
Sesudah Tian Xin dan Xian Mei Hua tiba di alam hujan dan petir alam semesta, mereka bertemu dengan Dewa Alam Hujan Dan Petir Alam Semesta serta Dewa Ru Yu yang kehilangan pil ciptaannya dari istananya sendiri.
"Hmm, siapakah orang yang telah mencuri pil ciptaan mu dari istana mu , Dewa Ru Yu? " Pikir Tian Xin yang dapat di ketahui oleh Dewa Ru Yu.
" Entahlah, Yang Mulia. Saat itu hamba sedang bermeditasi di alam ruang dan waktu alam semesta untuk proses reinkarnasi hamba ke raga burung rajawali emas milik Kaisar Nan Lian Hua yang kini reinkarnasi menjadi Pangeran muda Tang Shi Lei. Lalu, hamba mencarinya ke alam hujan dan petir alam semesta namun pil ku itu tak dapat di temukan juga. " Jawab Dewa Ru Yu melalui pikirannya kepada Tian Xin.
"Jika empat belas butir pil yang berada di dalam goa alam hujan dan petir alam semesta ? hal ini berarti pil milik mu itu berada di alam lainnya, Dewa Ru Yu." Kata Dewa Alam Hujan Dan Petir Alam Semesta dengan nada serius kepada Dewa Ru Yu.
" Kita cari saja melalui empat belas butir pil di tangan Xian Mei Hua untuk mencari tahu pil yang manakah yang merupakan pil milik mu, Dewa Ru Yu. " Kata Tian Xin memikirkan cara untuk membantu Dewa Ru Yu.
" Caranya? " Tanya Dewa Ru Yu kepada Tian Xin dengan raut wajahnya terlihat bingung dan resah sekali.
" Aku akan gunakan ilmu penghancur pil untuk menemukan pil milik mu, Dewa Ru Yu. " Jawab Tian Xin kepada Dewa Ru Yu dengan wajahnya begitu tenang.
" Baiklah, Yang Mulia. Hamba akan menyerahkan semua pil di tangan Dewi Bunga Persik Langit untuk di hancurkan oleh Anda untuk menemukan pil milik Dewa Ru Yu. " Kata Dewa Alam Hujan Dan Petir Alam Semesta kepada Tian Xin dengan nada hormat.
"Adik Hua, kau taruh ke empat belas butir pil di tangan mu itu di dalam daun bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta yang berada di kolam bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta. " Perintah Tian Xin kepada Xian Mei Hua dengan nada lembut.
" Ya, Kakak Xin. " Jawab Xian Mei Hua dengan nada sopan kepada Tian Xin lalu mematuhi perintah Tian Xin dengan menaruh ke empat belas butir pil di tangan nya di daun bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta di kolam bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta.
Kemudian, Tian Xin mengulurkan tangannya ke depan dengan sepasang matanya menatap lurus ke empat belas butir pil yang di letakkan di daun bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta oleh Xian Mei Hua.
__ADS_1
Lalu, terdengarlah ledakan ketika sejumlah butir pil tersebut telah di hancurkan oleh Tian Xin dan hanya tersisa sebuah butir pil saja di daun bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta.
"Pil yang tersisa adalah kepunyaan mu, Dewa Ru Yu. Karena hanya pil ciptaan para Dewa tertinggi lah yang tak bisa hancur oleh ilmu penghancur pil milik ku. " Kata Tian Xin tersenyum ramah kepada Dewa Ru Yu.
"Wah, aku sangat senang sekali menemukan pil milik ku sendiri. " Kata Dewa Ru Yu yang segera mengambil pil miliknya lalu menghaturkan rasa terimakasih kepada Tian Xin.
" Ya, silakan kau melakukan tugasmu untuk jalani reinkarnasi menjadi burung rajawali emas milik Kaisar Nan Lian Hua. " Kata Tian Xin yang menerima salam hormat dari Dewa Ru Yu yang segera menghilang dari pandangan matanya.
" Yang Mulia, sudah waktunya untuk anda dapat berlatih ilmu hujan dan petir alam semesta di dalam kolam bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta sesudah anda menelan pil menara tertinggi alam semesta untuk proses keabadian tertinggi untuk Anda. " Kata Dewa Alam hujan dan petir alam semesta kepada Tian Xin sesudah melihat waktu yang tepat untuk Tian Xin melatih ilmu keabadian tertinggi di seluruh alam semesta.
" Ya, Dewa Alam hujan dan petir alam semesta. Aku pergi berlatih ilmu keabadian tertinggi di seluruh alam semesta di dalam kolam bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta sekarang juga. " Kata Tian Xin kepada Dewa Alam hujan dan petir alam semesta sebelum ia masuk ke dalam kolam bunga teratai Alam hujan dan petir alam semesta.
Wush!
Di alam manusia terdapat Wu Lei yang belum lama ini terbebas dari kurungan hutan iblis yang menghalangi jalannya menuju ke pegunungan Ling untuk menemukan tiga pil emas, perak dan perunggu milik Raja Dewa Obat Langit yang di curi Raja Siluman Naga Ungu di gunung Ling.
" Aku harus segera mencapai gunung Ling untuk memenuhi tugas yang telah di berikan oleh Tuan Li Xiao Feng kepada Ku untuk Yang Mulia Kaisar Tian Xin. " Kata Wu Lei yang menggunakan ilmu pedang naga merah langit menerjang hutan iblis ciptaan Siluman ular Tanah yang mendapatkan perintah dari Raja Siluman Pedang Naga Siluman yang berwujud Pangeran Hu Liu putra kedua Kaisar Ching.
Cring!
Wush!
__ADS_1
Gerakan pedang naga merah langit Wu Lei telah membabat habis hutan iblis ciptaan Siluman ular tanah yang telah di basmi oleh Wu Lei dengan cerdas dan tangkas.
Crash!
Di luar hutan iblis ciptaan siluman ular tanah ada sekelompok kecil siluman ular piton yang telah menunggu untuk menghadapi Wu Lei yang telah di ketahui oleh Raja siluman pedang naga siluman telah membasmi siluman ular tanah dan menerjang habis hutan iblis ciptaan siluman ular tanah sekaligus.
" Jangan pernah berharap kamu bisa mencapai tujuan mu..! Kami akan menghadapi mu untuk tugas-tugas Mulia kami kepada Raja kami yang terhormat. " Kata sekelompok siluman ular piton dengan nada bengis kepada Wu Lei.
" Ugh, aku sama sekali tidak pernah takut untuk menghadapi kalian semua..! Aku Wu Lei akan membasmi kalian semua hingga tak tersisa lagi kesempatan hidup untuk kalian..! " Balas Wu Lei dengan nada tegas kepada sekelompok siluman ular piton di hadapannya.
" Baiklah, kau lihatlah serangan kamiii..! " Seru para siluman ular piton yang bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Wu Lei dengan mulut mereka terbuka lebar dengan ganas untuk mereka bisa menelan Wu Lei secara hidup -hidup.
Swosh!
Wu Lei melesat dengan pedang naga merah nya terhunus ke depan sehingga sebagian siluman ular piton menyebar ke segala arah sisi Wu Lei dengan gerakan ekor mereka begitu lincah luar biasa.
Wush!
Wu Lei dengan sigap memutat pedang naga merah ke segala arah untuk menjadi perisai dalam melindungi dirinya sendiri dari bahaya maut yang mengancamnya dari sekelompok siluman ular piton.
Bersambung!
__ADS_1