
Siluman Kumbang menggepakkan sayapnya di kedua sisi dengan bentuk tubuhnya berada di tengah -tengah dari kedua sayapnya yang amat tajam seperti ujung mata pisau pedang saja lalu menerjang ke arah Wu Song.
Wirrrrrrrrr...!
Deru kepakkan kedua sayap Siluman Kumbang bagaikan angin topan saja yang sangat kencang yang menerpang langsung ke arah Wu Song di jarak tak jauh dari sisi kanan Li Xiao Feng Sang Kaisar Vampir yang paling di bencinya itu.
Brrrrrrrrrr...!
Swuuuushhhhhh...!
Wu Song berkelebat cepat menghindari deru dari serangan kedua sayap Siluman Kumbang yang menerjangnya itu dengan tubuhnya melesat bak sinar biru di atas kanvas langit saja.
Swingggg....!
Siluman Kumbang berhenti bergerak di tengah udara begitu dirinya tak berhasil dalam serangan pertama nya kepada anak buah Li Xiao Feng si naga biru yang sangat menghina nya itu.
Betzzzz.....!
Maka, Siluman Kumbang mengeluarkan pedang nya dari telapak tangannya lalu menghunuskan ujung pedangnya ke arah Wu Song dengan amat cepat luar biasa sehingga Wu Song dengan lihai pula menangkis serangan musuhnya itu dengan pedang biru nya pula.
Trang....!
Percikan sinar terang antara sinar biru dan sinar hitam sangat menegangkan sekali bagi setiap orang melihat cara mereka bertarung di hadapan kawan -kawan mereka satu sama lainnya.
Syutttt....!
Wu Song menggerakkan pedang biru miliknya itu dengan ilmu pedang yang sangat menggetarkan jiwa lawannya yang terbeliak kaget melihat sinar hitam lawannya itu kalah oleh sinar biru pedang nya.
Blaashhh...!
" Aaaghhhhhhhhh...!! " Pekik Siluman Kumbang yang terpental hingga terbanting di lantai karena kekuatan nya kalah telak oleh kekuatan Wu Song yang sangat menakutkan juga.
Bruakkk..!
__ADS_1
Wu Song menggunakan kesempatan ini dengan menebas lawannya dengan pedang birunya yang amat haus kemenangan dari lawannya yang amat meremehkan tuan nya itu.
Crashhhh...!
Blarrr..!
" Bajingan ku habisi kauuu...! " Seru Siluman yang lain yang datang dari arah ruangan lain nya yang di miliki oleh graha rembulan musim semi.
Swooooshhhh....!
Plakkkk!!
Telapak tangan Siluman yang baru datang itu telah di sambut dengan pecut milik Xiao Hong yang amat ganas itu sehingga siluman yang baru datang itu menjerit kesakitan karena kulit di telapak tangannya berdarah segar.
" Aihh..! Kurang ajar gadis hina yang tak layak hidup di bumi..! Ku habisi kauuu...! " Hardik suara bengis dari kursi kayu yang terbalik dan ternyata adalah sosok siluman yang memiliki wujud dari serangga capung dengan ekor warna -warni dan kaki -kakinya yang memanjang bak kaki seekor kecoa saja.
Siluman ini menerjang Xiao Hong untuk balas dendam bagi saudaranya yang telah mengalami luka pada telapak tangannya terkena pecutan di tangan kiri Xiao Hong.
Xiao Hong menggerakkan tubuhnya dengan luar biasa lincah sekali dan sesekali pecutnya telah bergerak ke arah sekitar tubuh inti lawannya itu sehingga lawannya terdesak hebat oleh ilmu pecut halilintar ungu nya itu.
Tar.....!
Swuuuunggg...!!
Tar...!
Wu Song berhadapan dengan Siluman berwujud serangga kumbang warna hitam yang telah terluka pada telapak tangannya karena terkena pecutan Xiao Hong gadis sahabatnya itu.
Sementara itu, Li Xiao Feng menemukan lawan nya yang di harapkannya ada muncul di hadapan nya begitu teman -temannya sudah menemukan lawan mereka masing -masing di ruangan dalam graha rembulan musim semi.
Siluman yang di hadapi oleh Li Xiao Feng ialah sosok raja serangga yang memiliki tubuh persis kecoa namun wajah seorang pria muda yang amat tampan dengan kepala yang berrambut indah itu memakai makhota yang bertaburan giok yang menyilaukan sekali.
" Wah , kamu memakai makhota giok yang amat langka dan mahal di dunia siluman serangga bersayap dua...?! " Kata Li Xiao Feng takjub pada giok di kepala Raja Siluman Kecoa sayap tiga.
__ADS_1
" Karena Aku adalah Raja dari segala Raja di dunia siluman serangga bersayap dua..! Maka kau tak kan pernah menyesal bisa mati di tangan ku..! " Kata Raja Siluman Kecoa sayap tiga nada bengis kepada Li Xiao Feng.
" Ouh...Sungguh sombong sekali kau..! Marilah kau rasakan pedang cincin api ku ini..! " Seru Li Xiao Feng yang tak mau membuang waktu yang lebih lama lagi. Maka, Ia segera mengeluarkan ilmu pedang cincin api nya yang dashyat melalui jari telunjuknya saja.
Swoooshhhh...!
Pedang yang mengeluarkan api yang berbentuk cincin telah meluncur ke arah Raja Siluman Kecoa sayap tiga yang menggerakkan sayapnya yang jumlahnya ada tiga untuk menghadapi api- api yang berbentuk cincin yang keluar dari ujung pedang ciptaan Li Xiao Feng.
Swungggg...!
Tetapi cincin api yang lebih besar lagi telah lebih dahulu melesat ke arahnya dan membakarnya hingga hancur dan tak tersisa lagi oleh pedang Li Xiao Feng .
Brushh...!
Siluman -siluman lain yang sedang di hadapi oleh teman-temanya itu menjadi gentar bukan main terhadapnya hingga para siluman tersebut bersujud ketakutan untuk meminta ampun pada nya.
" Tuan Li yang terhormat tolong Anda maafkan kesalahan dan kebodohan kami ini..! Tolonglah Anda jangan membunuh kami yang hanya di perintahkan oleh Tuan kami yang sama sekali tak pernah kami ketahui selama ini karena kami hanya mengikuti panggilan dari pusaka Putri Siluman Ular Hitam Laut Iblis..! " Kata Siluman Burung Kenari Merah yang mewakili Siluman - Siluman lain yang bersujud hormat meminta pengampunan nyawa mereka dari Li Xiao Feng.
" Emm..Aku akan memberikan kalian semua kesempatan untuk hidup satu kali ini dengan satu syarat yang harus kalian penuhi sebagai pengganti nyawa kalian yang rendah itu..! " Kata Li Xiao Feng tanpa senyum di bibirnya kepada para siluman yang sangat bodoh itu.
" Baiklah, Tuan Li. Kami semua akan menerima syarat mu itu sebagai pengganti nyawa kami ini yang sangatlah tak berarti besar bagi mu yang terhormat..! " Jawab Siluman Burung Kenari Merah dengan menundukkan wajahnya di atas lantai batu marmer tetapi moncong nya telah diam -diam dia luncurkan ke arah Xiao Hong dan Wu Lei untuk membunuh dua orang anak buah Li Xiao Feng secara rahasia tanpa sepengetahuan Li Xiao Feng.
Swushh...!
Moncong atau paruh dari Siluman Burung Kenari Merah yang sudah akan mengenai Xiao Hong dan Wu Lei secara rahasia itu ternyata telah di potong hancur oleh Wu Song dengan pedang biru atas perintah Li Xiao Feng yang dapat tahu isi hati dan pikiran licik dan curang para Siluman dari anak buah musuh yang masih mereka cari itu.
Crashhh...!
Blaarr...!!
" Aughh..! Huekkk...! " Pekik Siluman Burung Kenari Merah yang mulutnya di potong hancur oleh Wu Song dengan pedang biru hingga darah mengucur deras dari lubang mulut Siluman itu.
Bersambung..!
__ADS_1