
" Terimakasih atas minuman teh hangat yang kamu berikan kepadaku, Putri Chao Ying." Kata Li Xiao Feng yang menerima cangkir teh dari Putri Chao Ying dengan ramah dan sopan.
Li Xiao Feng meminum teh hangat dengan satu kali tegukan yang di lihat oleh Putri Chao Ying tetapi sesungguhnya Li Xiao Feng sama sekali tak meminumnya karena air teh itu menembus dirinya dan tumpah ke lantai.
" Air teh mu jatuh ke lantai dan membanjiri atap rumah ku..!" Kata seekor semut yang mendiami lantai kepada Li Xiao Feng.
" Aih..Maafkan aku , Tuan Semut.." Kata Li Xiao Feng yang segera membersihkan air teh dengan kain lap yang di ambilnya dari meja yang berada di dekat rak buku milik Putri Chao Ying.
" Ah, ya..Ku maafkan..! Kau ini vampir yang tak bisa makan dan minum untuk jenis makanan dan minuman manusia biasa pada umumnya..! " Kata semut itu yang berdiri di bahu Li Xiao Feng.
" Aku tahu sekali siapa diriku yang menyadarkan ku untuk tidak sembarangan menyentuh benda di sekitarku untuk tahap baru ku..!" Kata Li Xiao Feng duduk di lantai dengan wajahnya tertunduk sedih.
" Bukankah dahulu kau bisa menyentuh benda apa pun di sekitarmu ?" Tanya Semut yang telah membuka kembali ingatannya.
"Ya, sebelum aku masuk ke lubang reinkarnasi instan...! " Jawab Li Xiao Feng yang kuku nya itu menggores -gores lantai untuk menghilangkan rasa sedih hatinya.
" Mmmm begitukah ? Lubang reinkarnasi tak bisa meleburkan mu menjadi bayi seperti teman mu di tempat lain nya tetapi justru membuatmu kembali menjadi vampir roh tanpa fisik yang bisa di sentuh dan menyentuh baik benda maupun manusia di alam manusia yang baru kau datangi ini..!" Ucap Semut yang turun ke telapak tangan kanan Li Xiao Feng.
" Benar sekali yang kau katakan itu. Inilah yang terjadi pada diriku saat ini dan Aku tersiksa luar biasa dengan perasaan hatiku yang ingin sekali menyentuh bayi ku itu dan juga kekasih hatiku..!" Kata Li Xiao Feng yang melihat munculnya Dewa Bumi di sela -sela kuku nya yang menggores -gores lantai untuk menghilangkan rasa sedih di hatinya.
"Tuan Li, kau telah merusak rumahku di dalam tanah dengan reruntuhan tanah lantai yang di gores -gores oleh kuku mu itu..! " Kata Dewa Bumi bertolak pinggang dan menatap dengan tatapan mencela kepada Li Xiao Feng.
__ADS_1
" Ya, maafkan Aku..! Sebaiknya kau pindah saja dari tanah di bawah lantai kamar putri ku agar kehidupan mu di alam tanah menjadi lebih baik lagi..!" Kata Li Xiao Feng yang malah memberi saran kepada Dewa Bumi untuk pindah rumah.
"Emmm..Aku tak punya uang banyak untuk aku bisa pindah rumah, Tuan Li..!" Kata Dewa Bumi yang duduk di buku jarinya.
" Ahhh...Kau Dewa Bumi yang paling miskin di antara Para Dewa Bumi lainnya rupanya..!Ahhh.. Pantas saja penampilanmu terlihat kusam dan tak menyenangkan di bandingkan dengan para Dewa Bumi lain yang berpenampilan mentereng dan menyenangkan..! " Kata Li Xiao Feng yang meraih Dewa Bumi itu dengan tangan lainnya dan di lemparkannya Dewa Bumi itu keluar dari kamar Li Wei Shiang.
Bruakkk!!
Dewa Bumi itu terbelalak ketika dirinya di lempar keluar dari kamar bayi perempuan Putri Chao Ying oleh Li Xiao Feng sehingga sosok aslinya terlihat jelas oleh Li Xiao Feng dan Semut yang kini berdiri angkuh di hadapannnya di halaman depan kamar bayi perempuan Putri Chao Ying dengan tubuh raksasa.
" Hmmm Siluman Rayap dungu yang sudah tak sabar di kirim ke neraka abadi olehku dengan nyali mu yang sungguh licik berniat menipuku dengan menyamar sebagai Dewa Bumi yang di kurung di raga Semut itu..! " Kata Li Xiao Feng dengan nada dingin kepada Siluman Rayap yang mengepakkan kedua sayap untuk bersiapkan diri menghadapi Li Xiao Feng.
" Hmmm...Untuk menghadapimu yang licik dan curang itu ya aku harus pakai cara yang pintar pula agar dirimu bisa keluar dari persembunyian mu yaitu di dalam tanah di balik batu lantai yang di injak kaki tempat tidur bayi perempuan Putri Chao Ying..! " Kata Li Xiao Feng nada suaranya amatlah membekukan bagi siapapun yang telah mendengarkan suara asli dari Kaisar Vampir Abadi itu.
Siluman Rayap yang tak dapat menyembunyikan rasa amarahnya itu terhadap Li Xiao Feng telah meluncurkan serangan demi serangan melalui deru angin sayap dan kakinya ke arah Li Xiao Feng dengan maksud ingin menyerang bahu kiri Li Xiao Feng.
Tetapi, Li Xiao Feng dengan seenaknya saja dan seakan -akan Li Xiao Feng tak mempedulikan bahu kirinya di serang oleh kaki dan sayap dari Siluman Rayap sehingga Siluman itu merasa gembira mengira akan menang dari Li Xiao Feng.
Wutttzzzzz...!
Duk...!!
__ADS_1
Li Xiao Feng terlempar dengan jarak yang cukup jauh sekali akibat serangan kaki dan sayap dari Siluman Rayap yang tersenyum -senyum melihat hasil pertarungannya itu melawan Li Xiao Feng.
Swoossshhhhh...!
Senyuman yang penuh kegembiraan dan juga kemenangan dari Siluman Rayap berubah dan menjadi sebuah senyuman yang memilukan luar biasa. Hal, ini di sebabkan oleh Li Xiao Feng tahu -tahu telah mengulitinya dengan cara mencabuti setiap bulu yang ada di tubuh Siluman Rayap dari arah belakang Siluman Rayap.
Tes..!
Tes...!!
Tes...!
"Agghhhhh...! Aduduhh...! " Pekik kesakitan dari Siluman Rayap yang di belenggu oleh kuku -kuku tajam Li Xiao Feng yang jarinya menempel di tubuh Siluman Rayap setelah di lepaskan dari telapak tangan kiri Li Xiao Feng.
"Bukan main jari dan kuku nya bisa di lepaskan dari telapak tangannya...! " Kata Semut yang kini bersiap untuk melawan Siluman Rayap yang tak mempunyai rambut di seluruh tubuhnya karena di lucuti oleh Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng memasang kembali jari dan kuku -kuku dengan seperti sediakala di telapak tangan nya lagi sambil memerhatikan Si semut yang menghadapi Siluman Rayap dengan keberanian yang telah tumbuh kembali setelah mendapat bantuan darinya.
" Dewa Bumi kau gunakanlah tongkat tarian mu untuk menghadapi ilmu ilusi Siluman Rayap yang licik itu..! " Kata Li Xiao Feng yang memberikan petunjuk untuk Dewa Bumi dapat keluar menjadi pemenang di dalam pertarungan adil melawan Siluman Rayap.
Bersambung..!!
__ADS_1