Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Di Kala Cahaya Redup.


__ADS_3

Pintu gerbang yang melengkung dengan di hiasi warna dinding merah tua dengan lambang naga kembar tampak begitu mentereng luar biasa dan memukau siapa saja yang datang berkunjung ke kota kecil bunga cempaka merah.


" Aroma manis terhirup oleh ku ," Kata Le Le yang berjalan berdampingan dengan Chen Chen.


" Ada aroma lain yang membuat ku muak," Kata Li Bing Han berjalan berdampingan dengan Lai Zhan Er dan Zhao Ling Er yang selalu di jaga olehnya di samping Yeti.


Mereka berjalan melewati pintu gerbang masuk ke kota kecil bunga cempaka merah di sore hari pada hari Li Xiao Feng masuk ke raga Kaisar Tang Ming Huan dari Kekaisaran Tang yang berada di barat.


" Apakah itu menandakan perut kalian merasakan kelaparan dan kehausan ?" Tanya Yeti berdecak lidah seraya memandangi aneka penjual makanan dan minuman di pinggir jalan kota kecil itu.


" Kami bukanlah manusia biasa tetapi kami juga makhluk hidup yang bisa merasa betapa nikmat di lidah kami ini ,apabila kami bisa merasakan aneka macam makanan dan minuman yang di jual oleh para penjual makanan dan minuman di sekitar kita di kota kecil bunga cempaka merah." Jawab Le Le lesu.


" Kalian bisa merasakan aneka macam makanan dan minuman itu dengan cara ku ini. " Kata Li Bing Han yang berjalan ke dekat penjual makanan dan minuman di depan mereka lalu membeli makanan dan minuman di sana.


" Terimakasih ,nak." Jawab penjual bakpao dan mantao serta satay kepiting dan minuman air teh hangat yang di bungkus kertas dan kantong air minumannya yang terbuat dari kulit sapi pilihan.


" Han , bagaimana cara mu untuk kami semua bisa merasakan makanan dan minuman manusia mu ini ?" Tanya Chen Chen yang mengikutinya ke arah kuil kosong di sudut kanan kota kecil bunga cempaka merah.


Li Bing Han menaruh makanan di mangkuk dan minuman di cangkir kecil -kecil yang di tata rapi di meja kayu di depan altar Dewa Erlang yang selalu di damping anjing langitnya.


Lalu Li Bing Han mengambil dupa warna merah di altar Dewa Erlang dan menyalahkan dupa itu lalu ia berdoa kepada Dewa Erlang yang terlihat jelas di mata batinnya telah hadir di kuil itu.

__ADS_1


" Salam hormat ku Dewa Erlang dan Dewa Anjing Langit.Izinkanlah Saya meminjam dupa altar Anda berdua untuk membantu para sahabatku dapat menghilangkan rasa lapar dan haus mereka yang mengikuti misi Saya di duniawi ini." Kata Li Bing Han yang berlutut dengan dupa di kedua tangan di depan dada nya di hadapan Dewa Erlang dan juga Dewa Anjing Langit.


" Salam hormat ku juga untuk Anda Yang Mulia Kaisar Tian Xin.., Iya Aku memberikan izin untuk Anda yang memiliki itikad baik untuk membantu para sahabat lain dunia Anda untuk mereka bisa beradaptasi di dunia manusia selama mereka bisa mengikuti misi Anda sebagai para pengikut setia Anda. " Jawab Dewa Erlang dengan nada welas asih dan hormat kepada Li Bing Han dan para pengikut anak itu yang bersujud di hadapanNya.


" Terimakasih Dewa Erlang." Kata Li Bing Han dan para pengikutnya.


Lalu Li Bing Han menancapkan dupa di meja dupa altar Dewa Erlang dan Dewa anjing langit sebelum Li Bing Han menggunakan asap dupa itu untuk di edarkan ke seluruh pengikutnya.


" Ahhh ,ada apakah yang telah terjadi pada kami ?"


Para pengikutnya merasakan kekuatan yang amat besar yang telah mengubah mereka dari sosok lama mereka yang semuanya Siluman menjadi manusia seutuhnya.


" Lalu apakah kami ini bisa seperti kamu ,Han ?" Tanya Yeti yang ingin tahu apa yang akan terjadi pada dirinya dengan sosok barunya yang menjadi pria paruh baya yang tampan dan berpenampilan layaknya seorang tuan tanah kaya raya.


" Kau bisa makan ,minum ,tidur ,menguap dan juga hal lainnya seperti ku dan Zhao Ling Er." Jawab Li Bing Han dengan tenang luar biasa dan yakin luar biasa pula kepada Yeti.


" Tapi ,kenapa penampilan ku berbeda sama sekali dengan diri ku yang sesungguhnya ?" Tanya Chen Chen yang merasa tak suka di ubah menjadi gadis usia dua puluh lima tahun yang dingin dan galak.


" Karena kau lebih pantas menjadi Bibi ku bukan kakak angkat ku yang memiliki perasaan yang tak pantas kepada ku ," Jawab Li Bing Han yang lebih dingin dan galak daripada Chen Chen.


" Eg , darimana kamu tahu tentang perasaanku ini yang mulai terpikat dengan ketampananmu yang ajaib itu ,Han ?" Tanya Chen Chen muram durja kepada Li Bing Han.

__ADS_1


"Dari sikap mu yang berlebihan. " Jawab Li Bing Han yang sebenarnya tahu melalui batin dan juga pikiran Chen Chen yang di baca nya di kala Chen Chen menatap dirinya tidur di malam hari.


" Emmm..Ya ,aku minta maaf kepadamu tapi bisa kau kembalikan penampilan ku yang aneh ini dan tak layak untuk ku dengan penampilan lama ku yang lama dan ku sukai." Kata Chen Chen yang memohon kepada Li Bing Han.


" Tidak bisa ," Jawab Li Bing Han tegas dan keras hati bukan main.


" Han..Aku menyukai penampilan baruku ," Kata Le Le tersenyum manis kepada Li Bing Han dengan penampilannya yang berusia lima belas tahun dan cantik manis.


" Kau jangan senyum-senyum genit kepadaku..Kak Le Le atau aku ubah penampilan kamu ini dengan penampilan nenek tua renta." Kata Li Bing Han tak menyukai senyuman centil Le Le terhadap dirinya.


" Eiii...Ya ,jangan -jangan di ubah..!Iya ,ya..Aku bisa bersikap normal terhadap mu ,Han." Kata Le Le yang cepat -cepat bersikap dirinya yang dulu agar Li Bing Han tak mengubahnya menjadi nenek tua renta.


" Aku tetap berpenampilan ku sebagai gadis muda belia dan cantik yang sama." Kata Lai Zhan Er .


" Karena kamu memiliki perasaan yang murni dan bersih terhadap ku tanpa ada keinginan di hatimu dan pikiran mu yang tak benar seperti mereka ini yang terpengaruh pada penampilan remaja ku ini yang baru tumbuh sesuai dengan usia ku yang kini beranjak usia dua belas tahun."Kata Li Bing Han di sisi Zhao Ling Er yang semakin cantik jelita di usia sembilan tahun itu.


" Ouh..Begitukah ?" Tanya Lai Zhan Er berseri -seri senang dirinya tetap mencintai Dewa Bunga Tulip Kuning pujaan hatinya di Dunia Langit.


" Iya..Kakak Zhan Er yang budiman." Jawab Li Bing Han dengan senyuman khasnya yang memahami setiap hati orang di sekitarnya.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2