Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Desa Bambu Runcing Merah Muda.


__ADS_3

" Kak Han tunggu Aku.." Yang Ching Ching segera mengejar langkah kaki Li Bing Han yang sudah jalan di depan mengarah ke arah utara desa kecil sembilan air.


" Ada jembatan tali di sana untuk menuju ke desa bambu runcing merah muda." Kata Li Bing Han di dekat batu besar bertuliskan.


' Desa Bambu Runcing Merah Muda '


Batu besar itu meneteskan air mata darah yang mengejutkan Li Bing Han yang membaca tulisan di batu besar itu.


" Kenapa batu besar itu menangis darah ? " Tanya Li Bing Han mengerutkan keningnya memandangi batu besar di depan.


" Aku bukan batu besar. Aku ini seorang manusia yang di kutuk oleh Raja Ti yang menguasai desa ku menjadi batu besar nama desa ku ,' Jawab pria muda yang menangis darah kepada Li Bing Han.


" Siapa nama mu ? " Tanya Li Bing Han merasa iba seraya menggunakan ilmu kesaktiannya untuk Li Bing Han membebaskan kutukan pada manusia itu.


Blash..!!


Bruakk..!!!!


Seorang pemuda usia sebaya dengannya telah bersimpuh di hadapannya dengan sorotan mata yang sangat memelas sekali kepadanya. Li Bing Han menyukai anak itu.


" Tuan Muda terimakasih Anda telah menolong Ku dan mulai detik ini Aku adalah budak mu yang akan selalu setia kepadamu selama hidupku akan mengabdi kepadamu." Kata Anak itu menyembah sujud Li Bing Han.


" Bangunlah dan katakanlah nama mu siapa pada ku." Kata Li Bing Han ramah kepada anak laki -laki desa bambu runcing merah muda.


" Ji Fu atau Afu." Jawab Afu dengan sorotan mata polos dan memuja kepada Li Bing Han.


" Baiklah , Afu. Ayo kita berangkat ke desa mu." Kata Li Bing Han yang akan melangkahkan kedua kakinya ke atas jembatan.


" Tunggu , Tuan Muda .Anda lihat dulu siapa yang menjadi jembatan itu." Kata Afu mencegah Li Bing Han menginjak sebuah kaki yang di buat menjadi tiang jembatan oleh Raja Ti.


" Eh ,dia juga manusia ? " Tanya Yang Ching Ching menutup mulutnya dengan kaget memakai sehelai saputangan sutra warna merah muda.


" Iya , Nona muda. Dia adalah Aming sahabat ku yang di ubah menjadi jembatan oleh Raja Ti." Kata Afu memberitahu Yang Ching Ching.


Li Bing Han kembali menggunakan ilmu kesaktian di milikinya melalui telapak tangannnya untuk Ia membebaskan kutukan pada seorang gadis kecil usia sepuluh tahun yang bernama Xiao Ming yang di ubah menjadi jembatan penyeberangan oleh Raja Ti.


" Tuan Muda terimakasih atas pertolongan mu pada Ku." Kata Xiao Ming dengan suara lembut pada Li Bing Han.


" Sama -Sama Xiao Ming." Jawab Li Bing Han.


Setelah Xiao Ming kembali menjadi manusia. Di depan jalan terdapat jurang yang amat lebar dan dalam sekali.

__ADS_1


" Jurang tak bertepi " Kata Xiao Ming beritahu Li Bing Han nama jurang di depan jalan.


" Aku tidak takut untuk menyeberangi jurang itu tanpa perlu bantuan alat untuk aku sampai tiba di seberang sana." Kata Li Bing Han yang meluncur begitu cepat dan tiba di seberang tanpa kesulitan sama sekali.


Syuuttttt...!!


Yang Ching Ching menggandeng tangan Afu dan Xiao Ming melompati jurang dengan sangat gesit dan tiba di dekat Li Bing Han yang memandangi sederetan bambu runcing yang berbaris rapi yang menghalangi jalannya.


" Pintu formasi bambu runcing merah muda." Kata Xiao Ming memberitahu Li Bing Han.


Li Bing Han menganggukkan kepalanya untuk Li Bing Han dapat jawab Xiao Ming.


Werrrr....!!


Bambu -bambu runcing merah muda melancarkan serangan begitu gesit ke arah Li Bing Han.


Whooshhhh..!!


Li Bing Han menggerakkan kipas nya menebas hancur bambu runcing merah muda.


Bresss..!!


Bruakkk!!!


"Tuan Muda , anda sungguh mengagumkan sekali dapat mengatasi bambu -bambu runcing muda yang di pergunakan oleh Raja Ti untuk membunuh siapa saja yang menentang kehendaknya." Kata Afu memuja Li Bing Han.


" Emmmm.." Gumam Yang Ching Ching yang kini menelan Afu dan Aming sekaligus melalui lidah panjangnya.


Seerrtt...!!


Glekk..!


Glekkk..!


" Mereka bukanlah manusia biasa lagi melainkan arwah manusia yang sudah nyaris jadi siluman kecil tingkat rendah." Kata Yang Ching Ching yang cepat memberikan penjelasan kepada Li Bing Han atas perbuatannya menelan Afu dan Aming tanpa pemberitahuan kepada Li Bing Han.


" Aku tahu , Yang Ching Ching." Jawab Li Bing Han yang merasa dirinya mulai sedikit demi sedikit nyaris tak bisa lagi membedakan antara manusia dan arwah manusia setengah siluman sesudah ia kehilangan separuh jiwa nya yaitu Ching Mei Lan atau Zhao Ling Er.


" Ah ,ya Tuan Muda. Anda harus hati -hati di dalam perjalananmu di dunia fana ini agar kau tak alami celaka di tangan musuh -musuh mu yang licik dan curang itu." Kata Yang Ching Ching mengikuti Li Bing Han ke pintu masuk desa bambu runcing merah muda.


" Pintu nya mengeluarkan aroma anyir." Kata Yang Ching Ching mengeluarkan ilmu kesaktiannya ke arah pintu masuk desa bambu runcing merah muda.

__ADS_1


Wushhh...!!


Cring..!!


Blaarr...!!


Pintu masuk desa bambu runcing merah muda meledak hancur oleh ilmu sinar hijau Yang Ching Ching.


" Yang Ching Ching kau sungguh cerdas sekali untuk membantu ku menghancurkan pintu masuk desa bambu runcing merah muda untuk Aku bisa masuk ke desa itu dengan lebih cepat dan mudah lalu aku pun bisa menghancurkan sejumlah tikus -tikus busuk yang sudah lancang mempermainkan ku.." kata Li Bing Han nada serius kepada Yang Ching Ching sebelum berjalan masuk ke desa itu.


Di desa bambu runcing merah muda telah hadir ribuan tikus sawah yang menerjang maju ke arah Li Bing Han dan Yang Ching Ching dengan amat gesit sekali.


Wush....!!


Li Bing Han membuat gerakan lingkaran di udara lalu sebuah lingkaran api muncul meluncur cepat ke arah ribuan tikus sawah yang menerjang maju ke arah mereka.


Brushh....!!


Buk ! Buk !Buk !


Langkah kaki raksasa yang menjulang tinggi telah hadir di hadapan Li Bing Han dan Yang Ching Ching dengan mulut besar mengeluarkan buih -buih hijau busuk yang di semburkan ke arah Li Bing Han.


Puhhh !!


Yang Ching Ching meliukkan tubuhnya begitu lincah menghindari semburan buih -buih hijau dari mulut tikus sawah raksasa yang separuh dahinya adalah manusia laki -laki kepala halus.


Wuzzzzz...!!


Liukan tubuh Yang Ching Ching membuat tikus raksasa itu bingung untuk menghadapi kegesitan Yang Ching Ching.


Lalu kesempatan ini telah di manfaatkan Li Bing Han melesat ke kepala tkus raksasa dengan kipas naga giok membuat gerakan menebas yang tak bisa di elakkan oleh Siluman Tikus Sawah itu.


Wezz..!!


Crakkk...!!


Blaaarrrr.......!!


" Bajingan cilik berani kau membunuh Ratu dan rakyatku di Desa Bambu Merah Muda yang jadi tempat tinggal ku..!! " Terdengar suara amarah di belakang mereka berdua dengan ekor panjang ke arah mereka.


Wuttttzzz..!!

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2