
Li Bing Han merapikan semua perlengkapannya di kamar tidur kuil Dewa Erlang untuk memulai misi yang harus di selesaikannya untuk perdamaian dan kebahagiaan seluruh makhluk hidup di dunia.
"Kak Han , bagaimana kondisi kesehatan mu dan apakah tidak akan ada masalah jika kita lanjutkan perjalanan misi kita secepat ini ?" Tanya Zhao Ling Er membawakan sarapan pagi untuknya berupa bubur cakwee dan secangkir susu kacang kedelai.
" Kesehatan ku sangat baik ,Adik Ling.Tidak ada masalah sama sekali..,Kau tenang saja." Jawab Li Bing Han duduk di kursi kayu untuk menghadapi sarapan pagi nya yang di taruh di atas meja kayu di depan tempat tidurnya oleh Zhao Ling Erl.
" Hmmm, baiklah Kak Han." Kata Zhao Ling Er di kursi kayu samping kanannya.
Li Bing Han begitu menikmati sarapan pagi nya di temani Zhao Ling Er yang memandangi dirinya tak berkedip sedikit pun.Ia merasakan debaran yang tak wajar di dalam hatinya saat bertatapan mata dengan Zhao Ling Er.
" Astaga , ada apa dengan ku ?" Tanya Li Bing Han pada dirinya sendiri.Ia merasa gugup sekali dan cepat -cepat menundukkan wajahnya dari tatapan mata indah dan polos Zhao Ling Er.
Lima belas menit berlalu begitu cepat untuk Li Bing Han merapikan segala keperluan perantauan nya di kamar sebelum dia bergabung dengan yang lain di pintu kuil Dewa Erlang.
" Dewa Erlang terima kasih kesediaan mu untuk mengizinkan kami menginap di salah satu rumah mu di bumi sebagai sarana tempat tinggal kami sementara waktu beberapa hari ini dan sekarang kami pamit untuk melanjutkan misi kami.Sekali lagi mohon perlindungan Anda untuk perjalanan kami dapat berjalan lancar dan berhasil," Ucap Li Bing Han mengucapkan doa rasa terimakasihnya kepada Dewa Erlang melalui menyembahyangi Dewa Erlang dengan dupa yang menyala dan di taruh di tempat dupa di meja altar Dewa Erlang.
Zhao Ling Er dan yang lain pun mengikuti Li Bing Han untuk mengucapkan rasa terimakasih mereka dan juga meminta perlindungan kesehatan dan kelancaran misi mereka kepada Dewa Erlang di kuil Dewa Erlang di kota kecil bunga cempaka merah.
Kemudian mereka meninggalkan kuil itu dengan langkah kaki mereka yang sangat tegap dan juga gagah berani menghadapi segala rintangan dan tantangan di dalam perjalanan misi mereka untuk membantu Li Bing Han.
Sampai pada suatu hari di awal musim gugur tiba mereka akhirnya sampai juga di desa hsinchu.
" Desa yang sangat sunyi dan tenteram dengan pemandangan alam yang sejuk sekali." Kata Le Le mengagumi panorama desa kecil hsinchu dengan tatapan mata berbinar -binar.
"Makanan khas desa kecil hsinchu itu apa?" Tanya Chen Chen yang perutnya mulai bunyi minta di isi.
__ADS_1
" Sup penyu dan tim telur ikan danau tiga merak perunggu." Jawab Li Bing Han yang berjalan cepat menuju ke rumah makan terdekat dari mereka.
" Minuman nya apa ?" Tanya Yeti merangkul Lai Zhan Er menepis lengan Yeti di pundaknya.
" Jangan sembarangan merangkul ku ,Yeti.Aku ini bukan kekasihmu dan satu lagi berat di pundakku di rangkul olehmu ," Tegur Lai Zhan Er ketus pada Yeti.
" Tskk..Iya ,Nona Lai..,Kau sungguh galak sekali kepada ku." Kata Yeti mengerutkan hidungnya.
" Teh susu mutiara hangat." Kata Li Bing Han yang melangkah masuk ke rumah makan dan segera di sambut oleh pihak rumah makan dengan ramah.
" Silahkan Tuan Muda pilih menu makanan dan minuman yang Anda sukai dari rumah makan kami ini." Kata pelayan rumah makan yang cepat menyodorkan buku daftar menu makanan dan minuman kepada Li Bing Han.
" Aku pilih menu makanan dan minuman khas desa mu yang terbaik," Jawab Li Bing Han yang memberikan buku itu tanpa melihat harga yang tertera di buku menu rumah makan itu kepada pria pelayan rumah makan yang segera pergi kepada pemilik rumah makan.
" Han , apakah kau tak lihat harga makanan dan minuman di sini ?" Tanya Le Le menahan napas.
" Hei..Kalau uang nya kurang bagaimana ?" Tanya Le Le mengetuk jari di meja.
" Kau yang bayarlah ,Kak Le Le."Jawab Li Bing Han mengambil cawan lalu menuang teh dari teko di atas meja dan meminumnya.
" Enak sekali kau bicara ,Han.Aku mana ada uang yang banyak..Aku ini tidak kerja dan usaha yang dapat menghasilkan uang manusia.." Kata Le Le berlinang air mata kepada Li Bing Han.
" Ya ,kau carilah pekerjaan untuk menghasilkan uang dan membayar makanan dan minuman kita semua di rumah makan ini." Jawab Li Bing Han dengan nada ringan sekali kepada Le Le.
" Tapi ,dimana aku bisa mendapatkan pekerjaan untuk menghasilkan uang ?" Tanya Le Le manyun.
__ADS_1
" Di desa kecil hsinchu banyak pekerjaan yang baik untuk mu asalkan kau ada kemauan keras untuk menghasilkan uang manusia secara baik dan benar." Jawab Li Bing Han mengambil kue di atas meja dan melahap dengan santai kepada Le Le.
" Emmm ,ya Tuan Muda Li." Kata Le Le patuh juga kepada Li Bing Han.
Le Le menarik lengan Chen Chen dan Lai Zhan Er untuk mencari pekerjaan di sekitar desa hsinchu sedangkan Li Bing Han di temani oleh Zhao Ling Er dan Yeti di rumah makan depan pintu desa kecil hsinchu.
" Paman Yeti ,kau pergilah ke hutan barat dari sini dan tunggulah Aku dan Ling Er di sana." Kata Li Bing Han dengan nada sangat pelan sekali kepada Yeti.
" Siap ,Han." Jawab Yeti pergi ke hutan barat desa kecil hsinchu.
" Kita ?" Tanya Zhao Ling Er menunjuk dirinya dan Li Bing Han yang sedang menikmati makanan dan minuman yang sudah di antarkan pelayan rumah makan kepada mereka sesuai pesanan yang telah di minta oleh Li Bing Han.
" Makan dan minum dengan nyaman." Jawab Li Bing Han memberikan sepasang sumpit kepada Zhao Ling Er.
" Iya.." Jawab Zhao Ling Er mematuhinya dengan makan tanpa bicara lagi.
Li Bing Han menajamkan telinganya untuk dirinya dapat memantau para sahabatnya yang di minta oleh nya untuk mencari danau es yang sudah di berikan petunjuk dari Dewa Erlang kepadanya.
" Le Le , lihatlah petani sayur kubis itu.Apakah kau tak merasa dia sangat aneh cara menanam sayur kubis nya? " Bisik Chen Chen kepada Le Le dan Lai Zhan Er seraya menggunakan kerlingan matanya ke sisi kiri mereka bertiga.
Le Le dan Lai Zhan Er menengok ke arah kerlingan mata Chen Chen.Mereka di kejutkan dengan kaki dan tangan yang jumlahnya ribuan di tubuh petani sayur kubis di sisi kiri mereka.
" Siluman Kelabang Hitam cabang Desa Kecil Hsinchu." Bisik Chen Chen kepada mereka berdua seraya menarik keduanya untuk mendekat kepada dirinya.
" Awassss...!! " Teriaknya.
__ADS_1
Bersambung..!!