
Sorotan seseorang yang sedang duduk tenang di atas peti jenazah yang sudah lapuk dan berlubang di dalam makam tanpa nama yang tidak sengaja terlihat Le Le dan Chen Chen yang kepala mereka menembus tanah di bawah sepasang sepatu Li Xiao Feng.
"Hai , Nona -nona cantik jelita senang sekali aku Xu Xian dapat bertemu dengan kalian berdua di rumahku ," Sapa Xu Xian roh pemilik makam tanpa nama itu.
" Ei ,kami tak sengaja masuk ke rumahmu dengan cara begini.."Kata Le Le yang cepat mengajak Chen Chen keluar dari tanah.
Tetapi sehelai benang laba -laba melilit kepala Le Le dan Chen Chen secara tak terduga sampai Le Le dan Chen Chen tak bisa kembali ke posisi Li Xiao Feng secara benar.
"Heiiii ,apa maksud mu menjeratkan benang laba -laba ke kepala kamiiiii..?!" Jerit Chen Chen dan Le Le merasa jerat itu mengencang erat pada kepala mereka berdua.
Li Xiao Feng merasa ada yang tak beres pada Le Le dan Chen Chen segera menyambar keduanya dengan kekuatan yang membuat rumah milik Xu Xian roboh dan amblas sampai menimpa roh itu sendiri.
Bett..!!
Bruk...!!
"Tuan Besar ,terimakasih atas pertolongan mu kepada kami..,"Kata Le Le dan Chen Chen yang kini berdiri dengan tegak dan benar di kedua sisi Li Xiao Feng.
Para arwah tak wajar memandang takjub Li Xiao Feng yang membuatkan tungku api suci yang di sertai lembaran kerta mantra mengantarkan para arwah itu menuju ke alam akhirat dengan benar di sebuah jalan menuju hutan yang terlihat terang di kedua mata para arwah tak wajar itu.
"Pergilah kalian dan mulai hidup yang baru."Kata Li Xiao Feng membakar kertas mantra di tungku api suci yang mengeluarkan asap transparan yang membumbung tinggi dan mengurung para arwah tak wajar itu.
"Baik ,Tuan Besar Li..Terimakasih atas kebaikan hati anda yang menolong kami..!!" Semua arwah itu menghaturkan terimakasih dengan sujud di bawah kedua kaki Li Xiao Feng.
"Sama -sama..Bangunlah dan cepatlah kalian jalan sesuai waktunya untuk kalian masuk dunia kalian di akhirat," Kata Li Xiao Feng memandu mereka dengan sehelai kertas mantra warna putih yang di sebarkan ke jalanan yang terang benderang dan di tutupi asap transparan.
__ADS_1
Satu-persatu atau berbondong -bondong para roh itu berjalan memasuki dunia akhirat mereka dan sesudah para arwah itu menghilang tertelan asap transparan.
Jalanan itu pun lenyap seiring dengan kertas -kertas mantra yang di bakar di atas tungku api suci oleh Li Xiao Feng pun perlahan -lahan hancur menjadi debu dan menghilang pula.
Sosok Xu Xian muncul di depan Li Xiao Feng ,Le Le dan Chen Chen ,dan merupakan satu -satunya arwah yang masih ada di hutan belakang rumah makan dan penginapan depan piintu masuk ke Kota Hijau.
"Bocah lapuk kenapa kau masih berada di sini dan kenapa tidak ikut rombongan mu untuk masuk ke alam akhirat untuk reinkarnasi ? " Tanya Li Xiao Feng melipat kedua lengannya di dada dan berdiri tegak bak patung es yang sangat menakjubkan di balik topeng semut rangrang nya.
Xu Xian mengerutkan keningnya."Kau mengatakan bocah lapuk ? ,Hei ,aku ini gadis paling cantik di dunia arwah di pintu masuk ke Kota Hijau."Roh itu tak suka dengan perkataan bocah lapuk dari Li Xiao Feng.
" Bagi ku ,kamu itu tetap bocah tua karena usiamu sudah mencapai dua ratus lima puluh tahun dan hampir mencapai tingkat siluman kecil yang baru lahir di dunia arwah tingkat dua bumi."Kata Li Xiao Feng yang mengelus hidungnya dengan telunjuk.
Xu Xian menghentakkan kakinya ke tanah dengan geram."Jangan pernah memanggilku bocah lapuk atau bocah tua ,ya? "Ancamannya dengan giginya mencuat di kedua sisi bibirnya.
"Wahhhh ,lalu apakah aku harus memanggil kamu dengan sebutan laba -laba cilik yang tak tahu diri yang berani menawan kedua orang pelayan ku di atas langit -langit rumah busuk mu ?"Tanya Li Xiao Feng mengangkat wajahnya dengan sikap angkuh bukan main kepada Xu Xian.
"Mereka tidak sengaja dan sudah minta maaf kepada kamu ,tapi mengapa kau masih juga ingin membunuh mereka dengan jerat jaring busukmu itu..?!" Nada suara Li Xiao Feng begitu dingin dan lebih ganas dari sebelumnya.
"Karena mereka pasti di suruh oleh mu untuk kau ingin mengambil pil arwah di dalam ranjang lapuk ku."Jawab Xu Xian menggertakkan giginya yang runcing kepada Li Xiao Feng.
"Pil Arwah ? " Tanya Li Xiao Feng menyentuh dahi dengan telunjuknya seakan merenung.
" Ya , Pil Arwah ku....!!"Bentak Xu Xian merasa Li Xiao Feng tengah mempermainkan dirinya.
" Aishhhh ,pil arwah siluman rendah mu tak ada manfaatnya bagi mereka berdua yang merupakan jenis siluman tingkat tujuh bumi."Kata Li Xiao Feng menggeleng kepala seakan Xu Xian terlalu amat berlebihan mencari alasan untuk membunuh Le Le dan Chen Chen yang tak sengaja masuk ke rumah arwah itu atau makam arwah itu.
__ADS_1
"K..Kau sungguh kurang ajar sekali menghina ku dan pil arwahku..!Asal kau tahu saja pil arwah ku itu dahulunya kepunyaan Dewa Penjaga Pintu Kuil Lentera Keabadian di kota Barat."Kata Xu Xian tak sengaja membocorkan rahasia pil arwah nya itu kepada Li Xiao Feng.
"Aihh..Kau mencuri pil arwah Dewa Penjaga Pintu Kuil Lentera Keabadian di kota Barat ?Wah ,berarti pil ini harus menjadi milik ku bukan milik mu."Kata Li Xiao Feng yang mengejutkan Xu Xian dengan genggaman tangan kanan pria abadi itu tahu -tahu telah menggenggam pil arwah yang berdenyut -denyut dan mengeluarkan cahaya kemerahan di telapak tangan kanan Li Xiao Feng.
"Kurang ajar kau ..!!Dari mana kau mendapatkan pil arwah kuuuu..?!!" Teriak Xu Xian dengan bengis di raut wajahnya yang membiru sampai urat -urat di lehernya mencuat di sekitar lehernya.
" Dari cacing peliharaan Dewa Penjaga Pintu Kuil Lentera Keabadian di kota Hang itu sendiri yang memberikannya kepadaku."Jawab Li Xiao Feng yang menunjukan seekor cacing warna kelabu di pundak kanannya yang kepalanya kini berwajah anak bayi usia satu bulan.
" Hua Hua..!"
"Ya ,dia adalah Hua Hua ,bayi cacing yang sangat setia terhadap majikannya yang telah tertawan di puncak menara bentuk limas di Kota Barat oleh kawanan Siluman Jerapah tanduk Emas tingkat 9 bumi ,lalu pilnya terjatuh ke tangan mu yang kini mengakui barang orang lain sebagai kepunyaan mu sendiri..cih kau tak tahu malu sekali menjadi siluman kecil tingkat 2 bumi."
Li Xiao Feng menatap tajam Xu Xian yang menjerit -jerit ketakutan terhadap sinar mata membunuh Li Xiao Feng yang tak pernah memiliki belas kasihan terhadap para musuhnya.
"Aku bukan musuh mu..!Tolong kau jangan bunuh aku ,Tuan Besar Li..!! Ku mohon ampunilah aku si laba -laba kecil rendah ini..!! Jadikanlah aku yang tak tahu diri ini sebagai budak mu saja yang dapat melayani mu mandi."
Dengan gemetaran di sekujur tubuhnya Xu Xian bersujud dengan tubuhnya membungkuk begitu rendah sekali di hadapan Li Xiao Feng yang tetap tak mengampuninya.
"Menipu ku ,mencoba membunuh kedua pelayan ku ,dan menghimpun ilmu arwah hitam dengan menghisap sari -sari inti organ manusia yang di bunuh oleh Juru masak bodoh yang di perbudak olehmu dengan imbalan untuk jasanya adalah dia bisa menjadi pengusaha paling kaya di daerah ini yakni di pintu masuk kota hijau..!Uh kau pikir aku akan mengampuni mu ,bocah laba -laba hina...!!"
Li Xiao Feng mengerjapkan sepasang matanya ke arah Xu Xian yang meledak hancur berkeping -keping akibat ilmu gerhana matahari abadi milik Li Xiao Feng yang menerima ilmu itu dari Tian Xin di waktu Tian Xin terpecah jiwanya.
Blaarr..!!
"Tian Xin suatu saat nanti semua ilmu mu akan ku kembalikan semilyar kali lipat dengan kekuatan abadi ku sendiri bila waktu mu tiba untuk kembali menguasai tiga Alam Semesta Raya bahkan kau bisa menguasai tujuh Alam Semesta Raya lainnya yang mencakup sepuluh tingkat Nirwana Abadi."
__ADS_1
Batin Li Xiao Feng berbicara di waktu Tian Xin kini telah kembali ke raga Li Bing Han di pantai laut lepas bagian barat daya Kekaisaran Deng sekitar dua minggu yang lalu.
Bersambung ..!!