
Sosok wanita yang muncul dari tanah berduri di bawah pohon rindang tempat Wu Lei berada kini mencorong tajam ke arah pohon rindang itu dan sinar warna merah darah menerjang pohon itu hingga tumbang.
Sing.!
Crak!
Wu Lei dengan sigap melompat ke arah pohon lain seraya mempersiapkan diri untuk hadapi musuh yang telah muncul di hadapannya di tengah perjalanannya menuju ke pegunungan Ling.
" Hemm siluman ular tanah berduri rupanya yang telah berani untuk mengganggu perjalanan ku ke pegunungan Ling. " Kata Wu Lei yang telah tahu siapa lawannya itu kini menggerakkan pedang merah meluncur ke arah siluman ular tanah berduri itu.
Wush!
Pedang merah Wu Lei meluncur dan melewati Siluman ular tanah berduri itu yang melesat ke arah samping Wu Lei dengan tangan dan kedua kaki penuh duri tajam yang dapat merobek kulit dan daging Wu Lei jika terkena sabetan duri -duri itu.
Seer!
Wu Lei dengan sigap melakukan gerakan jungkir balik di udara seraya pedangnya tetap terhunus ke arah musuh nya yang berusaha mengelak dari tebasan pedangnya tetap saja terkena tebasan pada tangan dan kaki kiri musuh.
Crak!
" Kurang ajar ku habisi kauu..! " Hardik Siluman ular tanah berduri yang meliuk-liuk di udara dan menggerakkan kakinya yang berduri untuk kenai bagian dada Wu Lei dari samping.
Wushh!
Tetapi Wu Lei dengan lincah telah bergerak ke atas dengan pedangnya menukik tajam menuju ke ubun-ubun kepala siluman ular tanah berduri yang terbelalak kaget karena pedang Wu Lei telah menusuk masuk ke dalam kepalanya hingga kepalanya berlubang.
Cep!
" Agghhh..! " Pekik kesakitan siluman ular tanah berduri yang kepalanya tertusuk pedang merah Wu Lei hingga kepalanya berlubang dan terbelah dua dalam waktu singkat.
__ADS_1
Crak!
Tanah-tanah berduri melesatkan duri -duri ke arah Wu Lei dengan kecepatan tinggi dan nyaris mengurung Wu Lei di tengah-tengah untuk habisi Wu Lei.
Wer!
Wush!
Wu Lei menukik tajam ke bawah dengan gerakan menyelinap di antara serangan tanah -tanah berduri itu lalu begitu Wu Lei terbebaskan. Ia kini menggunakan telapak tangannya yang bebas ke arah tanah berduri itu dan terdengarlah ledakan dashyat dari tanah berduri itu yang telah hancur berkeping-keping.
Blarr!
Wu Lei tak tinggal diam saja setelah dirinya telah menghabisi siluman ular tanah berduri dan juga hantu tanah-tanah berduri di daerah kawasan tanah berduri. Ia melemparkan pedangnya ke arah pepohonan yang bergerak untuk menjepit tubuhnya yang datang dari segala arah di tempat itum
Wush!
Crash!
" Wah siluman tak jelas yang telah lancang sekali mengganggu ku..! " Hardik Wu Lei yang dengan gerakan melesat telah mengerahkan ilmu tapak awan naga merah menerjang habis siluman tak jelas itu hingga siluman itu hancur seketika itu juga.
Wush!
Plak!
Blarr!
Wu Lei segera melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan tanah berduri yang sudah di kalahkan nya itu.
Wush!
__ADS_1
*******
Di Kediaman Menteri Tata Usaha Kekaisaran Ching. Ada Li Xiao Feng yang merenung di ruang kerja karena pria ini memikirkan bagaimana cara untuk memenangkan hati Shiu Chiu kekasihnya itu.
" Aku harus menemukan obat pemulihan ingatan untuk Tian Lan dapat mengingat kepadaku dan melupakan Hu Liu si jahanam yang bermuka dua itu.. " Batin Li Xiao Feng sudah merencanakan cara untuk mendapatkan kembali hati kekasih nya.
Selagi, Li Xiao Feng sedang sibuk menyalin sesuatu di kertas bambu miliknya datanglah Putri Chao Ying yang membawakannya berbagai macam jenis kue rembulan dengan berbagai macam rasa di nampan.
" Tuan besar Li, malam ini adalah malam hari perayaan festival musim gugur yang berarti kita sebagai manusia harus mencicipi kue rembulan dengan perasaan sukacita. Karenanya aku datang membawakan mu kue rembulan yang aneka macam rasanya. " Kata Putri Chao Ying menaruh nampan berisi tiga buah piring yang ada tiga macam jenis kue rembulan dengan tiga rasa lalu memberikan satu kue rembulan kepada Li Xiao Feng.
" Aku tak bisa makan kue rembulan manusia." Kata Li Xiao Feng tanpa sadar bicara tentang Ia, tak dapat makan makanan manusia di hadapan Putri Chao Ying.
" Hei, Anda bicara apa ?Kenapa Anda tidak bisa makan kue rembulan ini ?" Tanya Putri Chao Ying menatap heran Li Xiao Feng.
" Hmm, maaf maksudku adalah aku sedang tak ingin makan kue rembulan untuk malam hari ini. " Jawab Li Xiao Feng segera sadar akan dirinya telah salah bicara.
"Baiklah, jika anda tidak sedang tak ingin makan kue rembulan ini?. Saya akan menemani anda di ruang kerja anda sambil makan kue rembulan. Bagaimana apakah Anda tidak keberatan'kan? " Ucap Putri Chao Ying yang memilih untuk duduk di kursi di depan meja kerja Li Xiao Feng.
" Seterah kau sajalah. Aku sangat sibuk sekali. " Jawab Li Xiao Feng datar saja kepada Putri Chao Ying.
Namun Li Xiao Feng tak dapat meneruskan kerja dengan tenang karena Ia merasa tak nyaman di lihat terus menerus oleh Putri Chao Ying yang selalu memberikannya senyuman seindah Dewi rembulan di langit. Ia pun menutup jurnal kerja nya lalu mengambil satu kue rembulan di meja kerja dan memakannya.
" Wah, akhirnya anda ikut makan kue rembulan juga ?Bagaimana rasanya menurut Anda?" Tanya Putri Chao Ying tersenyum manis di hadapan Li Xiao Feng.
" Iya, karena aku melihat mu makan kue ini dengan lahap ya membuatku ingin mencobanya juga dan rasa kue rembulan ini lembut dan manis juga ada aroma telur asin dan kacang merah yang menggugah seleraku." Jawab Li Xiao Feng sopan kepada Putri Chao Ying seraya mengingat kenangan indah di masa lampau nya dengan Putri Tian Lan di dunia langit atau di alam mimpinya sebagai Pangeran Qin Shi Feng.
Di dalam kenangan itu, Li Xiao Feng dan Putri Tian Lan saling menyuapi makan kue rembulan di sebuah jembatan langit di bagian langit tingkat ketiga sambil menyaksikan peristiwa besar tentang pertemuan gadis penenun dan pemuda gembala yang saling mencurahkan rasa rindu satu sama lain di jembatan itu.
" Sejumlah Dewa dan Dewi langit mengasihi mereka untuk bisa bertemu setahun sekali di atas jembatan langit tingkat ketiga yang berasal dari seribu awan Dewi naga di seluruh penjuru wilayah naga di alam semesta." Kata Putri Tian Lan yang menceritakan kisah cinta gadis penenun dan pemuda gembala kepada Li Xiao Feng di dalam mimpi Pangeran Qin Shi Feng.
__ADS_1
Bersambung!