Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Istana Pangeran Muda Hu Liu.


__ADS_3

Sesuai dengan petunjuk dari Dewa pelacak Ren Jia Lun yang merupakan salah satu dari Raja Dewa Naga Langit membuat rombongan Li Xiao Feng akhirnya mereka dapat menemukan istana pangeran muda Hu Liu.


"Ada ilmu ilusi dari perisai Kaisar Iblis Bunga Teratai Hitam yang melindungi istana Pangeran muda Hu Liu dari makhluk seperti kita. " Kata Tian Xin yang telah merasakan hawa gelap yang menyelimuti seluruh bangunan dari istana Pangeran muda Hu Liu.


" Iya, begitulah Tian Xin si pengecut hina yang tidak ingin kita datang untuk merusak pesta pernikahan nya yang sekian kalinya tetapi Ia tak pernah berpikir cerdas bahwa aku bisa dengan mudah menghancurkan perisai temannya itu. " Kata Li Xiao Feng dengan nada menghina untuk Pangeran muda Hu Liu kepada Tian Xin.


"Guru kau memang seorang yang serba bisa dalam mengatasi setiap permasalahan yang datang kepada mu. " Kata Tian Xin dengan nada tulus memuji kecerdasan dan kehebatan Guru nya itu.


Li Xiao Feng menggunakan sistem penangkal perisai ilusi iblis bunga Teratai hitam dengan satu jarinya menulis kata hancurkan di udara di depan istana Pangeran muda Hu Liu, maka tak lama kemudian hancurlah seluruh perisai milik Kaisar Iblis bunga Teratai Hitam oleh Li Xiao Feng.


Blashh!


Lalu terdengarlah suara hiruk-pikuk yang penuh sukacita dari dalam istana Pangeran muda Hu Liu oleh mereka usai perisai ilusi iblis bunga Teratai hitam oleh Li Xiao Feng


" Wah, selamat berbahagia untuk Anda Pangeran muda Hu Liu karena Anda telah berhasil dengan baik menikah dengan Putri Da Lian yang sangat di puja oleh seluruh bangsa Da di daerah barat daya Kekaisaran Ching untuk menjadi salah satu selir baru Anda..! " Sorak para tamu undangan pernikahan Pangeran muda Hu Liu yang telah di dengar oleh Li Xiao Feng dan yang lainnya.


"Kita tak boleh membunuh manusia yang tidak bersalah sama sekali. " Kata Tian Xin dengan cepat mengingatkan Li Xiao Feng.


" Aku tahu Tian Xin karena itu aku gunakan ilmu roh untuk para manusia yang menjadi tamu undangan pernikahan si pengecut hina itu tidak ada yang terbunuh oleh ku. " Kata Li Xiao Feng dengan nada tenang kepada Tian Xin.


" Yang Mulia, di depan jalan menuju ke aula utama istana Pangeran muda Hu Liu sudah ada pasukannya yang berasal dari dunia siluman yang menjadi anak buahnya. " Kata Wu Lei yang memberitahu Tian Xin mengenai pasukan yang menghadang mereka adalah para siluman tingkat lima bumi dan langit dari dunia siluman.


" Kau benar sekali, Wu Lei. Kita harus membasmi mereka dahulu sebelum kita membasmi Raja Siluman yang sedang berbahagia itu. " Kata Tian Xin yang menatap tajam kepada seluruh para siluman yang menghadang mereka di pintu masuk aula utama istana Pangeran muda Hu Liu yang rata-rata adalah siluman kalajengking emas, perak dan perunggu.


"Yang mulia, biarkan hamba yang menghadapi mereka semua untuk Anda." Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang maju untuk menghadapi para siluman kalajengking emas, perak, dan perunggu yang telah menyambutnya dengan sikap garang.


Para siluman kalajengking emas, perak dan juga perunggu telah siap untuk menghadapi anak buah dari Kaisar Langit Tian Xin yang terlihat tangguh dan berbahaya bagi keselamatan diri mereka.


"Wahai para siluman kalajengking emas, perak dan perunggu yang tak tahu diri berani sekali kalian semua mencoba untuk menghadang kami para pasukan Langit sejati..! " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang menudingkan telunjuk kanannya ke arah pasukan siluman kalajengking emas, perak dan perunggu yang memandangnya dengan tatapan mata garang.

__ADS_1


" Puh, kau Dewa pelacak Ren Jia Lun yang hanya seorang Dewa tingkat kecil yang lebih tak tahu malu untuk mencoba untuk menghadapi kami yang merupakan salah satu pasukan siluman kalajengking emas, perak dan perunggu tingkat lima bumi dan langit dunia siluman. " Kata salah satu dari pasukan siluman kalajengking emas, perak dan perunggu dengan nada merendahkan kepada Dewa pelacak Ren Jia Lun yang berada di depan mereka.


"Jangan pernah banyak bicara lagi kalian..! Ayo kita buktikan saja dengan pertarungan antara kita agar kalian tahu siapa aku Dewa pelacak Ren Jia Lun yang sesungguhnya..!" Hardik Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan nada tajam kepada para siluman kalajengking emas, perak dan perunggu.


Para siluman kalajengking emas, perak dan perunggu menerjang secara bersamaan ke arah Dewa pelacak Ren Jia Lun yang melesat dengan kecepatan tinggi dan menggunakan pedang nya untuk menyambut serangan maut dari para siluman kalajengking emas, perak dan perunggu.


Swoosh!


Trang!


Trang!


Trang!


Pedang hijau yang di mainkan oleh Dewa pelacak Ren Jia Lun bergerak secara lihai sekali menyerang sejumlah besar senjata tajam milik para siluman kalajengking emas, perak dan perunggu.


Trang!


Trang!


Trang!


Betzz!


Dewa pelacak Ren Jia Lun bergerak dengan gesit sekali dengan pedang hijau meliuk-liuk di antara sejumlah besar senjata tajam milik para siluman kalajengking emas , perak dan perunggu yang terkejut sekali.


Trang!


Trang!

__ADS_1


Trang!


Trang!


Trang!


Trang!


Trang!


Para siluman kalajengking emas, perak dan perunggu terkejut bukan main karena senjata tajam milik mereka telah di hancurkan oleh Li Xiao Feng dari jarak jauh menggunakan ilmu sentilan mautnya.


"Ren Jia Lun saatnya untuk kamu menebas habis mereka hingga tak ada tersisa lagi..! " Teriak Li Xiao Feng kepada Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan nada mendesak karena Li Xiao Feng tak sabar untuk menghabisi Pangeran muda Hu Liu.


" Eh, ya Tuan Li. " Jawab Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan nada patuh kepada Li Xiao Feng.


Lalu Dewa pelacak Ren Jia Lun menerjang maju dengan pedang hijau yang mengeluarkan suara desing yang tajam sekali sehingga para siluman kalajengking emas, perak dan perunggu tak bisa melawannya lagi.


" Habislah kalian di tangankuuuu..! " Seru Dewa pelacak Ren Jia Lun yang mengayunkan pedang hijau nya dengan gerakan vertikal di udara yang mengarah langsung ke arah pasukan siluman kalajengking emas, perak dan perunggu yang tak mau menyerah kalah darinya itu menyerangnya dengan kekuatan gabungan yang menyilaukan mereka.


Wush!


Crash!


Blaar!


Cahaya kilatan hijau pedang milik Dewa pelacak Ren Jia Lun telah menebas habis seluruh pasukan siluman kalajengking emas, perak dan perunggu yang menjadi lawannya itu.


Li Xiao Feng menganggukkan kepalanya kepada Dewa pelacak Ren Jia Lun untuk menyatakan bahwa ia merasa puas dengan cara kerja dari Dewa pelacak Ren Jia Lun dalam menghadapi musuh mereka sehingga mereka tidak perlu membuang-buang waktu mereka lagi.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2