Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Semilir Angin Musim Semi....


__ADS_3

Deru angin yang sangat sejuk dan wewangian di taman -taman bunga serta dedaunan yang hijau permai mengiringi sinar cahaya mentari di awal musim semi di seluruh negeri yang sangat luas dan besar di seluruh bumi.


"Diam di sana dan tunggulah setitik embun jatuh ke dalam kedua bola matamu." Kata Li Xiao Feng memberikan intruksi untuk Wu Lei dalam proses menyembuhkan penglihatan kedua mata Wu Lei.


"Iya, Tuan Li.." Jawab Wu Lei mengangguk patuhi intruksi Li Xiao Feng.Ia mengangkat wajahnya ke atas langit dengan kedua matanya terbuka lebar lalu setetes embun awal musim semi menetes dari langit ke sepasang mata Wu Lei yang tadinya tak bisa melihat itu akibat racun hutan kaktus Iblis kini kembali bisa melihat kembali dengan kedua matanya itu bisa melihat lebih terang lagi.


"Bagaimana perasaanmu saat embun menetes dari langit jatuh ke dalam sepasang bola matamu itu,Wu Lei?" Tanya Wu Song mendekati Wu Lei.


"Sangat sejuk sekali sampai menembus organ dan tulang-tulang nagaku." Jawab Wu Lei tersenyum ceria kepada Wu Song dengan sorotan matanya itu menembus tulang -tulang Wu Song yang dapat terlihat begitu jelas oleh Wu Lei dengan bentuk dan warna yang sangat terang benderang.


"Eii..Kau melihat tulang dan daging apa saja dari tubuhku? Kau jangan menerawang diriku,ya?!" Ucap Wu Song menutupi bagian area sensitifnya dari sorotan kedua mata Wu Lei dan Li Xiao Feng tertawa terbahak -bahak.


" Hahahaha..Tak ada yang menarik di bagian itu mu,Wu Song...! Dia itu naga laki -laki bukan naga perempuan yang tertarik pada itu mu..!" Kata Li Xiao Feng yang menertawakan kepolosan Wu Song sambil merangkul Wu Lei.


" Apa maksud yang Anda katakan itu,Tuan Li?" Tanya Wu Song manyun sedangkan Wu Lei melirik sebal kepada Li Xiao Feng yang segera menjauhi keduanya dengan kedua tangannya ke atas lalu Li Xiao Feng kabur dari keduanya menuju ke arah lain dari Istana Kekaisaran Ching.


" Tak ada apa -apa...Tak perlu di ingat dan juga di pelajari ucapanku kepada kalian berdua..!" Teriak Li Xiao Feng dari jarak jauh sekitar seribu meter dari keduanya yang menyusul dirinya.


"Taman apakah yang kita datangi ini dan kenapa pepohonan ini begitu tinggi dan lebat menutupi jalan dan diri kita?" Tanya Wu Lei dan Wu Song di belakang Li Xiao Feng yang berdiri di sebuah batu bentuk kepala singa tertidur di depan Li Xiao Feng.


" Taman labirin kepala Singa tidur.." Jawab Li Xiao Feng yang melesat ke atas kepala singa tidur yang terbuat dari batu itu dan tiba-tiba sepasang mata batu itu terbuka lalu mengeluarkan sinar hijau dan berasap tebal yang membuat Li Xiao Feng dengan cepat mengibaskan lengan bajunya untuk lindungi dirinya dan kawan -kawan serta menyerang balik ke arah batu kepala singa itu.

__ADS_1


Wosshh..!!


Brushh..!!


Bruakk..!!


Batu kepala singa runtuh dan berjatuhan di tanah lalu membentuk serangan batu -batu yang amat ganas ke arah Li Xiao Feng,Wu Song dan Wu Lei yang meliukan tubuh mereka di antara terjangan batu -batu itu.


Woshhhh...!!


Crashh..!!


Wu Lei mengibaskan ekor nya dengan gerakannya itu seperti naga menggunakan ekor membelah awan di langit sehingga sejumlah batu -batu yang menyerang dirinya,Li Xiao Feng dan Wu Lei dapat di halau dan hancur olehnya.


Bruakk..!!


Sisik Wu Song menebas sejumlah batu -batu itu di sisi Li Xiao Feng yang menggunakan lengan baju memukul hancur sejumlah batu-batu itu yang kini tersisa debu -debunya saja.


"Cahaya embun malam.." Kata Li Xiao Feng yang membuka telapak tangannya yang mengeluarkan sinar dengan percikan air yang membuyarkan asap -asap hijau yang menyerang mereka bertiga di taman labirin kepala singa tidur.


Blashh..!!

__ADS_1


Sesudah itu mereka melanjutkan pencarian jalan keluar dari taman labirin kepala singa tidur yang di mulai dari tempat semula mereka datang ke alam manusia yakni melalui kamar tidur Kaisar Ching.


"Emmm...Kita sudah melewati batu kosong yang awalnya adalah batu kepala singa tidur." Kata Li Xiao Feng memegangi dagunya yang halus dan putih bersih itu sambil berpikir.


"Bagaimana kalau kita pilih jalan berbelok ke kiri dengan tempat ini menjadi tempat utama kita bisa masuk pertama kali di tempat menyesatkan ini di alam manusia yang megah ini?" Usul Wu Lei yang meminta Wu Song membuat tanda silang di atas udara sebagai tanda jalan mereka.


"Boleh juga usul mu itu..Mari kita jalan ke kiri dari tempat ini.." Sahut Li Xiao Feng menyetujui usul Wu Lei.


Maka,Mereka bertiga pun berjalan ke arah kiri lalu menyelusuri lorong yang sangat panjang dan tahu -tahu mereka menembus ke sebuah hutan yang ada air terjun yang amat deras sekali.


"Wah air terjun yang amat indah dengan airnya pun sangat deras dan jernih." Kata Wu Song nada kagum dengan panorama alam yang tak sengaja mereka datangi itu.


" Sstt..Diamlah kalian..!Sepertinya Aku mendengar suara orang menangis di bawah air terjun ini," Kata Li Xiao Feng memegangi telinganya yang Ia dekati ke bawah air terjun untuk memastikan bahwa Ia mempunyai pendengaran tak salah mendengar.


"Suara seorang bayi perempuan yang menangis karena di tinggalkan di tepi kolam bunga teratai di bawah air terjun yakni di dekat kawasan Istana lain di Istana Kekaisaran Ching oleh seorang pria berpakaian kasim."Kata Wu Lei yang memberikan penjelasan atas pendengaran tajam Li Xiao Feng.


"Wah,bayi perempuan siapakah yang di tinggalkan di sana? Mari kita lihat dengan jelas..!" Ucap Wu Song yang sudah meluncur turun ke bawah air terjun lalu menukik tajam dengan kedua kakinya itu berdiri tepat di atas batu kolam bunga teratai di kawasan Istana Dingin.


"Kau siapakah?" Tanya bayi perempuan itu dengan suara yang di kenal baik oleh Wu Song.


" Ei...Kau ini Putri Meng Ping dari Istana Dewi Laut Selatan..?Astaga,kenapa kau bisa reinkarnasi jadi manusia tanpa proses pengadilan alam akhirat?" Tanya Wu Song terperanjat mengenal wajah asli bayi perempuan itu.

__ADS_1


" Hahahaha..Wu Song..Dia memang sengaja untuk kamu terkecoh olehnya agar jiwa naga mu bisa di ambil olehnya supaya ilmu keabadiannya semakin meningkat pesat sebagai penghuni Istana Dewi Laut Selatan." Jawab Li Xiao Feng yang berdiri di air terjun dengan tangannya mengambil air terjun yang di percikan ke arah bayi perempuan itu yang tiba-tiba berubah wujud menjadi seekor ular yang memiliki ekor berjumlah sembilan ekor.


Bersambung..!!


__ADS_2