Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Ketulusan Wu Lei..


__ADS_3

Seluruh rakyat di wilayah selatan Ibukota dari Kekaisaran Ching terbelalak dengan wajah mereka begitu berterimakasih kepada Sang Buddha yang telah menyelamatkan mereka dari malapetaka yang akan mendatangkan maut bagi mereka.


"Terima kasih untuk Sang Buddha..! Amitoufu atas kemuliaan yang Anda berikan untuk kami sehingga kami dapat terselamatkan dari malapetaka yang akan mendatangkan maut bagi kami..! Terimakasih atas cinta kasih dan welas asih Sang Buddha kepada kami..! "


Sementara itu, Li Xiao Feng menyimpan kembali kedua pusaka Kekaisaran Alam semesta di dalam dirinya sebelum Ia kembali ke istana Menteri tata usaha Kekaisaran Ching untuk Ia bisa kembali menjadi Chen Xiao Feng.


" Ayahhh..! Apa yang telah terjadi tadi di pasar rakyat di wilayah selatan Ibukota Kekaisaran Ching? " Li Wei Shiang putrinya menyambutnya dengan suara cemas.


" Ada sedikit kerusuhan di pasar rakyat di wilayah selatan Ibukota Kekaisaran Ching tetapi sekarang pasar itu sudah aman kembali karena Ayah sudah menghukum mati para perusuh itu. " Jawab Li Xiao Feng yang menyentuh pipi putri nya dengan sentuhan jemarinya yang penuh kehangatan cinta seorang ayah terhadap putri kandungnya.


" Lalu apakah pil bunga naga merah sudah Ayah dapatkan dari para perusuh yang sudah di hukum mati oleh Ayah di pasar rakyat di wilayah selatan Ibukota Kekaisaran Ching? " Tanya Li Wei Shiang dengan nada tak sabaran sekali untuk menyelamatkan Wu Lei si Raja Dewa Naga Merah yang sedang mengalami masa krisis


" Pil bunga naga merah telah hancur juga di tubuh para perusuh itu...! " Jawab Li Xiao Feng yang baru teringat tentang pil bunga Naga merah itu.


" Ahh, Ayah...!Bagaimana dengan nasib dari Kak Wu Lei sekarang ini setelah pil bunga naga merah telah hancur oleh mu? " Tanya Li Wei Shiang dengan wajah sedih sekali karna gadis ini takut kehilangan Wu Lei.


Li Xiao Feng tersenyum melihat raut wajah putri kesayangannya itu lalu Ia membuka genggaman tangannya dan memperlihatkan pil bunga naga merah berada di tangannya.


" Iiiih, ayahhhhh... Jahil sekali kepada ku..! " Kata Li Wei Shiang dengan nada merajuk kepada Li Xiao Feng.


" Hahahaha, wah ini membuktikan bahwa kamu sudah jatuh cinta kepada Wu Lei, putri ku sayang yang paling cantik di seluruh dunia ini. " Kata Li Xiao Feng yang malah menggoda putrinya yang dengan mengambek kepadanya.

__ADS_1


" Uuuuuh, ayahhhhh...! " Rengek Li Wei Shiang yang membanting -banting kaki kanannya jika ia sedang uring-uringan kepada Ayahnya.


" Eh, eh sudah! Sudah kamu jangan terlalu lama mengambek nya nanti Wu Lei mu kelamaan di tolong oleh mu dengan kamu memberikan pil bunga naga merah ini kepadanya..! " Kata Li Xiao Feng yang merangkul putrinya untuk di ajak ke kamar Wu Lei.


Putri Shiu Chiu dan Putri Chao Ying menghampiri mereka begitu mereka berdua sudah kembali ke kamar Wu Lei untuk menjenguk Wu Lei. Dan, Li Xiao Feng menyuruh Li Wei Shiang untuk berikan pil bunga naga merah kepada Wu Lei.


" Caranya? " Tanya Li Wei Shiang dengan nada gugup kepada Ayahnya.


" Masukan pil bunga naga merah ke mulutnya dan berikan minum air putih di cawan itu kepada nya untuk pil bunga naga merah dapat di cair dan melebur di dalam tubuhnya. " Jawab Li Xiao Feng memberikan arahan kepada putrinya untuk memberikan pil bunga naga merah kepada Wu Lei yang terbaring lemah di ranjangnya.


" Ya, Ayah. " Kata Li Wei Shiang yang berjalan ke ranjang Wu Lei lalu menopang Wu Lei di bahu nya sebelum Li Wei Shiang membuka mulut Wu Lei untuk memberikan pil bunga naga merah ke mulut Wu Lei dan terakhir di berikan minum air putih dari cawan yang di berikan oleh Li Xiao Feng kepadanya untuk di minumkan kepada Wu Lei.


" Wei Shiang..! "


Li Wei Shiang tersenyum sambil menangis di depan Wu Lei.


" Iya, aku Li Wei Shiang..! " Jawab Li Wei Shiang yang tangisannya semakin kencang begitu Wu Lei bangun dan duduk di tempat tidur.


" Kenapa kamu menangis? Apa yang telah terjadi kepada ku? " Tanya Wu Lei yang menggunakan ujung lengan pakaian tidurnya untuk hapus airmata Li Wei Shiang.


" Aku menangis karena mengkhawatirkan dirimu karena kamu lama sekali bangunnya..! Huhuhu! " Jawab Li Wei Shiang yang menubruk Wu Lei.

__ADS_1


" Ekhem..! " Li Xiao Feng berdeham untuk putri nya bisa menahan diri untuk tak memeluk Wu Lei di depannya.


Wu Lei yang melihat wajah Li Xiao Feng yang memprotes Li Wei Shiang dengan cepat turun dari tempat tidur lalu sujud kepada Li Xiao Feng untuk mengucapkan rasa terimakasih nya kepada Li Xiao Feng.


" Tuan Li, Saya mengucapkan terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba yang rendah ini dan maafkan ketidaksopanan hamba yang membuat Nona Li menangis dengan memeluk hamba tadi di tempat tidur saya ketika hamba baru saja sadar kembali dari masa sakit hamba. " Kata Wu Lei yang mengatakan semua itu dengan gugup sekali kepada Li Xiao Feng.


" Ayah..! Dia baru saja sembuh dari sakitnya. Bisakah Ayah jangan terlalu keras menegurnya? " Li Wei Shiang meminta Li Xiao Feng untuk Li Xiao Feng tidak memarahi Wu Lei karena Li Wei Shiang memeluk Wu Lei di hadapannya.


" Aku tak memarahinya..! Kau jangan terlalu berlebihan untuk membelanya di depanku..! Apakah kamu itu putriku tapi malah memarahiku untuk seorang..?! " Ujar Li Xiao Feng dengan nada keras kepala Li Wei Shiang.


Wu Lei cepat-cepat memohon maaf untuk Li Wei Shiang kepada Li Xiao Feng dengan bersujud dan memberikan hormatnya sebanyak mungkin kepada Li Xiao Feng.


" Cukup! Aku bukan makhluk yang tak punya perasaan yang tak melihat kesungguhan hatimu untuk putriku dan aku juga melihat putriku amat menyayangi mu, Wu Lei. Ahhh, Aku cuma mau kamu mengucapkan kata kamu mau menjaga putriku selamanya kepada ku dengan kamu bersumpah untuk memintanya untuk menikah dengannya kepadaku. Itu saja permintaan aku untuk mu, Wu Lei. " Kata Li Xiao Feng yang telah melihat putrinya menatap matanya dengan sinar memohon untuknya bisa menerima Wu Lei sebagai kekasih dari Li Wei Shiang.


Wu Lei yang mendengarkan kata -kata Li Xiao Feng barusan segera menghaturkan terimakasih kepada Li Xiao Feng dengan ketulusan hatinya untuk meminta Li Wei Shiang kepada Li Xiao Feng.


" Tuan Li, saya mengucapkan terimakasih untuk kemurahan hati Anda yang begitu besar untuk Saya bisa mengutarakan isi hati saya yang ingin meminta Li Wei Shiang putri Anda untuk Saya jaga dia seumur hidup saya kepada Anda. Saya akan mencintanya sampai selama hidup saya. " Kata Wu Lei dengan suaranya yang tulus dan serius kepada Li Xiao Feng.


" Bangunlah, aku menerima mu sebagai calon suami dari putri ku Li Wei Shiang, Wu Lei. " Kata Li Xiao Feng yang begitu welas asih sekali kepada Wu Lei yang meraih jemari Li Wei Shiang untuk menghaturkan terimakasih mereka secara bersama-sama kepada Li Xiao Feng.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2