Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Menembus Langit Melalui Lukisan.


__ADS_3

Li Xiao Feng menyeringai menanggapi wajah geram Kaisar laut Iblis di dunia Iblis bumi yang serangan mautnya ke perahu awan putih ciptaan Li Xiao Feng yang di tumpangi oleh keluarga dan sahabat Li Xiao Feng telah di halau dengan baik oleh Li Xiao Feng.


" Kaisar Laut Iblis kau mencari masalah dengan ku karena kamu telah berani menyerang para anggota keluarga dan sahabatku! Karena itu kau terimalah hukuman mu dariku...! " Hardik Li Xiao Feng yang melontarkan menara pusaka alam semesta ke tengah permukaan laut Iblis.


Wuuungg...!


Menara pusaka alam semesta adalah salah satu dari tujuh pusaka Kekaisaran alam semesta yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu menyerap kekuatan yang memiliki oleh seluruh makhluk hidup di alam semesta, dan bahkan sanggup menghancurkan kelaliman yang ada di seluruh wilayah alam semesta.


Kaisar laut Iblis mengerahkan lautan Iblis di dunia Iblis bumi melalui seluruh kekuatannya untuk menghadapi Li Xiao Feng namun ia terkejut dengan lenyapnya kekuatannya itu.


" Kauuu.. Sungguh licikkk...!! " Maki Kaisar laut Iblis di dunia Iblis bumi kepada Li Xiao Feng.


Li Xiao Feng tak memperdulikan makian tersebut dan Ia menghadapi makian tersebut dengan caranya sendiri yaitu menggunakan sistem api abadi di tangannya yang kemudian di lontarkan ke arah musuh di hadapannya.


Swooosh!


Brushh!


" Aaaghhh!! " Teriakan kematian Kaisar laut Iblis di dunia Iblis bumi.


Wu Song dan Wu Lei melesat kembali ke perahu awan putih sesudah menara pusaka alam semesta telah di simpan kembali oleh Li Xiao Feng.


" Kita bisa melewati lautan Iblis di dunia Iblis bumi dengan cara Dewa pelukis Li Xiao Xin membuat kapal selam abadi melalui daun sisik naga langit yang harus kita dapatkan di taman obat alam langit. " Kata Li Xiao Feng yang telah datang kembali kepada keluarganya dan para sahabatnya.

__ADS_1


" Hmm, saya bisa melukis kapal selam abadi dengan kertas gulungan buah persik bumi yang saya miliki hanya saja kita memang memerlukan daun sisik naga langit di taman obat alam langit untuk kapal selam abadi bisa menyelam di dasar laut Iblis di dunia Iblis bumi untuk kita memasuki kota dunia Iblis bumi. " Kata Dewa pelukis Li Xiao Xin dengan serius kepada Li Xiao Feng dan yang lainnya.


" Iya, Dewa pelukis Li Xiao Lin. Karenanya salah satu dari kita harus pergi ke alam langit untuk meminta daun sisik naga langit kepada Raja Dewa obat langit. " Kata Li Xiao Feng dengan sikap yang sangat serius kepada Dewa pelukis Li Xiao Xin.


" Biar aku saja yang pergi ke alam langit melalui lukisan istana alam langit di bagian istana obat alam langit. " Kata Wu Lei calon menantunya kepada Li Xiao Feng.


Li Xiao Feng menganggukkan kepalanya setuju, maka Wu Lei langsung masuk ke dalam lukisan istana alam langit melalui kertas daun teratai bumi milik Dewa pelukis Li Xiao Lin.


Swuush!


" Kakak Lei, aku mau ikut pergi ke alam langit bersama denganmu. " Kata Li Wei Shiang putri Li Xiao Feng yang ikut menyusul masuk ke lukisan milik Dewa pelukis Li Xiao Lin.


Swuuush!


"Raja Dewa Naga Merah ada urusan apakah kamu datang ke istanaku? " Tanya Raja Dewa obat alam langit kepada Wu Lei dengan sikap ramah.


"Raja Dewa obat alam langit, aku datang ke istana mu untuk meminta daun sisik naga langit kepada mu untuk membuat kapal selam abadi untuk mengarungi lautan Iblis di dunia Iblis bumi untuk kami bisa menyelesaikan misi kami di dunia Iblis bumi. " Jawab Wu Lei dengan sikap sopan kepada Raja Dewa obat alam langit.


" Baiklah, Raja Dewa Naga Merah. Silakan kamu memetik daun sisik naga langit di taman obat ku di bagian utara dari taman obat ku. " Kata Raja Dewa obat alam langit dengan senyuman ramah kepada Wu Lei.


" Ayo, Wei Shiang. Kita pergi memetik daun sisik naga langit agar tugas kita meminta daun sisik naga langit kepada Raja Dewa obat alam langit bisa terselesaikan. " Kata Wu Lei kepada Li Wei Shiang dengan senyuman penuh cinta kepada kekasihnya.


Wu Lei dan Li Wei Shiang memetik daun sisik naga langit sejumlah enam lembar yang di simpan di dalam saku lengan pakaiannya dan Li Wei Shiang tertarik pada sebuah pohon bunga Kamboja langit di dekat taman daun sisik naga langit.

__ADS_1


" Wah, bunga itu cantik sekali. " Kata Li Wei Shiang yang berdiri diam di tempatnya berdiri sampai Wu Lei yang meraih jemarinya terhenti untuk melihat bunga Kamboja langit yang di minati oleh Li Wei Shiang.


" Kau suka? " Tanya Wu Lei dengan nada lembut kepada Li Wei Shiang menganggukkan kepala dengan wajahnya tertarik sekali.


Wu Lei melesat ke pohon bunga Kamboja langit lalu di petiknya satu tangkai bunga Kamboja langit dan di taruh di belakang telinga Li Wei Shiang yang menambah kecantikan gadisnya itu.


"Wah, kau semakin cantik sekali dengan bunga Kamboja langit di belakang telinga mu. "Puji Wu Lei dengan wajah terpesona kepada Li Wei Shiang.


" Terimakasih atas pujianmu untuk ku, Wu Lei. " Kata Li Wei Shiang yang menaruh telapak tangan di wajah tampan Wu Lei.


Wu Lei meraih jemarinya lalu menundukkan wajahnya dan mencium bibir Li Wei Shiang yang selembut bunga Kamboja langit. Li Wei Shiang pun membalas ciuman Wu Lei dengan lembut juga.


Raja Dewa obat alam langit memerhatikan Wu Lei dan Li Wei Shiang saling berciuman mesra di taman obat nya. Ia menarik napas dalam-dalam karena Ia merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa salah satu dari keduanya.


" Apakah tali cinta mereka akan mendapatkan restu dari alam semesta? " Tanya Raja Dewa obat alam langit pada alam semesta.


" Raja Dewa obat alam langit,aku dan Li Wei Shiang mengucapkan terimakasih atas izinmu memetik bunga Kamboja langit untuk kekasihku yang cantik ini. " Kata Wu Lei dengan sikap sopan kepada Raja Dewa obat alam langit sebelum mereka pamit undur kembali ke dunia Iblis bumi untuk memberikan daun sisik naga langit kepada Li Xiao Feng yang sudah menanti kembalinya mereka dari alam langit melalui lukisan istana alam langit milik Dewa pelukis Li Xiao Lin.


Brrr!


" Bagaimana apakah kalian berdua telah berhasil meminta daun sisik naga langit kepada Raja Dewa obat alam langit?" Tanya Li Xiao Feng dengan nada gelisah kepada keduanya.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2