
Sekembalinya Li Xiao Feng ke Istana Kekaisaran Tang Agung. Ia menghadapi roh Pangeran Muda Tang Ming Hao yang terkejut sekali bahwa Kaisar Tang Ming Huan dapat melihat dirinya.
" Jangan khawatir..Aku tidak akan menyakiti kamu Adik Ming Hao sebab Aku sudah tahu siapa yang telah membuatmu seperti ini.Aku akan pastikan mereka dapat hukuman mati dariku ,dan kau pun bisa kembali ke raga mu karena kau belum waktu kamu untuk meninggal dunia." Kata Li Xiao Feng ramah kepada Roh Pangeran Keempat Tang Ming Hao.
" Terima kasih ,terimakasih Paduka.." Kata Tang Ming Hao berkali -kali memberikan hormat dan sujudnya kepada Kaisar Tang Ming Huan.
" Bangunlah dan tetaplah di kamarku sampai Aku kembali dari tugas ku sebagai penegak keadilan untuk siapa saja yang memerlukan bantuanku ." Kata Li Xiao Feng dengan nada sungguh hati pada Tang Ming Hao.
" Iya , Paduka." Jawab Tang Ming Hao patuh pada Kaisar Tang Ming Huan.
Li Xiao Feng berkelebatan bagaikan sinar putih di siang hari menuju ke kediaman Pangeran Kedua Tang Ming Shi yang jiwanya adalah Mutan tingkat lima bawah bumi.
Wuss..!!
Saat ini Tang Ming Shi sedang bersenang -senang bersama para selirnya yang memujanya di taman Istana nya sendiri.Ia tak menyadari bahwa Kaisar Tang Ming Huan telah berdiri di hadapannya.
" Tang Ming Shi sudah saatnya bagi mu untuk kau terima hukuman matimu atau perbuatan kotormu yang membunuh saudara kandung mu sendiri yaitu Pangeran Keempat Tang Ming Hao pada kemarin tengah malam di taman bunga seruni di Istana Pangeran Keempat Tang Ming Hao ," Kata Kaisar Tang Ming Huan yang menghunuskan ujung pedang pusaka Kekaisaran Tang Agung ke hadapan Tang Ming Shi.
Tang Ming Shi dan delapan orang selirnya terkejut setengah mati melihat kehadiran Kaisar Tang Ming Huan secara tiba -tiba di hadapan dirinya dengan sepasang mata bengis dan pedang di tangan terhunus di depannnya.
" Yang Mulia , tolong Anda jangan salah menuduh ku yang sudah membunuh si bodoh Tang Ming Hao karena dia sendiri yang menghampiriku di taman bunga seruni nya di tengah malam hari." Kata Tang Ming Shi tanpa rasa takut kepada Sang Kaisar Tang Ming Huan.
" Dengar ya ?Aku tak pernah salah menuduh pada orang laknat seperti mu yang gila kekuasaan." Kata Kaisar Tang Ming Huan dengan sorot mata yang memerah ganas sekali sampai Tang Ming Shi berdiri dan bersiap untuk menghadapi Kaisar Tang Ming Huan.
Namun...
Crakkk !!
Kaisar Tang Ming Huan sudah menggerakan ujung pedang pusaka Kekaisaran Tang Agung menebas putus kepalanya berikut delapan orang selirnya.
Crak...!!
__ADS_1
Selanjutnya sosok mutan raksasa warna hitam telah menjulang tinggi menembus langit -langit di Istana Pangeran Kedua Tang Ming Shi dengan dua jari kaki mirip selaput kaki bebek.
" Manusia kecil yang harus mati demi keamanan Dunia Iblis..!" Hardik Mutan raksasa hitam itu yang menjulurkan dua jari kaki selaput kaki bebek ke arah Li Xiao Feng dengan maksud untuk menusuk langsung ke lambung Kaisar Tang Ming Huan.
Wutttt !
Weettzz...!!
Li Xiao Feng menggerakkan pedangnya menebas dua jari selaput kaki bebek dari Mutan raksasa itu.
Crakkkk!!
Bruakkk...!!!
Mutan raksasa hitam ambruk menimpa genteng Istana Pangeran Kedua Tang Ming Shi dengan tubuhnya amblas di tanah lantai Istana Pangeran Muda Tang Ming Shi.
Li Xiao Feng tak memberinya kesempatan untuk bangkit karena Li Xiao Feng telah melesat ke arah Mutan raksasa hitam dan menebas hancur tubuh Mutan dengan ilmu pedang cincin api.
Wuttttzz...!!
Brushhh...!!
" Kebakaran ! Kebakaran !! " Teriak para prajurit di Istana Pangeran Kedua Tang Ming Shi keluar dari Istana itu dengan wajah panik sekali.
Li Xiao Feng tak hanya menghukum mati Mutan raksasa hitam yang menempati tubuh Tang Ming Shi. Dia juga menghabisi sejumlah arwah yang jadi pengikut Mutan itu dengan membakar habis mereka dengan ilmu cincin api nya yang dashyat.
Kemudian Li Xiao Feng meluncur menuju ke Istana Pangeran Keempat Tang Ming Hao untuk habisi Mutan yang satunya lain. Ia bertemu dengan Aciu gadis pelayan Tang Ming Hao di lorong jalan ke arah Istana Pangeran Keempat Tang Ming Hao.
"Hormat hamba dayang istana Aciu kepada Paduka Kaisar." Sapa hormat Achiu kepada Kaisar Tang Ming Huan.
Li Xiao Feng terpana melihat seorang gadis muda yang persis sekali dengan Deng Wu Ji istrinya di Istana Kekaisaran Deng. Ia termangu di tempat dia berdiri di hadapan Achiu yang bersujud hormat kepadanya
__ADS_1
" Wu Ji.." Panggilnya lembut seraya mengangkat bangun Achiu.
" Iya , Yang Mulia ?" Achiu tersenyum senang.
" Ah..! "
Bruk..!!
Li Xiao Feng menjatuhkan Achiu ke jalanan dan melewatinya begitu saja.
" Aduhh..Sakit sekali pinggulku.." Rintih Achiu yang kaget di jatuhkan ke jalanan dan di tinggal begitu saja oleh Kaisar Tang Ming Huan.
" Makanya jadi gadis itu jangan centil kepada Sri Baginda Kaisar Tang Ming Huan." Sindir Putri Bi Liong yang muncul dari arah jalanan taman bunga angsa putih .
" Tuan Putri Bi Liong , Saya tak bersikap centil kok terhadap Kaisar Tang Ming Huan." Bantah Achiu masam kepada Salah satu Selir Kaisar Tang Ming Huan.
" Ah ,diam kau ! Siapa yang mengizinkanmu yang rendah ini menyebut dirimu Saya di hadapan Aku Selir Bi Liong..!" Bentak Putri Bi Liong kepada Achiu.
Dan , sekonyong -konyong Bibi Shuo pelayan tua Putri Bi Liong maju dan menampar wajah Achiu begitu keras sehingga dayang istana Pangeran Keempat Tang Ming Hao itu tersungkur di tanah.
Plakkkkl!!
" Aghhh..Aduduh..!" Rintih Achiu memar di sudut bibirnya.
" Dengar ya ? Kalau lain waktu kau berlaku centil lagi di hadapan Kaisar Tang Ming Huan baik di depanku ataupun di belakangku ?! Aku tidak akan segan mengambil nyawa rendahmu itu !" Ancam Putri Bi Liong menjambak rambut Achiu dengan kasar.
Achiu meringis kesakitan namun Ia tak bisa buat apa -apa karena Ia tahu dirinya saat ini hanyalah seorang dayang Istana rendahan yang bekerja di Istana Pangeran Keempat Tang Ming Hao.
" Tunggulah pembalasan ku terhadapmu ,Bi Liong jahanam sesudah Aku berhasil mendapatkan hati Kaisar Tang Ming Huan di saat yang tepat ,dan Aku akan mendapatkan gelar yang jauh lebih baik darimu..Maka ,saat itulah giliran mu yang dapat hukuman penyiksaan dan kematian dariku." Batin Achiu.
Bi Liong bersama dengan Bibi Shuo dayang tua nya pergi ke Istana Permaisuri Agung Gu Ning Ning di bagian utara Istana Kekaisaran Tang Agung.
__ADS_1
" Aku harus mendekati Permaisuri Agung Gu Ning Ning agar aku bisa mendapatkan gelar Nyonya Selir ke empat pasca meninggal dunia Nyonya Selir ke empat Wan Chen En." Batin Bi Liong yang sudah merencanakan siasat terbaik untuk masa depannya di Istana Kekaisaran Tang Agung.
Bersambung..!!