
Wirrrr..!!
Bresss..!!
Air yang di percikan oleh Li Xiao Feng kepada bayi perempuan yang ternyata samaran Siluman Ular Kepala Sembilan yang ingin menipu Wu Song agar Raja Dewa Naga Biru Langit bisa terjerat oleh Siluman Ular Kepala Sembilan untuk di ambil jiwa nya dalam meningkatkan kemampuan diri dari Siluman Ular Kepala Sembilan.
"Bedebah..! " Umpat Siluman Ular Kepala Sembilan dengan desisan marah menyerang Li Xiao Feng dengan menggunakan kepalanya yang banyak itu menjulur memanjang ke arah Li Xiao Feng.
Swooshhhh....!!
Li Xiao Feng mencelat ke samping dengan lincah sekali sehingga serangan kepala dari Siluman Ular Sembilan berhasil di elakkannya dengan begitu mudahnya.
Swooooshhhh..!!
Ekor Siluman Ular Kepala Sembilan menerjang ke arah pinggang Li Xiao Feng tetapi dengan tinju di tangan kirinya Li Xiao Feng berhasil mematahkan ekor Siluman Ular Kepala Sembilan.
Bughh...!!
Betzz..!!
" Hahaha kau tak bisa meraih ekor mu lagi karena ekor mu ini akan ku jadikan senjataku untuk Aku bisa membelah mu sedikit demi sedikit..!!' Ucap Li Xiao Feng yang dengan cepat merebut ekor dari Siluman Ular Kepala Sembilan yang benar-benar di jadikan senjatanya itu.
Wetttzz..!!
Ular kepala sembilan berubah wujud menjadi ular raksasa yang ingin menelan Li Xiao Feng,Wu Lei dan Wu Song dengan mulut yang jumlah adalah sembilan mulut itu.
Syuutt...!
Wu Lei meliukkan dirinya lalu sisiknya yang tajam menebas hidung ular kepala sembilan dari arah atas.
Crakk..!!
__ADS_1
" Awas..! Hindari darahhhya..!" Teriak Li Xiao Feng memberikan peringatan kepada Wu Lei dan Wu Song agar kedua Raja Dewa Naga Merah dan Birui itu dapat menghindari darah dari Siluman Ular Kepala Sembilan yang mengandung hawa Iblis yang cukup membahayakan kedua naga itu.
Brrr..!!
Baik Wu Leu maupun Wu Song segera mematuhi peringatan Li Xiao Feng dengan berkelebat cepat dari guyuran darah melalui hidung ular kepala sembilan raksasa yang telah putus oleh sisik naga merah Wu Lei.
Wuttzz..!!!
Ular itu tak pernah menyangka kalau Li Xiao Feng tak hanya mengetahui kehebatan darahnya itu tapi juga Li Xiao Feng menggunakan ekornya yang di tangan Li Xiao Feng melemparkan guyuran darah hidungnya kembali ke arahnya dengan ekornya itu berkelebatan di sekitar dirinya dan dirinya telah di mutilasi oleh Li Xiao Feng.
Crak..!!!
Kemudian Li Xiao Feng menggunakan api suci untuk membakar habis gumpalan daging dan juga organ ular raksasa itu hingga tak tersisa lagi dan sekaligus menambah rasa kagum Wu Lei dan Wu Song terhadap dirinya semakin besar.
Brushh..!
" Tuan Li, Anda memang layak bersandang gelar Kaisar Makhluk Abadi sepanjang masa di seluruh Alam Semesta..!" Puji Wu Song mengacungkan ibu jari kepada Li Xiao Feng.
" Baiklah,baiklah dan terimakasih atas pujian yang kalian berikan kepadaku..!Tetapi,sekarang kita ini harus mencari tahu tempat apakah atau istana apakah yang kita datang ini?!' Ucap Li Xiao Feng di atas batu tebing pinggir kolam teratai sambil tiada pernah berhenti melihat sejumlah patung wajah sangar di sekitar jalanan menuju bangunan indah yang amat sunyi senyap itu.
" Entahlah..Mari kita tinjau tempat ini dengan teliti dan cermat." Kata Wu Lei yang sudah melesat ke arah jalanan menuju bangunan indah yang amat sunyi senyap.
Brrrr..!!
Wu Song dan Li Xiao Feng segera menyusulnya dari belakang dengan kecepatan tinggi sehingga mereka yang tiba lebih dahulu daripada Wu Lei di depan patung -patung wujud serigala moncong putih di hadapan mereka.
Krekk..!!
Patung -patung serigala moncong putih bergerak dengan kecepatan tinggi melalui bentuk lingkaran yang mengurung mereka bertiga dengan gerakan menggeser begitu gesit dan rapat sekali.
Swoossh..!
__ADS_1
Salah satu patung serigala moncong putih yang di bagian pintu masuk ke kawasan bangunan indah yang amat sunyi senyap itu melompat ke arah Li Xiao Feng, Wu Lei dan Wu Song dengan luncuran yang persis seekor serigala liar yang ingin sekali menerkam mereka bertiga.
Otomatis mereka bertiga masing -masing maju menyambut serangn patung serigala moncong putih yang melompat ke arah mereka dengan ilmu kesaktian mereka masing -masing.
Bughh..!!
Li Xiao Feng menggunakan ujung lengan pakaian nya yang indah memukul ke arah moncong putih patung serigala itu sehingga moncongnya itu telah runtuh ke tanah di depan kedua kaki Li Xiao Feng.
Weerr..!
Wu Lei mengibaskan sisiknya di bagian kiri dan kanannya membuat moncong patung serigala yang sudah di runtuhkan oleh ujung lengan baju indah Li Xiao Feng telah di gunakannya untuk Wu Lei menghancurkan patung serigala moncong putih yang pertama kali maju untuk menyerang mereka.
Bruakk...!!
Sedangkan Wu Song menggunakan ekornya yang sangat indah menerjang bagian tubuh dari patung serigala moncong putih yang pertama itu hingga setiap bagian tubuh dari patung serigala moncong putih lainnya telah hancur terpotong-potong oleh ekor naga biru Wu Song.
Crashh..!!
Sesudah itu Li Xiao Feng berjalan maju menuju kawasan bangunan indah yang amat sunyi senyap begitu dirinya yakin kalau baik Wu Song maupun Wu Lei berhasil menyelesaikan rintangan pertama kali mereka tiba di alam manusia yang sangatlah ajaib itu.
"Suara Seruling dan Gucheng terdengar begitu pilu dan mendayu-dayu bagai isyarat hati seseorang yang di campakkan oleh orang yang paling di cinta dan di pujanya di seluruh alam manusia..!Ah ,Aku menjadi penasaran ingin mengetahui siapakah gerangan yang meniup seruling dan memainkan Gucheng dengan melodi yang menyayat hati itu." Kata Li Xiao Feng semakin mempercepat langkah kakinya untuk bertemu dengan orang yang sedang memainkan kedua alat musik klasik yang amat menyentuh sanubari Li Xiao Feng.
Rasa penasaran Li Xiao Feng terobati dengan Ia menemukan sosok gadis cantik jelita sekali yang memakai pakaian serba hijau sedang memetik kecapi atau gucheng atau Guqin di atas bangku batu di sebuah paviliun yang memiliki empat buah tiang yang ada ukiran seekor burung hong yang sedang menangis di bagian depan di atas lantai batu jalanan menuju kepada gadis cantik jelita itu.
"Ehhh...Manis sekali wajah gadis itu.." Batin Li Xiao Feng tanpa sadar memuji kecantikan gadis cantik jelita yang mendatangkan rasa penasaran sekali di benaknya itu.
" Ekhemm..Tuan Li,gadis itu seorang manusia biasa saja.." Kata Wu Lei di dekat Li Xiao Feng dengan suara kalem sekali.
" Ya..?" Tanya Li Xiao Feng pelan sekali karena Li Xiao Feng sedang memandangi gadis cantik jelita itu dengan kekaguman yang tak dapat di pungkiri olehnya itu.
Bersambung..!!
__ADS_1