Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Gejolak Kalbu Manusia.


__ADS_3

Serangan sejumlah para pasukan Kekaisaran Yu yang telah di kuasai oleh Kekaisaran Ming telah menghujani Tian Xin dan Wen Baoning di atas punggung kuda putih di depan pintu gerbang dari Ibukota Kekaisaran Yu.


Sing..!!


Trang..!!


Trang..!!


Trang...!!


Crang...!!


Tian Xin menggerakkan pedang bulan sabit perak yang bergerak laksana kibasan ekor naga di langit telah menghembaskan sejumlah serangan maut di hadapan nya dan teman seperjalanannya.


Brr..!!


kilatan bayangan hitam yang sangat gesit bukan main menuju dengan tepat ke arah kepala Tian Xin dengan kekuatan cakar yang mematikan dan juga membahayakan jiwa Tian Xin.


Crakkkk..!!


Tian Xin melengkungkan pedang bulan sabit tepat di atas kepalanya dan ia tak segan menebas leher bayangan hitam yang ingin membunuh dirinya itu secara begitu tepat sekali.


Bayangan hitam yang kepalanya jatuh di tanah di kaki kuda putih bagian belakang bergerak -gerak dan melesat bagaikan asap hitam menerpa Tian Xin.


Whuuuzzzzhh...!!


Tian Xin yang mengetahui adanya serangan maut yang berasal dari kekuatan Raja Iblis Zu melalui arwah salah satu anggota prajurit terbaik dari Kekaisaran Ming segera menggunakan ilmu rotasi bumi bawah melalui pedang bulan sabit menebas udara di segala arah.


Weettzzz...!!


Crakkkkkk...!!


Brusshh..!!


Asap hitam yang berasal dari kekuatan Raja Iblis Zu melalui arwah salah satu prajurit terbaik dari Kekaisaran Ming telah buyar dan arwah tersebut masuk ke alam akhirat oleh Tian Xin.

__ADS_1


Singg...!!


Trang..!!


Trang..!!


Cring..!!


Wen Baoning mengeluarkan segala ilmu silatnya yang terbaik untuk memberikan perlawanan yang amat tangguh dan hebat terhadap terjangan para musuh yang merampas Kekaisarannya melalui pedang di tangannya.


Serbuan demi serbuan semakin lama semakin besar para pasukan musuh yang menyerbu maju untuk menghabisi mereka berdua atas perintah Kaisar Ming Jian yang ingin merebut Kekaisaran lain di bagian utara Daratan Tengah.


Whooshh...!!


Tian Xin berkelebat luar biasa cepatnya dengan pedang bulan sabit di tangannya membentuk satu gerakan menebas ke depan para musuh sungguh menggetarkan jiwa para musuh yang mendapat tebasan dashyat dari Tian Xin.


Crakkk...!!


" Gyaaaa...!! " Pekikan kematian sejumlah besar para pasukan musuh yang ada di depan telah berjatuhan di tanah akibat tebasan tajam Tian Xin.


Whooshh..!!


" Awas...!!" Jerit Wen Baoning memutar tubuhnya ke samping kiri Tian Xin yang menyebabkan kuda putih terjatuh dan tewas karena benturan di atas kepala kuda itu di batu yang terjal.


" Baoning..Apa -apaan kau ini ? " Tanya Tian Xin melotot karena Wen Baoning menimpa tubuhnya di pinggir tebing pintu masuk Ibukota Kekaisaran Yu.


" Aku ingin menolongmu..Maaf.." Jawab Wen Baoning ikut melotot tajam karena gadis ini telah mencicipi bibir manis Tian Xin secara tak sengaja dan membuat Tian Xin kebingungan sendiri.


" Ish..Menjauhlah dariku..! " Usir Tian Xin nada kasar karena malu sekali kepada Wen Baoning di atas tubuhnya.


" Iya..Siapa juga yang mau menyentuh mu? Lihat itu..! " Teriak Wen Baoning menyambar kepala Tian Xin ke arah dadanya untuk melindungi Tian Xin dari hunusan pedang berwarna biru tua yang memiliki sinar yang menyilaukan dari belakang kepala Tian Xin.


" Hei..Apa -apaan kau ini ? " Tanya Tian Xin yang merasakan debaran aneh saat dirinya di pelukan gadis aneh yang melindunginya dari para arwah kejam yang di jadikan alat oleh Kaisar Iblis Zu dari Istana Kekaisaran Tang di Selatan untuk habisi Tian Xin di dunia manusia.


" Aku akan melindungimu dengan nyawaku..Meski Aku harus menggunakan mustika putri naga ku." Jawab Wen Baoning yang mengarahkan telapak tangan yang terbuka ke arah sinar pedang biru tua yang merupakan samaran terjangan para arwah keji itu sungguh mengejutkan Tian Xin.

__ADS_1


Karena tiba -tiba seberkas cahaya keperakan yang sangat kuat keluar dari telapak tangan Wen Baoning dan meluncur begitu ganas sekali telah menghantam hancur seluruh para pasukan arwah itu.


Blaarr..!!


" Kau..Mundurlah..Sekarang giliranku yang akan melindungimu dan menghancurkan para pasukan lainnya..! " Kata Tian Xin memindahkan posisi Wen Baoning ke tempat yang lebih normal dari posisi yang mengacaukan hati Tian Xin.


" Mereka ada sepuluh ribu orang ! Apakah Kamu bisa menghabisi mereka sekaligus dengan hanya dirimu seorang saja ?! " Kata Wen Baoning dengan nada tercekat sekali melihat puluhan ribu pasukan musuh dari berbagai arah di pintu masuk Ibukota Kekaisaran Yu telah mendatangi mereka berdua di pinggir tebing jurang di atas jembatan batu yang berada di depan pintu gerbang masuk Ibukota Kekaisaran Yu.


" Aku bisa mengatasi mereka semua. Asalkan Kau jangan pernah lagi mengganggu ku dengan itu mu yang membahayakan ku daripada mereka." Kata Tian Xin nada sebal kepada Wen Baoning yang berdiri di sisi kanan.


" Aku ? Aku mengganggu mu ? " Tanya Wen Baoning menjilat bibir sendiri dengan bingung dan heran dengan nada sebal pemuda yang telah buat diri gadis itu jatuh cinta sejak pertama kali dirinya berjumpa dengan Tian Xin.


" Iya..Kau sungguh menggangguku..! " Jawab Tian Xin galak bukan main kepada Wen Baoning seraya melintangkan pedang bulan sabit di depan dada bidang dan tegap pemuda itu untuk bersiapkan diri menebas habis para pasukan musuh mereka.


Sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Ming kini telah meluncurkan hujan panah api yang dashyat ke arah Tian Xin dan Wen Baoning dengan satu kali luncur dari senjata meriam perang mereka.


Wuungg...!!


Werr ...!!


Wurr..!!


Wurrr..!


" Waaa banyak sekali panah api menyerang kita..! " Pekik Wen Baoning nada ngeri terbakar api dari segala arah oleh pihak musuh.


" Wahai Setan api berani sekali kalian menyerang ku..!" Bentak Tian Xin yang melihat adanya para pasukan setan api yang menyerang bersamaan dengan sejumlah panah api perang yang biasa di gunakan oleh para manusia di muka bumi Ming dan yang lainnya di masa itu.


" Kau marahi siapa ? Kita di serang senjata anak panah api dari benda besar itu ! di sana ! " Teriak Wen Baoning merasa semakin bingung juga atas kewarasan Tian Xin yang di ragukannya.


Tian Xin untuk kali ini sama sekali tidak hiraukan Wen Baoning karena Tian Xin lebih konsentrasi untuk menghadapi para musuh yang bukanlah manusia pada umumnya yang terlihat oleh kedua mata Wen Baoning.


" Kau ini siapakah , anak muda ? Kenapa dirimu dapat mengetahui siapa kami ?" Tanya salah satu para pasukan setan api tingkat tiga bumi bawah dengan nada meremehkan kepada Tian Xin.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2