Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Benang Kusut Di Kekaisaran Tang.


__ADS_3

Swoooshhh...!!


Angin yang begitu kencang menerpa jendela yang terlihat terbuka lebar dari sebuah kamar tidur di Istana Selir Ma yang berada di bangunan Istana harem Kekaisaran Tang.


"Yang Mulia sebaiknya Anda istirahat untuk jaga kesehatan fisik Anda yang rentan di masa awal mengandung Anda kali ini." Kata seorang dayang kepada seorang gadis muda belia yang sedang duduk menghadapi cermin rias yang menampilkan seberkas kecantikannya yang tiada tara di dunia ini.


"Tidak ,Aku masih ingin menunggu kepulangan Kakak Chien." Kata gadis itu begitu getir.


"Yang Mulia tolong Anda tidak pernah lagi sebut nama Tuan Besar Xu yang sudah meninggal dunia karena di hukum mati Pangeran Tang Ming Hu yang merasa di khianati cintanya oleh Anda yang memilih pria lain di luar Istana."Kata dayangnya.


"Amei, Aku tak perduli Tang Ming Hu marah atau membenciku karena Aku tidak pernah mencintai Tang Ming Hu yang sudah merebutku dari Kakak Chien demi kekuasaannya yang semakin besar. Aku lebih suka menyerahkan diriku kepada Kak Chien dan sekarang Aku sangat bahagia karena diriku saat ini telah mengandung calon buah hati kami berdua." Kata Selir Ma Ying Ying tersenyum puas seraya mengelus-elus perutnya yang masih tipis itu.


Whooshh...!


Angin yang dingin menerjang kamar itu dan tak lama kemudian terjadilah pemadaman di seluruh Istana Selir Ma.


" Siapakah kamu ini ?" Tanya Selir Ma terkejut.


" Maaf, Aku datang untuk mengambil kepalamu sesuai janjiku yang harus ku tepati untuk calon pemimpin negeri Tang ini."Jawab pemuda tampan yang datang kepada Selir Ma.

__ADS_1


"Cih ! Kau pasti orang suruhan Tang Ming Hu yang ingin membunuhku 'kan? " Tanya Selir Ma nada berani sekali yang mengagumkan pemuda itu.


"Dilihat dari wajah mu dan hatimu yang tulus dan bersih terhadap negeri Tang.Aku terpaksa untuk batalkan janjiku untuk Tang Ming Hu. Aku akan membantu mu untuk keluar dari istana ini untuk kau bisa melindungi bayi mu yang akan di bunuh Tang Ming Hu. Jika , Ia tahu dirimu mengandung calon bayi dari pria lain yang sudah di bunuhnya itu demi mendapatkanmu dan kekuasaan dari Negeri Ma yang merupakan negeri mu." Kata Tian Xin pemuda tampan itu.Awalnya Tian Xin ada niat untuk membunuh Ma Ying Ying namun ketika Tian Xin melihat sosok arwah pemuda tampan yang memohon kepadanya untuk tidak membunuh Ma Ying Ying.


" Tuan Muda..Kau bisa melihatku 'kan ? Ku mohon jangan membunuh istriku dan calon anak kami. Ku akan ceritakan semuanya kepada mu tentang hal kejahatan apa saja yang pernah di lakukan Tang Ming Hu kepada kami dan juga yang akan di lakukannya sesudah bajingan itu menjadi Kaisar Tang terhadap Kekaisaran Ma." Kata sosok arwah suami sah Ma Ying Ying yang bersimpuh kepada Tian Xin.


Tian Xin melihat kilasan hati dan jiwa serta pikiran Ning Chang Chien melalui mata batin Tian Xin. Ia segera mengetahui secara detail akan dosa yang di perbuat Tang Ming Hu terhadap Ning Chang Chien dan Ma Ying Ying serta seluruh rakyat yang berada di Kekaisaran Ma.


"Emm sepertinya Tang Ming Hu bukanlah sosok Kaisar yang bijaksana dan penyayang rakyat kecil di seluruh negeri ini. Aku harus mencari kembali sosok yang layak untuk menjadi penerus Kaisar Tang Ming Huan sebagai Kaisar yang sejati untuk negeri Tang menjadi makmur dan sentosa."Pikir Tian Xin.


"Kau bilang apa tadi kepadaku ? Kau akan bantu Aku untuk bebas dari cengkeraman si gila Tang Ming Hu? " Tanya Ma Ying Ying tak percaya dan sekaligus penuh harapan besar untuk dirinya bisa hidup bahagia bersama dengan calon bayinya dan keluarganya di desa Ma.


"Iya. Aku akan bantu kamu untuk bebas dari Tang Ming Hu untuk selamanya." Jawab Tian Xin nada sungguh hati kepada Ma Ying Ying.


"Tak perlu mencemaskan ku, Nyonya Besar Ning." Kata Tian Xin tenang dan tegas kepada Ma Ying Ying.


"Baiklah ,anak baik." Jawab Ma Ying Ying akhirnya mematuhi saran Tian Xin untuk kebaikannya dan juga masa depan anaknya serta Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Ning.


" Berkemaslah."Kata Tian Xin menyuruh Ma Ying Ying berkemas dengan seadanya.

__ADS_1


"Aku sudah siap." Jawab Ma Ying Ying dengan nada teguh untuk dirinya bisa bebas dari Istana Tang.


Tian Xin meraih jemari Ma Ying Ying dengan sikap sopan santun yang mengagumkan, lalu Tian Xin mengajak gadis itu berkelebatan sangat cepat keluar dari Istana Tang dan Ibukota Kekaisaran Tang.


" Pergilah melalui jalur air di sungai Tang untuk kau bisa melakukan perjalanan kembali ke negeri mu dengan aman dan nyaman."Kata Tian Xin di tepi sungai Tang kepada Ma Ying Ying.


"Iya, sekali lagi terimakasih banyak atas kebaikan hatimu ini kepada ku.Aku pasti akan membalas jasa mu dengan sepuluh kali lipat di masa depan ku."Kata Ma Ying Ying begitu terharu dengan Tian Xin yang sangat tulus menolongnya itu.


"Tak perlu sungkan.Aku melakukan semua ini adalah tulus dari hati ku."Kata Tian Xin nada suara yang sangat lembut dan ramah sekali kepada Ma Ying Ying yang telah di papah Wu Lei untuk naik ke perahu yang sudah di siapkan oleh Tian Xin yang memerintahkan Wu Lei untuk membantu dirinya mengantarkan Ma Ying Ying kembali ke negeri Ma melalui jalur air sungai Tang.


Setelah Wu Lei dan Ma Ying Ying menghilang di aliran air sungai Tang bersama dengan perahu di tumpangi oleh keduanya itu. Tian Xin berkelebat kembali ke Istana Kekaisaran Tang untuk mencari seorang pemuda remaja yang di lihatnya seorang yang paling pantas untuk menjadi Kaisar Tang yang baru.


Brrr....!!


Tian Xin menemui putra kandung Kaisar Tang Ming Huan yang di kurung dan di rantai di sebuah rumah kecil dan kumuh di tengah hutan dalam Istana Kekaisaran Tang untuk di sembunyikan dari seluruh orang di Istana Kekaisaran Tang untuk di nilai kekurangan di dalam diri Kaisar Tang Ming Huan yang tak dapat memiliki keturunan sama sekali dari sejumlah wanita yang pernah di miliki oleh Kaisar Tang Ming Huan di Istana harem nya di masa kehidupan dari Kaisar itu sendiri.


"Namamu Tang Ming San bukan ?" Tanya Tian Xin ramah kepada pemuda remaja usia empat belas tahun yang telah di bebaskannya itu.


"Iya." Jawab anak itu jujur.

__ADS_1


"Baik, ku tanya kepadamu dan kau harus jawab Aku dengan jujur dan benar."Kata Tian Xin nada serius dan mengancam anak itu dengan hukuman yang lebih keras lagi jika anak itu menipunya dan berkata dusta kepadanya.


Bersambung..!!


__ADS_2