
Pintu Istana Kekaisaran Deng telah terbuka untuk menyambut kembalinya Pangeran Li Xiao Feng ke Istana Kekaisaran Deng bersama-sama dengan Pangeran Muda Li Bing Han,Putri Li Wen Qing dan Putri Li Wen Chao.
"Kakak Feng ,kau tunggulah sebentar di ruangan ini karena Aku akan mempersiapkan sesuatu yang sangat istimewa untuk mu."Kata Wu Ji kepada Li Xiao Feng begitu pria itu tiba di pintu ruang pribadi miliknya.
Li Xiao Feng menganggukkan kepalanya dengan diam lalu duduk di kursi yang berada di sudut kiri jendela kamar pribadi Wu Ji.Ia memandang ke arah luar jendela.
"Ada kabut warna merah di bagian utara dari arah ku saat ini."Kata Li Xiao Feng cepat berdiri dan Ia mengamati kabut merah yang berada jauh darinya namun Ia dapat mencurigai adanya sesuatu hal yang telah terjadi di Kota Ching.
"Kak Feng ,sekarang kau sudah bisa berbalik ke arah ku dan lihatlah aku membawakan makanan enak untuk mu."Kata Wu Ji riang gembira dari arah belakangnya.
Li Xiao Feng berbalik dan menemukan Wu Ji yang memegang semangkuk sup teratai daging lezat di hadapannya dengan seulas senyuman sejelita bidadari di kahyangan.
"Ji Ji ,aku tak bisa makan makanan manusia yang kau bawakan untuk ku."Kata Li Xiao Feng terharu.
"Ohh.."Kata Wu Ji merasa iba.
"Ah, sudahlah Aku masih bisa menghirup aroma makanan mu ini."Kata Li Xiao Feng tidak tega hati menolak kebaikan Wu Ji terhadap dirinya.
Wu Ji tersenyum melihat kesungguhan hati Li Xiao Feng yang menerima makanannya dengan cara Li Xiao Feng sendiri yaitu menghirup aroma lezat di makanan tersebut.
"Kau..Bagaimana rasa sup teratai daging lezat ku ini menurut penilaianmu,Kak Feng?"Tanya Wu Ji menopang dagu memandangi Li Xiao Feng yang menikmati aroma makanan di hadapannya.
"Manis,segar dan gurih menjadi satu di hidung ku yang sangat tajam terhadap setiap aroma yang bagaimanapun juga."Jawab Li Xiao Feng serius di hadapan Wu Ji tetapi sebenarnya Li Xiao Feng tak menyukai makanan itu.
"Bau yang menyengat membuatku mual."Batin Li Xiao Feng berkata lain.
Brakk..!!
Pintu ruangan pribadi Wu Ji terbuka lebar untuk Li Bing Han dan adik -adiknya berlarian masuk dan mengambil sup teratai daging milik Li Xiao Feng dan memakannya bersama -sama.
"Anak -anak sabar jangan berebut makannya.Aku masih punya banyak di dapur untuk kalian."Kata Wu Ji sabar menghadapi anak -anak itu.
"Sudahlah ,Ji Ji .Biarkan saja mereka makan sup teratai daging milik ku."Kata Li Xiao Feng dengan senyuman yang memikat Wu Ji.
__ADS_1
"Iya,Kak Feng."Kata Wu Ji mengikuti Li Xiao Feng ke ruangan tempat tidur yang sudah di siapkan olehnya untuk dirinya dan Li Xiao Feng.
Tetapi,Wu Ji harus menahan gejolak perasaan di kalbunya yang mengharapkan lebih dari perilaku Li Xiao Feng terhadapnya selain sekadar pelukan saja.
"Kak Feng ,apakah kau tak ingin mencoba untuk menghirup diriku?"Tanyanya menjauhkan dirinya sedikit dari pelukan Li Xiao Feng untuk menatap Li Xiao Feng yang memandangnya tetapi pikiran Li Xiao Feng terfokus terhadap jeritan orang -orang di Kota Ching.
"Ji Ji..Aku harus pergi sekarang untuk melakukan tugas ku sebagai Pendekar Besar Dewa Api di dunia persilatan."Jawab Li Xiao Feng dengan nada serius.
"Eh ,ya.Pergilah."Kata Wu Ji menundukkan wajah untuk menghindari airmatanya yang sudah hadir di kedua bola matanya.
Brrrr..!!
Li Xiao Feng benar -benar pergi tanpa melihat Wu Ji dan berpamitan kepada Li Bing Han dan adik -adiknya.
"Kau sama sekali tak pernah memperdulikan aku yang sudah menanti mu selama lima tahun ini.Aku sebagai seorang Istri dan wanitamu juga sangat ingin di perhatikan oleh mu dan di sentuh olehmu yang menjadi Suami dan priaku."Kata Wu Ji yang menangis sendiri di tempat tidurnya.
Seperti seberkas sinar transparan saja seseorang telah muncul di belakang Wu Ji lalu orang itu tahu -tahu mengulurkan jarum ke tengkuk leher Wu Ji dan menusukkan jarum tepat di leher Wu Ji.
Brukk!!
Pria itu membuka sehelai demi sehelai gaun tidur Wu Ji dan membaringkannya di tempat tidur lalu mendekatkan diri kepada Wu Ji dengan niat ingin mencium bibir Wu Ji.
Wutt..!!
Plakk..!!
Dess..!!
Brakkk!!
Pria itu tersentak kaget saat dirinya di serang oleh Li Xiao Feng yang menjambaknya dan melempar dirinya sampai menembus dinding kamar tidur Wu Ji.
"Setan binatang berani kau sentuh Istriku dengan mencoba mengelabui ku dengan ilusi kabut merah busukmu..!"Maki Li Xiao Feng menerjang pria itu yang berada di tanah segera bangkit dan bersiap untuk menghadapi Li Xiao Feng.
__ADS_1
"Li Xiao Feng kau sendiri sebuah makhluk yang sangat menjijikan yang memiliki sifat munafik di dalam dirimu semenjak kau terlahir di dunia di era Dinasti Qin..!!Kau sungguh lancang memaki aku Ren Ti Kun sebagai Setan binatang !!Kau layak mati sepuluh ribu kali olehku..!!"Hardik Ren Ti Kun pria berwajah sangar dengan tubuh raksasa dan kepalan yang persis gada raksasa mengancam Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng melesat bak lalat yang sangat lincah di sekitar Ren Ti Kun yang menggunakan kepalan untuk meninju Li Xiao Feng hingga remuk namun Ren Ti Kun terbelalak kaget saat Ia tak bisa sentuh Li Xiao Feng yang sangat gesit mengelilinginya.
Wushh...!!
"Eii...!!"Teriaknya panik.
Li Xiao Feng tiba -tiba menukik tajam ke arahnya dengan telunjuk tangan kanan berputar -putar dan menerobos dahinya hingga berlubang dan pecah terbelah dua kepalanya.
Krakk!!
Li Xiao Feng sudah kembali ke sisi Wu Ji yang di sadarkannya dengan kelembutan yang sangat di inginkan Wu Ji darinya.
"Ji Ji..Aku akan mencoba untuk menghirup mu di dalam hidupku."Kata Li Xiao Feng lembut sekali merengkuh dan mencium bibir Wu Ji yang lembut dan manis.
Wu Ji meneteskan airmata merasakan sentuhan Li Xiao Feng di bibirnya.
"Kak Feng..Ambillah jiwaku dan juga ragaku untuk mu."Kata Wu Ji tulus hati kepada Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng teringat wajah Ming Lian Hua yang d terngiang di kalbunya pada saat dirinya mencium Wu Ji.Ia tahu cinta yang di berikan Wu Ji untuknya sangat besar tetapi dirinya masih mencintai Ming Lian Hua mantan kekasihnya.
"Mengambil jiwa dan ragamu merupakan hadiah yang sangat bermakna bagi ku ,namun Aku tak bisa menganggapmu sebagai dirinya yang masih ku cintai di kehidupanku yang sekarang meskipun kita sudah menikah, dan Aku sebagai suami kamu memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan ragamu sebagai istriku."Batin Li Xiao Feng berbicara.
Wu Ji mengusap rambut Li Xiao Feng untuk Wu Ji menahan rasa kalbunya yang terkoyak oleh Li Xiao Feng yang memenuhi kewajiban dan hak Li Xiao Feng sebagai suaminya.
"Astaga..Aku membuatnya nyaris tewas."Kata Li Xiao Feng cepat -cepat memberikan pil pelindung raga pada Wu Ji untuk dirinya tak membunuh Wu Ji di saat dirinya melakukan tugasnya sebagai suami Wu Ji.
Wu Ji jatuh pingsan selama tujuh hari tujuh malam sesudah resmi menjadi milik Li Xiao Feng seutuh dirinya.Dan,Ia baru terbangun di hari ke delapan di pagi harinya dengan senyuman yang membuat Li Xiao Feng terpesona.
"Kau sungguh cantik sekali ,Ji Ji.Bangunlah dan mulailah lakukan pekerjaanmu sebagai Ratu di Kekaisaran Deng.Aku akan melakukan tugasku sebagai Pendekar Besar Dewa Api di dunia ku.Aku pasti kan kembali setelah misiku terselesaikan."
Li Xiao Feng mencium Wu Ji sebelum pergi dari kamar Wu Ji untuk bertemu dengan Li Bing Han di pintu gerbang Istana Kekaisaran Deng untuk Li Xiao Feng dan Li Bing Han dapat melaksanakan misi mereka berdua di dunia persilatan dan dunia lainnya.
__ADS_1
Bersambung..!!