
Hi guys kita ikuti dahulu perjalanan Li Bing Han sebelum kita kembali ke petualangan Li Xiao Feng di Istana Kekaisaran Tang Agung ! So jangan lupa beri jejak bila kalian suka cerita novelku ini !🙂
Berminggu -minggu lamanya perjalanan Li Bing Han dari desa bambu runcing menuju keluar dari hutan desa bambu runcing. Di mana Ia bertemu dengan teman baru yang bernama Yang Ching Ching di hutan bambu runcing.
Mereka berdua menyelusuri luasnya hutan desa bambu runcing sebelum mereka dapat keluar dari hutan tersebut dan tiba di sebuah desa yang amat unik dengan nama Desa sembilan air.
" Desa ini memiliki sembilan mata air yang sangat jernih dan mengalir ke beberapa daerah di sekitar nya seperti daerah kota bunga plum merah muda dan desa pegunungan rusa putih , " Kata salah satu penduduk desa setempat yang di tanyai oleh Li Bing Han saat anak itu istirahat di tepi sungai yang sangat jernih airnya itu.
" Begitukah ? " Tanya Li Bing Han takjub melihat pemandangan indah di pedesaan tersebut.
" Ya , Nak..Air ini berasal dari pegunungan lima jari Buddha yang terletak di bagian utara desa ini ," Jawab penduduk desa itu kepada Li Bing Han.
" Pegunungan lima jari Buddha itu mitos nya dari kisah tokoh Khauw Ce Tian atau Sun Wu Kong kah yang di kurung oleh Buddha karena mengacak -acak Khayangan sekitar milyaran tahun yang amat lampau sekali ?" Tanya Li Bing Han ingin tahu kepada penduduk desa setempat sebelum Ia menerima roti kering dan ikan dendeng manis dari seorang wanita penduduk desa yang baru saja selesai mencuci pakaian di sungai.
" Bukan mitos tapi kisah itu fakta yang seringkali di ceritakan leluhur kami selama generasi -generasi kami sampai saat ini." Kata wanita desa yang bernama Akheng kepada Li Bing Han.
" Begitukah , Kak ? " Tanya Li Bing Han begitu ingin tahu sekali.
" Iya , Nak.Ohya Kau ini ingin pergi kemanakah dan di manakah orang tuamu ?" Tanya Akheng melihat anak laki -laki itu hanya seorang diri tanpa kawan selain seekor ular hijau kecil yang melingkar di pergelangan tangan kanan anak itu.
" Saya ingin pergi ke Kekaisaran Tang Agung agar Saya bisa bertemu dengan Ayah Saya di sana , Kak Akeng." Jawab Li Bing Han mengunyah roti kering dengan lahap.
" Oh , apakah kau anak yang tersesat di suatu tempat wisata dari orang tua mu atau kau ini anak korban penculikan Raja Ti yang terkenal sebagai penculik anak di desa besar bambu runcing merah muda ?" Tanya Ahong pria ramah di desa kecil sembilan air kepada Li Bing Han.
"Oh ,Saya anak yang tersesat saat berwisata di kota raja Shi di selatan desa sembilan air saat Saya mengikuti orang tua Saya ke sana ,namun Saya keasyikan melihat akrobat dari bangsa Mesir dan Rusia. Saya tertinggal orang tua Saya di sana dan kini Saya ingin pulang ke rumah Saya yang berada di Kekaisaran Tang Agung." Jawab Li Bing Han.
__ADS_1
" Oh ,kasihan sekali kamu Nak. Begini saja biarlah Paman Ahong yang mengantar kamu pulang ke rumah orang tua mu untuk keamanan mu sendiri agar kamu tak di culik oleh Raja Ti yang suka pada anak laki -laki semanis dirimu untuk menjadi salah satu korban keabnormalannya itu." Kata Ahong di setujui oleh Akheng dengan anggukan kepalanya yang tegas dan tatapan mata iba kepada Li Bing Han.
" Wahh ,pintar sekali mereka bermain sandiwara untuk mengelabuimu ,Kak Han." Kata Yang Ching Ching dalam bahasa ular langit tingkat enam pada Li Bing Han.
" Ya ,aku tahu itu Adik Yang. Mereka berdua ini adalah sepasang Siluman Tikus Sawah yang jadi anak buah Raja Ti di desa bambu runcing merah muda." Kata Li Bing Han dalam bahasa ular langit tingkat enam pada Yang Ching Ching.
" Lalu kenapa kau diamkan saja mereka ?" Tanya Yang Ching Ching heran pada Li Bing Han.
" Aku menanti mereka untuk mengantarkanku ke Raja mereka di desa bambu runcing merah muda agar aku dapat mudah menghancurkan seluruh Kerajaan kecil Siluman Tikus Sawah tingkat tiga bumi bawah." Jawab Li Bing Han memberitahu rencananya kepada Yang Ching Ching.
" Ouh , baiklah..Aku sudah tak sabar untuk makan habis seluruh tikus laknat itu yang telah berbuat laknat dengan memakan anak -anak manusia laki -laki di desa sembilan air ini." Kata Yang Ching Ching menjulurkan lidah panjangnya menjilati kulit halus di pergelangan tangan Li Bing Han.
" Ei..Jangan kau kotori tangan ku dengan air liur mu itu." Tegur Li Bing Han halus kepada Yang Ching Ching seraya menurunkan Yang Ching Ching ke rumput tepi sungai desa sembilan air.
" Ummm..Yang Ching Ching janganlah Kamu itu tergoda segala duniawi bila kau ingin kembali ke danau jernih di Istana Dewi Kuan Im yang awalnya menjadi tempat asalmu berada sebelum kamu ini di hukum untuk turun ke bumi sebagai Siluman Ular Hijau kecil daun bambu runcing tingkat tiga bumi atas karena Kau diam -diam telah mencuri pil mutiara es milik Dewi Baju Putih yang sangat mirip dengan Dewi Kuan Im di Gunung Putih." Kata Li Bing Han yang ternyata mengetahui riwayat di masa lampau Yang Ching -Ching.
" Ahhhhh..Kau ini siapakah ? Bagaimana Kamu ini bisa tahu detail tentang riwayat di masa lampau Ku ?" Tanya Yang Ching Ching yang mengubah diri menjadi sosok gadis kecil cantik berbaju hijau dan mengagetkan Akheng dan Ahong yang berjalan di dekat Li Bing Han.
" Hei , Kau siapakah ? " Tanya Ahong kaget sekali kepada Yang Ching Ching seraya menudingkan jari telunjuknya kepada gadis kecil itu.
" Aku Yang Ching Ching." Jawab Yang Ching Ching manis seraya menjulurkan lidah panjangnya dan melilit Ahong serta menelan habis Ahong begitu cepat.
Serrttt...!!
Gluk !!
__ADS_1
" K..Kau ?! " Teriak Akheng terbelalak tajam sekali kepada Yang Ching Ching melihat gadis kecil itu menelan Ahong begitu cepat dan tidak di sangka -sangka nya.
" Kenapa ? Apakah kau juga mau masuk ke tubuh ku ?" Tanya Yang Ching Ching begitu manis luar biasa di senyuman namun lidahnya yang panjang telah menyedot Akheng masuk ke mulut dan di gigit hingga hancur lebur di rongga mulut Yang Ching Ching.
Serrrrtt...!!
Creshh..!!
" Adik Yang , Kau makan mereka boleh saja tapi bisakah kau sabar diri sampai kita tiba di desa bambu runcing merah muda ?!" Ujar Li Bing Han menggeleng kepalanya melihat cara Yang Ching Ching menghabisi musuh -musuh mereka yang ingin menipunya dan menjebaknya untuk dirinya di kirim ke hadapan Raja Ti.
" Maaf , Kak Han.Aku sudah terlalu lapar. Aku tak bisa makan makanan manusia seperti mu ," Kata Yang Ching Ching menggigit bawah bibir dengan sorotan mata memelas kepada Li Bing Han.
" Tsk..Ah Kau ini..."
" Hehehe..Terimakasih Kak Han yang tampan dan baik hati." Kata Yang Ching Ching dengan sikap manjanya merangkul lengan kiri Li Bing Han.
"Hmm.." Li Bing Han mengelus sekilas rambutnya.
" Eh ?"
" Tidak.."
Li Bing Han cepat menarik jemarinya di rambut Yang Ching Ching lalu melangkah cepat di depan gadis kecil manis itu.
Bersambung..!!
__ADS_1