
Sepasang Dewa pegunungan Hui bersujud di depan langit dan bumi Hui seraya menaruh kedua tangan mereka di dada mereka lalu dari sepasang Dewa pegunungan Hui itu muncullah sepasang pil dari bumi dan langit Hui.
" Berikan pil bumi dan langit Hui kepada Dewi Burung Hong Emas Langit. " Kata sepasang Dewa pegunungan Hui kepada Wu Song yang cepat mengambil pil bumi dan langit Hui dari udara di sekitar sepasang Dewa pegunungan Hui lalu diberikannya kepada Xiao Hong.
" Berikan juga setetes airmata ketulusan hati dari kemurnian hati Raja Dewa Naga Biru Langit untuk Dewi Burung Hong Emas Langit dapat sadarkan diri dari pingsannya. "Kata sepasang Dewa pegunungan Hui kepada Wu Song untuk langkah selanjutnya untuk Wu Song dalam upaya untuk menyelamatkan Xiao Hong.
" Iya, aku lakukan arahan kalian. " Jawab Wu Song yang segera membungkukkan badannya untuk meneteskan airmata nya ke wajah Xiao Hong.
Lalu, tubuh Xiao Hong berubah menjadi sosok Dewi yang sangat cantik jelita luar biasa yang mempesona Wu Song yang masih berwujud seekor naga Biru langit.
" Kakak Song..! " Panggil Xiao Hong menyentuh wajah Wu Song yang langsung berubah menjadi sosok Dewa yang sangat tampan dan berada di atas wajah Xiao Hong.
" Aduh manisnya mereka..! " Kata sepasang Dewa pegunungan Hui yang ikut merasakan besarnya cinta di antara Wu Song dan Xiao Hong yang mereka saksikan sendiri di kuil kosong.
" Kalian berputar lah ke arah pintu kuil kosong dan jangan melihat kami sampai kami memberi izin untuk kalian menghadap kami lagi. " Kata Wu Song penuh isyarat kepada sepasang Dewa pegunungan Hui.
" Oh, baiklah. Kami paham sekali maksud mu itu hehehe..! " Jawab sepasang Dewa pegunungan Hui serentak kepada Wu Song.
Sepasang Dewa pegunungan Hui menunggu Wu Song dan Xiao Hong datang kepada mereka di kedai makanan khas suku Hui pada siang hari yang cukup cerah bagi mereka dapat melihat seluruh isi wilayah Kekaisaran Hui.
__ADS_1
"Roti kering ini di celupkan ke dalam mangkuk sup kari kambing untuk makan bisa lebih enak. " Kata Dewi Pegunungan Hui mengajarkan cara makan ala suku Hui kepada Wu Song dan Xiao Hong.
" Ini pertama kalinya kami makan makanan ala manusia biasa dan ala suku Hui. " Kata Xiao Hong tersenyum senang dengan keramahan dari sepasang Dewa pegunungan Hui kepadanya dan Wu Song.
" Ya, kami tahu kok dari mimik wajah kalian yang sangat kebingungan untuk makan ala manusia di alam manusia." Kata Dewi Pegunungan Hui kepada Xiao Hong dengan senyum ramahnya.
******
Di alam langit burung merak emas langit. Wu Lei menatap sendu Sang Dewi Burung Merak Emas Langit yang telah memberikan kemurniannya kepada Wu Lei sehingga Wu Lei merasa amat bersalah terhadap Dewi Burung Merak Emas Langit.
" Kakak Lei, aku melakukannya dengan iklas dan tulus, jadi ku mohon kau jangan pernah lagi ada perasaan bersalah kepada ku. " Kata Ci Yan Sang Dewi Burung Merak Emas Langit kepada Wu Lei yang sudah sembuh seperti sediakala.
" Tetap saja, aku..Aku tak mau mendapatkan hukuman dari Kekaisaran Langit karena kamu tidak murni lagi sebagai seorang Dewi Burung Merak Emas Langit karena diriku. " Kata Wu Lei dengan nada sedih kepada Ci Yan.
"Aku..?! " Wu Lei tampak enggan untuk Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang melanggar hukum dan aturan langit karena Ia mencintai Li Wei Shiang putri Li Xiao Feng.
" Huumm, kau tak mau membawaku pergi dari istana ku?" Tanya Ci Yan menatapnya.
" Iya, karena aku tak mau kamu mengalami kesulitan dan penderitaan di alam manusia yang sangat rumit sekali. " Jawab Wu Lei yang telah melepaskan tangan Ci Yan pada tangannya.
__ADS_1
" Baiklah, kau pergilah kemana saja kamu sukai dan aku tidak akan mengekang mu di sini. " Kata Ci Yan membiarkan Wu Lei pergi dari istananya dan kehidupannya.
" Yang Mulia, Pangeran Kekaisaran Burung Merak Emas Langit telah datang untuk temui Anda di taman bunga Istana Anda. " Lapor dari salah satu dayang istananya kepadanya.
" Mau apa dia datang ke istanaku ?" Tanya Ci Yan dengan mimik wajah sebal mengingat Dewa lain yang satu spesies dengannya begitu giat untuk mendekati dirinya.
" Aduh, Ci Yan aku datang untuk memberikan mu kartu undangan ulang tahun ku yang akan di selenggarakan pada bulan ke delapan ini. " Jawab Dewa Burung Merak Emas Langit yang sudah masuk ke istananya seraya memberikan kartu undangan kepadanya.
" Iya, terimakasih banyak atas undanganmu dan silakan kamu pergi dari istanaku sebelum para Dewi-dewi lain melihatmu ada di istanaku dan mereka akan mengira bahwa kita ada hubungan yang dapat membuat kita terseret dalam kasus pelanggaran hukum dan aturan Kekaisaran Langit. " Kata Ci Yan nada datar kepada Dewa Burung Merak Emas Langit.
" Baiklah, aku akan segera pergi dari istanamu. Aku akan menunggu kedatangan mu di pesta ulang tahun ku di istanaku. " Kata Dewa Burung Merak Emas Langit dengan senyuman ramah untuk memikat hati Ci Yan.
Wu Lei meluncur turun dari istana Kekaisaran Burung Merak Emas Langit ke pegunungan Ling yang menjadi tempat tujuannya untuk mencari pil Emas, perak dan perunggu milik Raja Dewa Obat Langit yang di curi oleh Raja Siluman Naga Ungu.
" Pegunungan Ling ada di bawah sana..! Aku harus dapat menemukan pil Emas, perak dan perunggu milik Raja Dewa Obat Langit untuk aku bisa menyelamatkan Kaisar Langit Tian Xin yang telah reinkarnasi menjadi seorang bayi laki-laki di Kekaisaran Hui secara tak langsung karena Yang Mulia terperosok ke lubang reinkarnasi dari alam Iblis tingkat sedang. " Kata Wu Lei yang kini berdiri di atas awan untuk mengamati setiap gerakan musuhnya di pegunungan Ling.
Raja Siluman Naga Ungu dan para pasukannya sedang menanam pohon mustika arwah Naga lainnya untuk mendapatkan energi yang amat besar untuk menjadi salah satu dari prajurit yang hebat di alam Iblis Naga.
" Yang mulia, kami telah menyerap arwah Naga laut Timur ke dalam botol kristal arwah ciptaan Anda dan membawakannya kepada Anda untuk di tanam di pohon mustika arwah Naga. " Kata para anak buahnya kepada nya di taman pohon mustika arwah Naga di pulau pegunungan Ling.
__ADS_1
" Bagus sekali kerja kalian untukku. " Kata Raja Siluman Naga Ungu kepada para anak buahnya yang memberikan botol kristal arwah ciptaannya kepada nya.
Bersambung!