Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Dewa Pelacak..


__ADS_3

Tian Xin menengok ke arah tiang kepala singa di timur laut Istana Kekaisaran Ching setelah Ia dan Li Xiao Feng serta Wu Lei dan Xian Mei Hua meninggalkan istana keputrian Kekaisaran Ching untuk mencari tahu keberadaan istana Pangeran Hu Liu.


"Emm, sepertinya ada seseorang yang sedang mengintai kami di luar pintu Istana keputrian Kekaisaran Ching." Pikir Tian Xin.


Li Xiao Feng mengarahkan telunjuk kanannya ke arah tiang kepala singa di timur laut Istana Kekaisaran Ching lalu keluarlah seorang pria muda yang terseret benang tak terlihat yang merupakan salah satu jerat Li Xiao Feng.


"Hyaaa..! Tolong tuan -tuan jangan membunuh hamba yang hanyalah seorang Dewa tingkat rendah saja yang sama sekali tidak ada apa -apanya di bandingkan dengan tuan-tuan yang terhormat. " Kata pria muda ini yang bersimpuh di hadapan Tian Xin dan Li Xiao Feng serta yang lainnya.


"Siapakah kau dan apa tujuan mu mengintai kami? " Tanya Li Xiao Feng dengan nada keras kepada pria muda itu.


"Hamba Dewa pelacak yang bernama Ren Jia Lun dan tujuan hamba mengintai tuan -tuan hanya mencari seseorang yang sedang hamba lacak keberadaannya di seluruh bagian timur laut Istana Kekaisaran Ching. " Jawab Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan nada jujur kepada Li Xiao Feng.


" Hmm, kau Dewa pelacak Ren Jia Lun rupanya?" Tanya Tian Xin yang mengarahkan tangannya ke arah Dewa pelacak Ren Jia Lun lalu berubahlah Dewa pelacak Ren Jia Lun menjadi seekor naga warna hijau yang meliuk-liuk di atas kepala Tian Xin.


"Dewa pelacak Ren Jia Lun rupanya Dewa Naga Hijau Langit yang datang ke istana Kekaisaran Ching untuk membantu kita mencari Istana Pangeran muda Hu Liu. " Kata Xian Mei Hua yang memandangi naga hijau yang meluncur ke arah timur laut Istana Kekaisaran Ching.


" Mari kita ikuti dia..! " Kata Li Xiao Feng yang telah melesat mengikuti naga hijau yang telah lebih dahulu melesat ke arah timur laut Istana Kekaisaran Ching daripada mereka.


Swoosh!


Tian Xin dan yang lainnya mengikuti Li Xiao Feng dengan kecepatan tinggi , mereka juga melesat ke arah timur laut Istana Kekaisaran Ching sesuai dengan petunjuk dari naga hijau.


"Lung Ching berhentilah! " Perintah Li Xiao Feng.


Naga hijau berhenti di sebuah alun -alun timur laut Istana Kekaisaran Ching sesuai dengan perintah dari Li Xiao Feng dan di ikuti oleh Tian Xin dan yang lainnya.


" Ada aura siluman di depan alun -alun timur laut Istana Kekaisaran Ching. " Kata Wu Lei yang kini menghunuskan pedang merah ke arah alun -alun timur laut Istana Kekaisaran Ching.


Bruk..!

__ADS_1


Alun-alun timur laut Istana Kekaisaran Ching telah berubah menjadi sosok wanita yang cantik namun menyeramkan sekali karena giginya yang bertaring itu.


"Kalian ingin pergi ke arah timur laut Istana Kekaisaran Ching harus berhadapan dengan ku Siluman serigala berbulu merah..! " Kata Siluman itu dengan kuku -kuku nya yang tajam dan amat menyeramkan sekali.


Begitu wanita itu berkata dirinya adalah siluman serigala berbulu merah lalu muncullah sejumlah besar siluman serigala berbulu merah lainnya di sekitar Li Xiao Feng dan yang lainnya.


Grrr!


Gerakan para siluman serigala berbulu merah itu begitu cepat sekali dengan daya loncatan yang mengarah langsung ke arah mereka sehingga mereka dengan sigap sekali bergerak untuk saling melindungi diri mereka dan teman-teman mereka.


Wush!


Tep!


Tian Xin menangkap sejumlah besar siluman serigala berbulu merah dengan satu tangannya itu menggunakan sistem angin alam semesta yang membuat para siluman serigala berbulu merah itu terombang-ambing di udara lalu mereka meledak hingga tak ada yang tersisa lagi.


Wirrr!


Blaar!


Crak!


Xian Mei Hua menggunakan sistem payung langit menusuk seluruh pasukan siluman serigala berbulu merah yang menyerangnya yang langsung menjadi satay olehnya.


Cus!


Li Xiao Feng dengan santai menggunakan ilmu sentilan mautnya ke arah siluman serigala berbulu merah yang menyerangnya yang pada akhirnya menyebabkan kematian yang tak menyenangkan bagi para siluman serigala berbulu merah itu.


Cring!

__ADS_1


Bruak!


Siluman serigala berbulu merah menjadi murka melihat seluruh anak buahnya telah tewas dan di hancurkan oleh empat orang musuhnya itu yang sangat sakti itu.


" Bedebah kalian..! Aku akan mencabik -cabik kalian hingga kalian menderita kesakitan yang membuat kalian merindukan kematian..!" Kata siluman serigala berbulu merah yang menerjang mereka dengan lompatan yang mengarahkan kuku -kuku yang memanjang ke arah mereka.


Swoosh!


Li Xiao Feng mengelak sedikit di ikuti yang lain yang mengikuti arahannya itu sehingga setiap gerakan maut dari siluman serigala berbulu merah dapat terhindari oleh mereka.


Swoosh!


Siluman serigala berbulu merah berbalik arah dengan kecepatan tinggi dan di sertai taringnya itu mencuat di kedua sudut bibirnya yang dapat merobek-robek tubuh musuhnya itu.


Tian Xin dengan tenang mengarahkan tangannya ke depan dengan di sertai loncatan yang jauh lebih cepat daripada siluman serigala berbulu merah itu lalu tangannya itu memukul hancur dahi siluman serigala berbulu merah itu.


Dess!


Blaar!


Naga hijau bergerak kembali ke arah timur laut Istana Kekaisaran Ching sesuai perintah dari Li Xiao Feng sesudah Li Xiao Feng dan yang lainnya mengalahkan siluman serigala berbulu merah di alun-alun timur laut Istana Kekaisaran Ching.


Mereka tiba di depan istana timur laut Istana Kekaisaran Ching sesuai dengan petunjuk dari Naga hijau yang telah berubah menjadi Dewa pelacak Ren Jia Lun.


"Inikah Istana Pangeran muda Hu Liu? " Tanya Li Xiao Feng kepada Naga hijau dengan sikap nya begitu berkesan dengan baik sekali oleh Naga hijau.


" Iya, benar sekali Tuan Li. " Jawab Naga hijau dengan nada sopan kepada Li Xiao Feng.


" Tapi, kenapa sepi sekali seakan-akan tidak ada pesta pernikahan yang meriah untuk Pangeran muda Hu Liu dan pasangannya yang bergelar Putri Da Lian? " Tanya Li Xiao Feng yang sudah mendapatkan informasi tersebut dari istrinya yang dahulunya pernah menjadi kekasih dari Pangeran muda Hu Liu kepada Dewa pelacak Ren Jia Lun.

__ADS_1


" Karena di seluruh istana ini terdapat sihir yang menutupi seluruh keramaian di dalam istananya dan sihir ini berasal dari kekuatan Pangeran muda Hu Liu sendiri yang memakai bandul giok Kaisar Iblis Bunga Teratai Hitam yang menjadi koleganya di dunia langit. " Jawab Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan nada sopan, jujur dan apa adanya kepada Li Xiao Feng.


Bersambung!


__ADS_2