
Wuungg!
Tangan raksasa melayang dari dua arah di sisi Xiao Hong dan Wu Song yang mendapatkan aral rintangan dan kesukaran di dalam perjalanan mereka menuju ke Huijiang untuk menjalankan tugas yang di berikan oleh Li Xiao Feng.
Mereka tidak pernah menyangka bahwa mereka telah tersesat di daerah perbatasan antara jalan menuju ke Huijiang dan jalan menuju ke dunia setan desa kecapi maut.
Di desa itulah mereka menemukan masalah yang sangat membahayakan keselamatan diri mereka, meskipun mereka telah berhasil menang dari Ratu desa kecapi maut dan para anak buah Sang Ratu desa kecapi maut.
Mereka kini berhadapan langsung dengan Raja setan Desa kecapi maut yang menggunakan ilmu tangan -tangan raksasa untuk meremukkan mereka dalam waktu singkat.
Wu Song dengan cekatan telah mendorong Xiao Hong keluar dari desiran angin tangan raksasa di sisi kanan dan kiri mereka dalam waktu yang tepat sebelum tangan raksasa itu meremukkan Xiao Hong.
Desss..!
"Wu Song..!! " Teriak Xiao Hong yang terpucat -pucat melihat dirinya terhempas di tanah dan melihat Wu Song di tekan kedua tangan raksasa itu.
Wu Song menggunakan ilmu mengubah wujud dengan tepat sekali sehingga dirinya dapat lari dari cengkeraman tangan raksasa melalui sela -sela jari -jari yang besar-besar itu.
Wosshh..!
Seekor naga biru melesat menembus awan dan menerjang raksasa bentuk hewan kadal yang berwajah ganas sekali di hadapan Sang naga biru yang dengan kecepatan kilat dan kibasan ekor telah membabat habis tubuh raksasa Raja desa kecapi maut.
Wosss..!
Crakkk..!
Bruak..!
Tubuh kadal raksasa jatuh ke tanah dan berubah wujud menjadi sosok pria yang memiliki sinar mata merah yang menyeramkan seperti sinar mata darah yang mencorong kepada Naga Biru.
" Rupanya kau adalah Raja Dewa Naga Biru Langit! Pantas saja kau sungguh berani masuk ke wilayah ku dan menghabisi istri dan sejumlah besar anak buah ku. Kau juga bahkan memotong ekor ku! " Hardik Raja Desa kecapi maut dengan nada bengis kepada Wu Song.
" Bukan salahku yang menghabisi keluarga mu namun kesalahan mu lah yang telah membuat perangkap untuk menangkap kami di tengah jalan kami menuju ke Huijiang..! Aku Wu Song hanya memberikan pernyataan untuk membela hak ku dan sahabat ku ini karena perjalanan kami menjadi terhambat akibat perbuatan kalian setan -setan tak tahu diri..! " Balas Wu Song yang telah menggunakan pedang biru menerjang Raja Desa kecapi maut yang menangkis nya dengan pedang yang terbuat dari senar Guqin.
Crang!
__ADS_1
Crang!
Crang!
Gerakan pedang Wu Song sungguh luar biasa menerjang pedang senar Guqin yang telah di mainkan oleh Raja Desa kecapi maut dengan lihai luar biasa sampai pertarungan itu menjadi sangat menarik.
Trang!.
Pedang senar Guqin meliuk -liuk di sekitar ujung pedang biru langit Wu Song yang menangkis nya dengan gerakan menyamping maupun gerakan yang menebas ke atas sampai Raja Desa kecapi maut berkali-kali melakukan jungkir balik untuk menghindari dirinya tertebas pada pundaknya oleh Wu Song.
Whoss!!
Wu Song mengejar gerakan lawannya dengan pedang nya selalu terhunus kedepan dan selalu menangkis dengan tepat untuk menghadapi ujung pedang senar Guqin yang mengeluarkan suara alunan musik yang semakin halus akan semakin berbahaya sekali bagi Wu Song.
Whoss!
Trang!
Melihat ini Xiao Hong meluncurkan serangan dari arah bawah Raja Desa kecapi maut melalui pecut halilintar ungu nya yang melingkari setiap gerakan kaki Raja Desa kecapi maut yang ingin berpindah tempat dalam perlawanannya itu.
Tar..!
Raja Desa kecapi maut yang merasakan adanya serangan yang akan membahayakan dirinya itu segera membalas serangan maut dari Xiao Hong dengan telapak tangannya mengeluarkan asap kekuningan.
Wussss!
" Xiao Hong hati-hati..! " Teriak Wu Song yang di sisi kanan Raja Desa kecapi maut dengan ujung pedang biru langit nya melakukan gerakan ke arah pinggang musuh yang melolong kesakitan karena terpotong menjadi dua oleh Wu Song.
Crakk..!
Swusshh..!
Xiao Hong berkelebat cepat begitu mendengar peringatan untuk nya dari Wu Song untuk dirinya dapat menghindari serangan ilmu asap racun kuning milik Raja Desa kecapi maut yang ingin membunuh nya.
Raja Desa kecapi maut yang tubuhnya telah di potong menjadi dua oleh pedang biru langit Wu Song merayap dengan tubuh bawah dan tubuh atas nya bergerak di tanah dengan tujuan untuk dirinya dapat menyerang balik musuhnya itu.
__ADS_1
Tetapi, Xiao Hong mengeluarkan paku emas nya yang di sambit kan nya ke tanah dan menutup langkah tubuh atas dan tubuh bawah raja desa kecapi maut lalu dengan pecut halilintar ungu nya menghabisi musuh dengan satu kali pecutan saja.
Werr!
Tuk!
Yuk!
Tar!
Blaar!
Sesudah mereka berhasil mengalahkan raja desa kecapi maut. Baik Wu Song maupun Xiao Hong mulai mencari cara untuk keluar dari desa kecapi maut.
" Kemanakah kita harus mencari jalan untuk kita pergi dari desa kecapi maut ini ?" Tanya Xiao Hong yang memegangi pinggangnya untuk gadis ini dapat menarik napas sejenak untuk mengusir rasa lelah nya.
" Kita coba telusuri jalan yang satu ini dahulu saja, " Jawab Wu Song saat pria ini menemukan tanda jalan di daerah tandus yang sangat sunyi.
" Iya, Aku ikut saja katamu, " Kata Xiao Hong.
" Baiklah, mari kau jalan di belakang ku agar aku bisa melindungi dirimu dari bahaya yang akan mengancam kita di depan jalan.. " Kata Wu Song yang cerdas menarik perhatian Xiao Hong.
Xiao Hong merona mendengar kata melindungi dari Wu Song yang memiliki isyarat yang jelas bahwa pemuda ini telah jatuh cinta kepada nya sampai-sampai pemuda ini ingin melindunginya dari segala bahaya.
Xiao Hong mengikuti langkah Wu Song dengan diam sambil menunggu perintah selanjutnya dari Wu Song yang terus berjalan ke arah jalan yang pertama yang mereka pilih untuk mereka berdua bisa keluar dari desa kecapi maut.
" Ada tanaman yang akarnya menjalar di sekitar jalanan di depan sana.. " Kata Wu Song kepada Xiao Hong di belakang nya.
" Tanaman apakah itu?" Tanya Xiao Hong yang menajamkan sepasang mata nya untuk melihat tanaman yang telah muncul untuk menghalangi perjalanan mereka keluar dari desa kecapi maut.
" Emm sepertinya tanaman jerat maut yang telah di budidayakan oleh Raja Setan Tanah Jalar yang menginginkan kita terkurung di desa kecapi maut untuk selamanya, " Jawab Wu Song yang telah mengenali tanaman aneh di depan jalan mereka.
Baru saja tanaman itu di sebut oleh Wu Song, kini tanaman itu melebarkan akar -akarnya di sekitar jalanan dan muncullah sosok kakek tua renta di depan tanaman jerat maut.
Bersambung..!
__ADS_1