Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Kolam Ulat Kuning.


__ADS_3

Byurr....!!


Li Bing Han menyelam ke kolam yang penuh ulat -ulat kuning yang begitu melihatnya menyelam itu telah menyerbu untuk menggigiti tubuhnya yang sangatlah menggiurkan makhluk-makhluk yang di ciptakan oleh rubah kuning yang berasal dari kutu kulit rubah itu sendiri.


Li Bing Han menjulurkan dua jari tangannya yang mengarah ke ulat -ulat kuning yang tertebas oleh ketajaman ilmu pedang naga siluman yang telah di pelajari olehnya.


Wwuttt!!


Singg...!!


Blaarr...!!


Ledakan terjadi di dalam kolam itu yang sangatlah mengagetkan Le Le yang melihat dari tepi kolam melompat mundur keluar goa di karenakan air di kolam berubah penuh darah kehitaman yang amat kental.


" Han Er...!! Apakah kau tak apa-apa?!" Teriak Le Le pucat mengkhawatirkan Li Bing Han yang berada di dalam kolam itu.


Li Bing Han semakin lama semakin jauh sekali.Ia menyelam sampai dasar sekali dan menemukan sebuah rumput yang berwarna -warni indah sekali yang di tumbuh di antara ganggang laut yang lain.


" Pil Dewa Bunga Tulip Kuning hanya ada di dalam rumput warna-warni yang tumbuh di bawah kolam pemandian Dewa Bunga Tulip Kuning yang dapat ku jangkau hingga ke Istana nya sendiri melalui air kolam yang ada di goa desa kecil bambu kuning."


Dalam hatinya Li Bing Han berbicara dengan amat riang gembira. Ia mengulurkan tangannya untuk memetik rumput itu tetapi munculah seekor ikan duyung yang mengamatinya di batu kolam air dari kolam pemandian Dewa Bunga Tulip Kuning.


" Yang Mulia , kau mengintip aku sedang berjemur di kolam pemandian Dewa Bunga Tulip Kuning ,"

__ADS_1


Ikan Duyung cemberut kepada Li Bing Han yang mengacuhkannya sejak anak itu datang ke kolam pemandian Dewa Bunga Tulip Kuning. Ikan cantik itu menyukai ketampanan Li Bing Han.


" Zhan Er ,apakah kau ini tak punya kesibukan lain selain mengunjungi Dewa yang selalu tak ada niat untuk menjadi kekasihmu itu ? " Tanya Li Bing Han tersenyum mengejek Ikan duyung sambli simpan rumput warna -warni di saku bajunya.


" Ah ,semua adalah kesalahan Dewa Jodoh yang tak menulis jalinan cinta ku dengan Dewa Bunga Tulip Kuning ,Yang Mulia. Bukan salah hamba yang malang ini."Jawab Ikan Duyung dengan nada yang sangat menarik bagi Li Bing Han.


" Hhhh..Begitukah menurut mu ?Aish Dewa dan Siluman tak boleh berjodoh karena bertentangan dengan hukuman alam semesta." Ucap Li Bing Han yang sudah bersiap untuk kembali ke kolam yang menembus ke goa desa kecil bambu kuning di dunia manusia.


" Tunggu..!" Cegah Ikan duyung yang mengikutinya dengan berenang menembus dunia melalui air di kolam pemandian Dewa Bunga Tulip Kuning yang menembus ke goa desa kecil bambu kuning yang berada di dunia manusia.


" Bau busuk darah siluman kotor yang sangat bau sekali ,aduh pasti akan merusak kulit wajah dan tubuh surgawiku." Kata Ikan duyung begitu sampai di kolam goa desa kecil bambu kuning.


" Tak ada yang meminta kamu untuk mengikutiku sampai ke sini." Kata Li Bing Han keluar dari kolam tanpa adanya luka maupun noda darah hitam dan kental di sekujur tubuh maupun pakaiannya yang indah dan mahal.


"Sesukamu saja , apakah Dewa mu tidak merasa kesepian tanpa adanya dirimu di kolam pribadi miliknya yang hanya untuk dirinya mandi dan juga bersenang -senang dengan bunga -bunga tulip kuning peliharaannya ? " Tanya Li Bing Han yang memanggil Le Le untuk masuk kembali ke dalam goa.


" Han ,kau sungguh membuat ku cemas kepada mu di dalam kolam yang sudah keruh airnya itu."


Le Le memarahinya dengan raut wajah cemas di hadapannya.


" Maafkan aku , Kak Lele.Aku tak sengaja telah membuat kamu cemas akan keselamatanku yang menyelam ke dasar kolam ulat kuning." Kata Li Bing Han tulus meminta maaf kepada Le Le.


" Ya ,sudah..Ku maafkan kamu untui kali ini tapi lain waktu aku akan menghukum mu dengan lima belas cambukan ku ini." Kata Le Le memarahi Li Bing Han dengan cambuk buatan Le Le.

__ADS_1


" Iya ,ya..Ku terima hukumanku di lain waktu.Hmm sekarang kau masuklah ke kolam yang telah aku beri pil Dewa Bunga Tulip Kuning.oh ya ini kamu juga harus minum pil nya juga sebelum kau masuk ke kolam rubah kuning." Kata Li Bing Han lembut.


" Ya , baiklah ,terimakasih Han." Jawab Le Le yang menerima pil itu dan menelannya lalu berendam di kolam rubah kuning untuk bertapa kembali agar meningkatkan energi spiritualnya.


Li Bing Han mencari makanan dan minuman di luar goa untuk persediaan makan dan minumnya selama menunggu proses Le Le meditasi selesai dan mereka dapat mencari tahu keberadaan Li Xiao Feng dan yang lain di desa bambu kuning.


" Han , apakah buah kecil warna merah ini bisa aku makan ? " Tanya Lai Zhan Er menunjukkan pohon yang buah nya lebat dan berwarna merah kepada Li Bing Han yang memetik daun -daun ubi yang di temukan oleh anak itu di sekitar luar goa.


" Kau cium saja dahulu aromanya apakah miliki aroma racun sesat ataukah aman untuk kamu bisa makan buah merah kecil itu." Jawab Li Bing Han kini merebus daun -daun ubi di panci kecil di ikat di atas tumpukan kayu bakar yang di buatnya untuk peralatan masaknya secara sederhana.


" Han , lebih enak itu memanggang ikan bukan merebus daun -daun ubi tanpa bumbu." Kata Lai Zhan Er memanggang ikan di samping Li Bing Han.


" Daun -daun ubi di rebus amatlah baik untuk kita bisa menghilangkan rasa haus dengan kita dapat menganggapnya sebagai teh rasa ubi."Kata Li Bing Han yang menuang air rebusan daun -daun ubi ke cawan kayu dadakannya dan meminumnya dengan nikmat.


" Apakah rasanya enak ? " Tanya Lai Zhan Er yang penasaran sekali dengan minumannya.


" Ya , sangat enak dan harum.Apakah kau ingin mencicipinya ?" Li Bing Han menawarkannya.


" Iya , aku mau." Jawab Lai Zhan Er senang sekali menerima cawan berisi teh daun ubi karya Li Bing Han.


" Zhan , bisakah kau memberitahukan kepadaku apa yang telah terjadi di dunia langit sesudah aku terjebak di raga Li Bing Han dan dimanakah naga merah ku berada ?" Tanya Li Bing Han setelah lima menit berlalu dengan hanya makan dan minum.


" Kaisar yang sekarang ini sangatlah tertutup dan mengherankan semua Dewa dan rakyat mu di dunia langit. Dan, mengenai naga merah kamu itu telah di kurung di penjara langit lapisan delapan oleh Maharani Langit yang juga sangatlah aneh di hati orang -orang mu." Jawab Lai Zhan Er dengan jujur menceritakan semua hal yang diketahui oleh Ikan duyung itu tentang dunia langit kepada Li Bing Han.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2