
Tian Xin menatap marah kepada Dewi Burung Merak Emas Langit yang berlutut di kedua kaki nya sambil menangis tersedu-sedu meminta maaf kepadanya.
" Yang Mulia.. Hamba mengaku salah telah lalai dalam menjaga hati dan perasaan hamba yang merupakan seorang Dewi langit yang harus mengerti aturan langit yang melarang semua Dewa dan Dewi jatuh cinta karena cinta di anggap hawa nafsu kesesatan jiwa yang dapat merusak kultivasi kami yang sudah kami latih selama bertahun-tahun lamanya. " Kata Dewi Burung Merak Emas Langit memohon maaf kepada Tian Xin.
" Tian Xin, yang terpenting sekarang ini adalah kita harus menyelamatkan Wu Lei sebelum Ia lenyap dari alam semesta. " Kata Li Xiao Feng dengan nada serius kepada Tian Xin.
" Tapi, kita juga harus pergi ke Istana Pangeran muda Ching Wu Zhong untuk membasmi Kaisar Iblis Bumi dan mengambil kembali pedang Naga siluman." Kata Tian Xin yang melihat mereka sedikit lagi akan menghabisi seluruh musuh mereka yang berada di dunia manusia.
" Sabarlah, kita harus memikirkan keselamatan teman kita dahulu barulah kita habisi musuh kita itu. " Kata Li Xiao Feng memberikan nasehat kepada Tian Xin.
" Ah, ya. Baiklah Guru. Aku akan mematuhi mu. " Kata Tian Xin akhirnya menuruti Gurunya itu.
Mereka membawa Wu Lei ke Istana Menteri Tata Usaha Kekaisaran Ching. Dimana mereka dapat berjumpa dengan Li Wei Shiang di raga balita Putri Chao Yue di sana.
" Kakak Xin.. Aku amat senang sekali bisa jumpa dengan mu lagi. " Kata Li Wei Shiang dengan amat terharu melihat Tian Xin berada di dekat ayahnya lagi.
" Wei Shiang.. Apakabar mu? " Sapa Tian Xin dengan nada ramah kepada putri dari Gurunya itu.
" Kabarku baik sekali, terimakasih Kak Tian Xin kamu masih ingat kepada ku. " Jawab Li Wei Shiang dengan nada riang gembira kepada Tian Xin.
Li Xiao Feng mencari cara untuk menyelamatkan Wu Lei melalui segala kemampuannya tetapi Ia mengerutkan keningnya dan wajahnya amatlah mencemaskan keselamatan Wu Lei.
__ADS_1
"Apakah tak ada cara lain untuk menyelamatkan Kakak Wu Lei, Tuan Li? " Tanya Dewi Burung Merak Emas Langit dengan nada serius kepada Li Xiao Feng.
" Ada melalui pil bunga Naga merah langit di kuil Long di puncak gunung Long Langit untuk dia bisa di selamatkan nyawanya." Jawab Li Xiao Feng dengan nada serius sekali.
"Bagaimana cara untuk mendapatkan pil bunga Naga merah langit itu, Tuan Li? " Tanya Dewi Burung Merak Emas Langit dengan wajahnya amat mencemaskan keselamatan Wu Lei kepada Li Xiao Feng.
" Pergi ke gunung Long Langit melalui berjalan kaki menempuh jarak ribuan mil untuk mencapai ke sana dan dengan kesungguhan hati untuk mendapatkan pil bunga Naga merah langit itu agar Kaisar Dewa Naga Gunung Long Langit mau memberikan pil bunga Naga merah langit miliknya kepada kita untuk menyelamatkan Wu Lei. " Jawab Li Xiao Feng dengan wajahnya amat serius sekali.
" Baiklah, aku akan segera pergi ke gunung Long langit sesuai petunjuk dari Anda. " Kata Dewi Burung Merak Emas Langit dengan sungguh hati untuk menyatakan rasa bersalah nya terhadap Wu Lei sekaligus meminta pengampunan dosa dari Kaisar Langit Tian Xin.
" Ya, kamu berhati-hatilah dalam melakukan misi mu ini dan kami akan mendoakanmu agar kamu berhasil meraih pil bunga Naga merah langit untuk menyelamatkan Wu Lei. " Kats Li Xiao Feng menatap Dewi Burung Merak Emas Langit dengan sungguh hati membantu Dewi Ci Yan mendapatkan pengampunan dosa dari Kaisar Langit Tian Xin.
Tian Xin menaruh telapak tangannya di dada Wu Lei untuk mengubah wujud Wu Lei dari seekor Naga merah menjadi sosok pemuda tampan yang berbaring lemah di tempat tidur.
"Kakak Xin, kamu bantulah aku untuk menjadi Li Wei Shiang lagi. " Kata Li Wei Shiang dengan nada memohon bantuan kepada Tian Xin.
" Hmm..Aku harus minta izin dahulu kepada Guru Li Xiao Feng yang merupakan ayahmu untuk membebaskan kamu dari raga putri Chao Yue. " Kata Tian Xin yang melirik ke arah Li Xiao Feng.
" Ayah..? " Rengek Li Wei Shiang kepada Li Xiao Feng yang sedang menggendong bayi yang amat manis sekali di sisi Putri Shiu Chiu istri dari Li Xiao Feng.
" Ya, kau boleh bebas dari raga putri Chao Yue usai roh asli Putri Chao Yue telah Aku masukan ke raga nya. " Jawab Li Xiao Feng yang tidak pernah bisa merasa tega hati terhadap putrinya itu.
__ADS_1
" Wah, terimakasih banyak Ayah. " Kata Li Wei Shiang begitu senang sekali.
Li Wei Shiang bebas lalu mendekati Tian Xin yang berada di dekat Xian Mei Hua di pintu kamar tidur Wu Lei. Gadis ini dengan lincah sekali merapatkan dirinya di dekat Tian Xin hingga Xian Mei Hua menoleh kepadanya.
" Nona Li, apakah kamu tak bisa memberi jarak untuk kami? " Tanya Xian Mei Hua dengan nada sopan kepada Li Wei Shiang.
" Oh, bisa.. Tenang sajalah. " Jawab Li Wei Shiang dengan ceria.
Tian Xin mengajar Xian Mei Hua meninggalkan Li Wei Shiang di depan kamar tidur Wu Lei untuk menemui Dewa pelacak Ren Jia Lun yang telah di tugaskan oleh Tian Xin untuk mencari Dewa Pelukis di sekitar wilayah Kekaisaran Ching.
" Apakah menurutmu Dewa Pelukis Li Jiancheng ada di sekitar wilayah Kekaisaran Ching juga? " Tanya Xian Mei Hua kepada Tian Xin dengan nada halus.
" Ya, karena Aku bisa merasakan keberadaannya di sekitar kita hanya saja ada Halimun pasir merah muda yang menghalangi kita untuk kita dapat menemukannya. " Jawab Tian Xin dengan nada lembut kepada Xian Mei Hua di sisi kanan nya.
Li Wei Shiang membanting kaki kanannya lalu kembali ke Ayahnya yang sedang menggendong adik tirinya di ruangan dalam kamar tidur Wu Lei sehingga ia semakin kesal sendiri.
" Wu Lei...Sepertinya hanya kamu seorang yang selalu ada untukku dan menghiraukan kehadiran ku. " Kata Li Wei Shiang menatap wajah pucat Wu Lei. Gadis ini menangis karena merasa iba dan kasihan terhadap sahabatnya itu. Ia meraih jemari Wu Lei dengan lembut lalu di genggam olehnya dengan amat erat sekali.
Li Xiao Feng melihat hal ini dan Ia mempunyai pemikiran lain untuk masa depan putrinya itu dengan pikiran untuk menjodohkan putrinya dengan Wu Lei saja untuk kebaikan putrinya itu yang sama sekali tidak pernah di cintai oleh Tian Xin Sang Kaisar Langit.
Bersambung!
__ADS_1