian Xin mengikutinya dengan cepat agar gadis itu tak menghadapi bahaya yang mengganggu misi Tian Xin di dunia fana. Tian Xin sendiri merasa heran sendiri dengan dirinya.

__ADS_1


Kretekk..!


Tak sengaja sepasang sepatu Wen Baoning telah menginjak kerangka manusia yang tergeletak di jalanan Ibukota Kekaisaran Yu dan membuat Wen Baoning menjerit keras.


" Kyaaaa..! "


" Hei....Itu cuma kerangka manusia." Kata Tian Xin yang menangkap lengan gadis itu sebelum gadis itu terjerembab ke tanah jalanan.


" Bagi mu cuma kerangka manusia tapi bagiku ini adalah rakyatku..! Huhuhuhu." Kata Wen Baoning menangis sedih melihat seluruh rakyatnya telah tewas dan Kekaisarannya telah musnah.


" Ekhemm..Semua ini adalah suratan takdir yang harus di alami oleh mu di dunia fana , Baoning." Kata Tian Xin memberikan gula -gula kamboi pada Wen Baoning.


" Kau ini sekali lagi bicara hal -hal yang tak masuk akal." Kata Wen Baoning makin deras tangisannya.


" Hmm , Aku lupa dia kini manusia biasa bukan lagi Kaisar Wanita dari Kekaisaran Rembulan yang pernah hidup abadi dengan ku di dunia langit." Kata Tian Xin yang melihat masa lampau Wen Baoning secara tak sengaja.


" Lalu ? "


" Ayahanda dan Ibunda meninggal dunia terbunuh oleh Kaisar Ming yang ingin mendapatkan batu stempel giok dan naga emas Yu untuk kuasai seluruh Kekaisaran dan kerajaan di utara. Stempel berada di tangan ku yang di perintahkan oleh Ayah untu ku jaga dan serahkan kepada calon suamiku kelak yang akan menggantikan posisi Ayahanda sebagai Kaisar Yu." Jawab Wen Baoning yang mengadahkan kepalanya kepada Tian Xin dengan penuh harapan besar di wajah jelitanya.


" Emm..Sayang sekali..Aku bukanlah orang yang tepat menjadi Kaisar Yu. Aku tak suka duduk di Istana." Kata Tian Xin berbalikan badannya tanpa menghiraukan Wen Baoning yang termangu.


" Ada orang yang menolak menjadi Kaisar dan duduk di Istana." Kata Wen Baoning hampir tak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Tian Xin pemuda tampan sangat aneh itu.


" Istana Kekaisaran Yu masih terlihat besar dan indah dari tempat kita. Apakah kau tak mau lihat -lihat isi dalam Istana Kekaisaran Yu ? Mungkin kau bisa berpikir jernih ?! " Kata Wen Baoning tak putus asa untuk mendapatkan Tian Xin.

__ADS_1


" Aku mau kau membuka pintu gerbang keluar dari Kekaisaran Yu." Kata Tian Xin telunjuknya terarah ke gerbang di bagian barat Kekaisaran Yu kepada Wen Baoning.


" Hmm...Manusia aneh." Kata Wen Baoning yang terpaksa mengikuti keinginan Tian Xin dengan membuka pintu gerbang keluar dari Kekaisaran Yu untul Tian Xin.


" Baiklah ,terimakasih dan selamat tinggal." Kata Tian Xin yang menjura hormat kepada Wen Baoning sebelum berkelebat dan lenyap dari pintu gerbang keluar dari Kekaisaran Yu.


Brrr..!!


Lembah Hati Tanpa Perasaan.


Li Xiao Feng membuka kedua matanya yang kini berwarna begitu gelap sekali karena kekosongan hati dan jiwanya. Ia mengalami perubahan pada fisiknya.


" Tuan Besar selamat datang kembali ke rumah abadi Anda." Kata sosok ular emas yang melilit tubuh Li Xiao Feng yang duduk bersila dengan kaku.


" Kim Coa , apakah kau sudah mendapakan darah ikan hiu emas yang ku butuhkan saat ini untuk Aku dapat mengendalikan hawa iblis di dalam diriku yang sangat besar di bandingkan hawa iblis dari Kaisar Zu Bumi Bawah atau Kaisar Yuen di langit Atas? " Tanya Li Xiao Feng nada suaranya amat dingin sekali kepada ular emas yang melilit atau melingkari tubuhnya.


" Sudah , Tuan Besar." Jawab ular emas itu yang mengeluarkan cangkir bunga teratai hitam dari rongga mulutnya dan memberikannya kepada Li Xiao Feng.


" Terimakasih , Kim Coa." Kata Li Xiao Feng yang meminum darah ikan hiu emas dari cangkir bunga teratai hitam dengan lahap sekali hingga tak ada setetes pun darah ikan hiu emas yang tersisa dari cangkir tersebut.


" Bagaimana rasa yang Anda dapatkan usai Anda meminum darah ikan hiu emas ? " Tanya ular emas dengan nada khawatir kepada Li Xiao Feng yang raut wajahnya berubah keemasan yang tak wajar.


" Kim Coa darah makhluk apakah yang telah kau berikan kepadaku ? " Tanya Li Xiao Feng yang kini merasa sekujur urat nadi dan organ tubuhnya yang awalnya telah mati kini telah hidup normal kembali seperti dirinya bukanlah vampir abadi melainkan manusia kembali.


" Darah seorang manusia , Tuan Besar." Jawab ular emas yang segera melompat menjauh dari Li Xiao Feng karena takut akan kemarahan Li Xiao Feng kepadanya.

__ADS_1


" Darah manusia ? Aku sudah pernah berkata pada mu bahwa Aku tak sudi minum darah manusia manapun di dunia fana ini ! Apakah kau sudah lupa pada ucapanku sebelum aku tahu aku sudah bukan manusia lagi usai berjumpa dengan mu di kamar bawah tanah Istana Kekaisaran Qin ini ? " Suara bengis Li Xiao Feng sungguh menakutkan hati ular emas itu.


Bersambung..!!


__ADS_2