Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Bunga Yang Terabaikan.


__ADS_3

Di sebuah daerah yang memiliki hawa Yin yang amat pekat ada tumbuh sekuntum bunga yang mengeluarkan air mata emas yang sangatlah di dambakan bagi para Dewa dan Dewi di seluruh Alam Semesta untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan diri mereka.


Bunga itu menangis terus menerus seakan dirinya mengalami berbagai macam penderitaan hidup yang berkepanjangan sehingga bunga ini sangat menginginkan kebebasan yang hakiki.


Pada suatu hari sepasang pemuda dan pemudi mendatangi bunga itu di puncak gunung Kun Lun bumi atas dengan kecepatan kilat yang sangatlah lincah. Keduanya tiba di depan bunga yang selalu bersedih hati itu.


" Yin Hua , aku telah datang untuk membebaskan dirimu..! Bersiapkanlah dirimu untuk berubah jati dirimu kembali menjadi Dewi Bunga Yin yang amat di puja oleh Kaisar Langit Tian Xin kita yang Agung." Kata Wu Lei Sang Naga Merah yang tiba di depan bunga menangis bersama dengan Li Wei Shiang putri tunggal Li Xiao Feng.


Wu Lei menuangkan serbuk bunga Yang kepada bunga Yin melalui botol keramik kecil ciptaan Tian Xin di masa lalu. Wu Lei menunggu selama empat detik sampai bunga Yin berubah wujud menjadi sosok Dewi yang sangat cantik luar biasa sekali sampai Li Wei Shiang berdecak kagum kepada nya.


" Cantik sekali." Puji Li Wei Shiang.


Putri Bunga Yin memberikan salam hormatnya yang anggun kepada Wu Lei." Terimakasih atas pertolongan Tuan Muda Wu Lei kepada hamba Yin Hua yang rendah ini." Penuturan yang agung luar biasa terpancar dari aura Dewi Bunga yang sangat memiliki kekuatan besar di bumi Atas.


" Putri Yin Hua , Anda terlalu sungkan kepada ku yang hanya menjalankan tugas ku untuk Aku bisa membantu Yang Mulia Kaisar Tian Xin dalam misi mengumpulkan orang -orang terpercayanya untuk membantunya naik kembali ke langit dan hadapi Kaisar Iblis Yuen yang menguasai langit dengan bantuan Ratu Langit Fang Yin Shuang yang telah mengkhianati kepercayaan dan juga cinta yang di miliki oleh Kaisar Tian Xin terhadap diri Siluman Burung Phoenix busuk itu." Kata Wu Lei kepada Yin Hua dengan memberitahukan alasan Wu Lei datang ke gunung Kun Lun Bumi Atas.


" Begitukah ? "


" Ya , Aku tak ada keperluan lain lagi di gunung kun lun bumi atas ini selain untuk membebaskan mu yang merupakan salah satu Selir terbaik Kaisar Tian Xin." Jawab Wu Lei kepada Yin Hua yang menganggukkan kepala dengan manis sekali.


" Baiklah, Wu Lei terimakasih atas kebaikan hati mu kepadaku. Aku pasti akan memberikan hati dan kesetiaan ku sepenuh jiwa dan ragaku untuk Yang Mulia Kaisar Tian Xin." Kata Yin Hua dengan sepenuh hatinya bersumpah untuk selalu setia.


" Sekarang kita harus segera pergi menemui Lin Min Min di pulau Api dan Es sebelum kita semua temui Yang Mulia di gerbang alam semesta yang berada di Gunung Tang." Kata Wu Lei yang tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi.


Brrr...!!

__ADS_1


Di Ibukota Kekaisaran Hu.


Di antara keramaian yang sangat padat dengan ada begitu banyak orang -orang berpakaian ala pendekar silat dari berbagai penjuru negeri telah menarik perhatian seorang pemuda tampan usia dua puluh tahun yang membawa buntalan kain di punggungnya.


" Festival perahu naga di musim panas tahun ini di Ibukota Kekaisaran Hu cukup ramai dengan para pendekar berkumpul di tepi sungai Hu untuk ikut meramaikan hari ulang tahun ke delapan belas Nona Diao Chan yang terkenal akan kecantikan dan kecerdasannya di seluruh negeri dengan gelar Dewi Kekaisaran Hu." Kata salah satu penduduk Ibukota Kekaisaran Hu kepada penduduk lainnya yang di dengar oleh pemuda tampan itu.


Bugh..!!


" Augh..! " Pekik seseorang yang menabrak bahu salah satu penduduk yang bicara itu dan orang itu terjatuh di tanah jalanan sehingga menimbulkan kericuhan di antara para kerumunan itu.


" Siapakah kau yang menabrak bahu ku ? "


" Ya , dasar pengemis bau..! "


" Pergi kau..! "


Pengemis itu pergi dengan langkah gontai yang lemah dan hampir menabrak seorang gadis muda yang berjalan bersama dengan seorang pemuda yang sangat rupawan dan memakai topi jerami yang cukup nyaman untuk melindungi pemuda itu dari teriknya matahari di tengah musim panas itu.


"Ah ,maafkan Hamba , Nona. Hamba tak sengaja nyaris menabrak Anda." Ucap pengemis itu nada takut kepada gadis yang sangat cantik itu.


" Aku tak apa -apa. Kau tak perlu minta maaf dan silahkan kau lanjutkan perjalananmu Nona." Kata Wen Qiao gadis manis yang ramah hati kepada gadis pengemis yang kaget sekali karena gadis ini mengetahui samarannya sebagai pengemis bau dan kotor.


" Hei , bagaimana kamu bisa mengetahui kalau Aku ini seorang gadis ? " Tanya gadis pengemis itu nada selidik kepada Wen Qiao.


" Aku juga tahu kau ini adalah Nona Hu Diao Chan yang menyamar sebagai pengemis bau dan kotor untuk mencari -cari pria mana yang sesuai dan tepat untuk pasangan hidupmu yang akan kamu pilih sendiri di hari ulang tahun mu lusa untuk kau bisa memenuhi persyaratan yang di berikan Ayah dan Ibumu yang terkenal sebagai Perdana Menteri dan Putri Agung Kekaisaran Hu." Jawab Wen Qiao nada cerdas.

__ADS_1


" Ah , ya ,kau benar sekali Nona. Lalu kau ini siapa dan ada tujuan apakah kau berkunjung ke Ibukota Kekaisaran Hu ? " Tanya Nona Hu Diao Chan nada cukup bersahabat kepada Wen Qiao.


" Namaku Wen Qiao. Aku mau mengunjungi salah satu paman tua ku yang tinggal di Ibukota dari Kekaisaran Hu." Jawab Wen Qiao singkat sekali kepada Hu Diao Chan.


" Oh ,lalu pemuda itu siapakah ? " Tanya Hu Diao Chan nada ingin tahu kepada Wen Qiao seraya melirik ke arah Tian Xin yang berdiri menghadapi penjual roti isi kacang ijo untuk membeli makanan untuk bekal perjalanan.


" Dia Kakak ku yang bernama Wen Tian Xin." Wen Qiao menjawab dengan nada bangga hati.


" Apakah dia sudah memiliki kekasih atau calon istri ? " Bisik Hu Diao Chan lugas kepada Wen Qiao sampai Tian Xin tersedak roti nya.


" Uhuk..! "


" Kakak ku ? "


" Ya ,kakakmu." Jawab Hu Diao Chan yang tertarik kepada Tian Xin.


" Belum." Kata Wen Qiao jujur.


" Sudah." Sahut Tian Xin cepat.


"Eh..Benarkah ? " Tanya Hu Diao Chan tajam pada Tian Xin karena gadis itu menilai Tian Xin tidak jujur.


" Benar.Dia adikku itu sama sekali belum cukup banyak tahu tentang calon istrku.Dan ,satu lagi Aku bukan datang untuk mencalonkan diriku ini untuk calon suamimu , tapi aku datang untuk Aku dapat bertemu dengan paman tua ku di Ibukota Kekaisaran Hu." Jawab Tian Xin nada sarkatis dan tegas sekali kepada Hu Diao Chan sebelum Tian Xin mengajak Wen Chao pergi dari jalan raya di Ibukota Kekaisaran Hu.


" Sombongnya pemuda asing itu." Kata Hu Diao Chan nada sebal sekali kepada pemuda bernama Wen Tian Xin.

__ADS_1


" Kau harus mati gadis penggoda..! " Terdengarlah suara mencekam di belakang Hu Diao Chan lalu remuklah Hu Diao Chan menjadi debu akibat ilmu mukjizat Phi Phi.


Bersambung..!!


__ADS_2