
Di suatu pagi yang masih belum menampakkan sang surya hadir untuk menggantikan sang Dewi malam di ufuk timur tampaklah sepasang pria yang berkelebatan saling berkejar-kejaran menuju ke arah timur yang masih cukup jauh.
"Guru..Bukankah mereka berdua adalah Sepasang Pendekar Kembar Hitam dan Putih yang sangat terkenal di daerah selatan?"Tanya Li Bing Han usai melihat sepasang pria tersebut melesat bak kilat ke timur.
"Ya,Han Er."Jawab Li Xiao Feng memakai topi bulu angsa di kepalanya yang indah sehingga dirinya semakin tampan luar biasa dengan kilauan kulit beningnya.
"Emm..Tujuan mereka pergi ke kota Hijau untuk apa?"Tanya Li Bing Han memakai topi jerami yang sangat mirip topi nelayan namun tetap saja raut wajah tampannya begitu memukau di usia belia.
"Menemui Dewi Bunga Seroja Hijau."Jawab Li Xiao Feng menghisap rumput ilalang hingga rumput di mulutnya hangus.
"Cuhh..!"
Li Xiao Feng meludahkan rumput ilalang hangus ke depan dan memercikan duri -duri hitam di atas tanah sehingga mengejutkan sejumlah arwah lalat dan semut hitam yang sedang tertidur di jalanan di depan mereka berdua.
"Eii..Adududuh...Sakit...!!"Pekik para arwah lalat dan semut hitam meloncat bangun dan melihat Li Xiao Feng berdiri dengan bertolak pinggang dan Li Bing Han yang menatap mereka dengan sorotan mata polos dan lugunya.
"Ah ,siapakah kalian berdua yang sudah ganggu kami yang sedang istirahat?"Tanya Arwah Lalat yang berwajah pria tua berkumis putih lebat dan rambut mencuat di kedua sisi alisnya yang botak.
"Aku Li Xiao Feng dan anak ini muridku Li Bing Han.Aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu Tuan Lalat Hitam Tua.Apakah kau bersedia untuk menjawab hal yang ku tanyakan kepadamu?"Nada Li Xiao Feng begitu menghanyutkan Si Lalat Hitam Tua yang segera menjawabnya dengan patuh.
"Ya,silahkan Tuan Besar Li bertanya kepada ku Si Lalat Hitam Tua."Jawab Si Lalat Hitam Tua yang menancapkan kedua kaki panjangnya di tanah dan kedua sayapnya berkepakkan di kedua sisi tubuh yang memanjang dan berbintik -bintik hitam pula.
"Di manakah liontin seribu naga yang di isukan di curi oleh Kaisar Zu dan di manakah Istana Kaisar Zu berada?"Tanya Li Xiao Feng nada serius sekali kepada Si Lalat Hitam Tua.
__ADS_1
"Di Negeri Zu yang berada di bawah gunung Zu di Selatan Tionggoan."Jawab Si Lalat Hitam Tua itu dengan patuh.
"Apakah kau bersedia untuk menjadi pengikutku di dalam perjalanan ku ke Negeri Zu?"Tanya Li Xiao Feng yang sebenarnya adalah perintah bagi Si Lalat Hitam Tua.
"Iya,Aku bersedia."Jawab Si Lalat Hitam Tua yang berubah menjadi seorang pria tua bertubuh agak gemuk ,kedua alis botak dan sepasang mata yang berwarna kelabu ,namun secara keseluruhan tak ada keanehan di diri Arwah itu sesudah berubah wujud menjadi manusia biasa.
"Bagaimana dengan mu ,Nona Semut Hitam?"Li Xiao Feng mengalihkan pandangannya kepada Si Semut Hitam yang berwajah gadis cantik jelita di hadapannya.
"Aku bersedia untuk membantu mu ,Tuan Besar Li yang terhormat."Jawab Si Semut Hitam riang dan centil.
"Baiklah..Kau berubah dahulu dengan bentuk baru kamu sebagai manusia biasa seperti Si Lalat Tua itu."Kata Li Xiao Feng serius kepada Semut Muda itu.
"Ya,Tuan Besar Li."Jawab Semut Hitam yang kini berubah wujud menjadi seorang gadis muda usia lima belas tahun yang sangat cantik jelita bukan main bak seorang Dewi Kahyangan saja.
"Ya,Tuan Besar Li terimakasih banyak."Kata Lao Yan dan Le Le serempak bersama para pengikut keduanya yang berubah menjadi manusia pula di hadapan Li Xiao Feng dan Li Bing Han.
"Baiklah..Mari kita segera berangkat ke Negeri Zu melalui jalur timur dari hutan pintu masuk ke kota Hijau."Kata Li Xiao Feng yang melesat lebih dahulu di depan para pasukannya.
Brrrr...!!
Di tengah jalan mereka terhenti karena adanya seekor ular putih yang melingkar di dahan pohon bunga kamboja putih.Ular itu menanti kedatangan Li Xiao Feng yang merupakan kakak angkat dari ular putih itu
"Kakak Feng Feng.."Kata Ular putih yang berubah menjadi seorang gadis cantik usia sebaya Li Bing Han yang terkagum-kagum dengan kecantikan Si Ular putih itu.
__ADS_1
"Chen Chen ,aku sangat senang sekali kau sudah bisa mengubah wujudmu menjadi manusia di usia mu baru berusia dua ratus dua puluh dua tahun di dalam pertapaanmu."Kata Li Xiao Feng dengan ramah dan menyayangi gadis kecil yang cantik itu.
"Ya,semua itu berkat petunjuk mu yang beritahuku untuk ku telan pil bunga Er Mei yang tersimpan di goa keabadian Dewa Erlang yang berada di atas puncak gunung Er langit lapisan satu."Kata Chen Chen nama Si Ular Putih itu.
"Oh ,baguslah kamu mengikuti petunjuk ku untuk kamu menjadi sosok yang lebih baik dari wujud asli yang merupakan seekor ular putih kecil yang hidup di dahan pohon kamboja putih mu ini."Kata Li Xiao Feng mengelus lembut puncak kepala dan rambut gadis kecil manis itu.
"Ohya,Kak Feng..Siapakah anak kecil manis dan lucu ini?"Tanya Chen Chen menoleh ke Li Bing Han di samping Li Xiao Feng.
"Dia ini muridku Li Bing Han."Jawab Li Xiao Feng memperkenalkan Li Bing Han kepada Chen Chen.
"Hai..Aku Chen Chen."Sapa Chen Chen ramah dan manis sekali senyumnya kepada Li Bing Han.
"Jangan menyebutku anak kecil karena Aku sudah usia sebelas tahun."Kata Li Bing Han cemberut.
"Kau memang masih kecil ,nak."Kata Lao Yan dan Le Le merangkul Li Bing Han dengan niat untuk mengakrabkan diri kepada Li Bing Han tetapi Li Bing Han dengan gusar menepis rangkulan Lao Yan dan Le Le.
"Jangan pernah memanggilku anak kecil..Aku tak pernah suka.."Kata Li Bing Han uring -uringan di sepanjang jalan menuju ke dalam hutan yang tak jauh dari tempat tinggal Chen Chen.
"Han Er..Jangan cepat -cepat jalanmu nanti kau tersesat."Kata Li Xiao Feng segera menyusul Li Bing Han dengan melesat begitu cepat sekali ke dalam hutan pintu masuk ke kota Hijau.
Chen Chen ,Lao Yan dan Le Le juga mengikuti di belakang Li Xiao Feng.Mereka kembali berhenti di tengah hutan pintu masuk ke kota Hijau ketika Li Xiao Feng menarik lengan Li Bing Han untuk pria abadi itu dapat melindungi muridnya dari lima pria bertubuh jangkung dan berkulit warna ungu yang menjulurkan lidah warna ungu pula ke arah Li Bing Han.
Bersambung..!!
__ADS_1