
Blashhhhhh..!!
Siluman Burung Kalkun terlihat di atas kepala Li Xiao Feng dengan niat ingin menancapkan kuku jari kakinya ke puncak kepala Li Xiao Feng tetapi ia terkejut ketika Li Xiao Feng menangkap kakinya dan mematahkannya.
Teppp..!!
Kretekk...!!
" Aduuhh...!! " Pekiknya dan Ia terjengkang ke arah Lao Yan yang berada di belakangnya dan Ia tak pernah menyangka kalau ada pedang yang amat tajam di tangan Lao Yan telah menebasnya hingga terbelah dua.
Crakk...!!
Li Bing Han membuka pintu api neraka abadi dan Siluman Burung Kalkun hancur di lahap api neraka abadi.
Brushh..!!!
" Guru..Sekarang kita harus mencari dan temukan jasad anak kecil yang baru saja meninggal dunia sesuai kodratnya untuk di pakai Xiao Xiao." Kata Li Bing Han usai menutup kembali pintu api neraka abadi dengan menghapus abu dupa altar Dewi Kuan Im.
" Aku hitung dulu untuk mencari dan temukan anak kecil yang tepat untuk di pakai Xiao Xiao."
Li Xiao Feng menghitung dengan jarinya untuk Li Xiao Feng menerawang ke segala penjuru arah di seluruh kota Hijau dalam mencari dan temukan jasad anak kecil yang sesuai dengan bakat alami Xiao Xiao.
Di sebuah rumah yang sangat sederhana terlihat jelas oleh mata batin Li Xiao Feng.Di sana ada anak perempuan usia tujuh tahun yang telah lama sakit keras dan baru saja meninggal dunia serta di makamkan secara sederhana pula di belakang rumah yang bertuliskan ' Rumah Keluarga Liu '.
" Talina , kami sudah berusaha keras untuk kami dapat menyelamatkan mu dari penyakit aneh mu itu . Kami berharap kau akan tenang dan damai di Nirvana dengan segala dosa mu di hapuskan dan amal kebaikan mu di limpahkan oleh Yang Maha Kuasa untuk mu dapat reinkarnasi menjadi anak yang lebih beruntung dari kehidupan mu yang lalu yakni kehidupan mu yang sekarang yang telah kau tinggalkan dengan penuh polemik Istana Ming."
__ADS_1
Seorang kakek tua renta bersama dengan dua orang anak kembar terlihat sedang berlutut di atas tanah di hadapan gundukan makam sederhana itu yang bertuliskan ' Makam Putri Liu Talina '.
" Ren Hao dan Ren Cheng kalian bersumpahlah di depan makam Putri Liu Talina untuk kelak kalian harus bekerjasama untuk membalas dendam atas meninggalnya Tunangan kalian ini yang menderita penyakit langka seumur hidup semenjak dirinya di lahirkan ke dunia ini melalui rahim Putri Ming Yu yakni Selir Kaisar Ming Jian di Istana Kekaisaran Ming." Kata Kakek tua renta itu dengan tajam dan tegas kepada sepasang anak laki -laki kembar di kedua sisinya.
" Kakek Fu , bukankah saya ini tunangan Putri Ching Mei Lan putri dari Adipati Ching ? " Tanya Fan Ren Hao mengerutkan keningnya.
" Ching Mei Lan itu anak pembawa musibah bagi Adipati Ching yang di singkirkan oleh Adipati itu sendiri ke Kota Hijau. Maka , kau bukanlah lagi menjadi tunangan Putri Ching Mei Lan tetapi kau dan Fan Ren Cheng adalah tunangan Putri Liu Talina yang sudah meninggal dunia dan telah di makamkan di hadapan kalian." Jawab Kakek yang bermarga Fu kepada kedua anak kembar itu.
" Kakek , kami laki -laki tak mungkin menjadi dua orang tunangan dari seorang gadis kecil yang kini sudah meninggal dunia." Bantah Fan Ren Hao dan Fan Ren Cheng bersamaan kepada Kakek Fu.
" Kalau aku sudah mengatakan kalian berdua ini adalah tunangan Putri Liu Talina ! Kalian berdua harus mematuhiku..!!" Nada keras dari Kakek Fu.
" Kakek ini sudah terlalu tua sehingga melupakan peraturan alam ." Kata Li Bing Han membaca hati dan pikiran Li Xiao Feng yang menerawang ketiga orang itu melalui pikirannya.
" Usia nya baru tujuh puluh delapan tahun ,Han.Ia tak terlalu muda di bandingkan aku yang berusia milyaran tahun." Kata Li Xiao Feng nada ringan.
" Aish...Aku jangan di bandingkan dengan hewan peliharaan mu yang suka mandi seribu air bintang surgawi ,Han..Ingat aku ini masih di bumi bukan di Langit..Anak pelupa sekali kau ini." Tukas Li Xiao Feng menarik hidung Li Bing Han.
" Aduh..Guru sakit..!! " Rengek Li Bing Han.
" Mereka berdua kenapa berdebat tentang usia?"
Lao Yan kebingungan melihat kedua orang aneh di hadapannya yang menjadi kedua orang majikan abadinya. Pria tua ini di jawab oleh Le Le dan juga Chen Chen dengan melengos lalu meninggalkan pria tua itu sendirian menghadapi Li Xiao Feng dan Li Bing Han.
" Ehh..Kalian berdua kenapa meninggalkanku di sini sendirian bersama dengan mereka yang kini sibuk sendiri saja tanpa menghiraukan diriku yang tua ini ? " Tanya Lao Yan secepat kilat lari dari Li Xiao Feng dan Li Bing Han sebelum keduanya itu menyuruhnya untuk melakukan misi yang aneh -aneh.
__ADS_1
" Lao Yan..Aku ingin kau pergi ke desa lilin Liu dan seret Kakek Fu ke hadapan ku di kuil kosong ini."
Li Xiao Feng menariknya dengan tali tak terlihat.Ia pun kembali ke sisi Li Xiao Feng dengan sujud di kedua sepasang kaki bersepatu kulit buaya yang sangat mahal milik Li Xiao Feng.
" I..Iya ,Tuan Besar Li , saya akan mematuhi dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai perintah Anda.." Kata Lao Yan merangkapkan kedua tangan dengan membungkuk hormat kepada Li Xiao Feng dan Li Bing Han.
" Pergilah sekarang juga ," Perintah Li Xiao Feng.
" Ya ,Tuan Besar Li...!!" Teriak Lao Yan lalu lenyap di hadapan Li Xiao Feng.
Bleshh..!!
" Kalian berdua jaga gadis batu itu untuk ku." Kata Li Xiao Feng menggunakan cara yang sama untuk menarik Le Le dan Chen Chen ke hadapannya.
" Iya ,Tuan Besar Li kami mematuhi mu." Jawab Le Le dan Chen Chen bersamaan di hadapannya.
" Anak -anak istirahatlah di kamar kalian masing -masing karena hari sudah larut malam." Kata Li Xiao Feng lembut kepada Li Bing Han ,Zhao Ling Er ,dan Xiao Xiao.
" Iya ,Guru." Jawab ketiganya patuh kepadanya.
Li Xiao Feng duduk bersila di tengah ruangan kuil kosong itu dengan memejamkan kedua matanya untuk melihat seseorang yang sangat jauh darinya namun begitu dekat di hatinya.
" Ji Ji ..!" Batinnya berbicara.
Di lihatnya Istana Deng dengan cermat dan teliti sekali untuk memastikan Wu Ji dalam keadaan sehat dan selamat serta berada di dalam perisai pelindungnya sebelum dirinya dan Li Bing Han itu pergi dari Istana Deng untuk melaksanakan misi mereka berdua.
__ADS_1
Bersambung..!!