
Shuang Er menatap pelanggannya yang masih ada hubungan kerabat dengan Kaisar Ching di sisi kanan tempat tidur sebelum dirinya bangun untuk mempersiapkan dirinya kenbali melayani tamu -tamu lainnya yang sudah di persiapkan oleh Mucikari pemilik Rumah Seribu Bunga Cinta yang menjadi ibu asuh sekaligus majikannya.
" Aku adalah aku yang harus menjalankan hidup ku ini seperti budak yang hina dan rendah sekali di bawah derajat kaum laki-laki yang tak pernah mau menghargaiku sebagai seorang wanita...!" Kata Shuang Er kepada dirinya sendiri sembari menatap cermin yang memantulkan wajahnya yang cantik jelita.
"Emm...Aku Wu Bai akan menjadi putranya kah? Lalu siapakah ayah kandungku?" Tanya Wu Bai di dalam kantung rahim Shuang Er yang mulai tumbuh menjadi sebuah janin yang berusia lima atau enam bulan.
Pertanyaan Wu Bai terjawab oleh Shuang Er Ibu manusia nya itu yang mengelus-elus bagian dari bawah perut sambil berbicara sendiri di depan cermin dan tersenyum pilu.
" Kakak Liu , kapankah kau akan datang kepada diriku yang sering kau katakan bahwa kau amat mencintaiku dan ingin membawaku untuk masuk ke rumahmu sebagai Istri sah mu setelah dirimu berhasil membawa kemenangan besar untuk Kekaisaran Ching di medan perang melawan Kekaisaran Xiao..?!" Ucap Shuang Er.
Wu Bai yang ingin mengingat kata Kakak Liu di otak nya itu tiba-tiba ada sebuah kabut putih di sekitar dirinya yang membuat segala ingatannya di masa lalu, masa kini menjadi kabur dan hilang tak berbekas dengan seiring dirinya tak menjadi seorang pria dewasa lagi melainkan sosok yang amat mungil sekali di dalam daging manusia lain yang di takdirkan menjadi Ibunya di kehidupan barunya itu.
*******
Li Xiao Feng meletakkan Li Zhao Min di tempat tidur di sebuah kamar yang di khususkan untuk putri angkatnya setelah mereka tiba di Kediaman Menteri Tata Usaha Kekaisaran Ching.
"Tuan Li...Anda dari mana sajakah selama lima jam tak kami lihat di sekitar rumah manusia yang kami tempat ini ?" Tanya Wu Song dengan nada sopan kepada Li Xiao Feng seraya Wu Song berdiri dengan menyandarkan punggung di pintu kamar khusus untuk Li Zhao Min.
"Aku dari pergi mencari makan dan minum di luar rumah..!" Jawab Li Xiao Feng tersenyum di bibir manisnya kepada Wu Song.
" Ehhh...Ternyata mulut Anda bisa juga makan dan minum ? " Tanya Wu Lei yang bicara asal saja tanpa berpikir jernih.
__ADS_1
" Kurang ajar kau , Wu Lei. Apakah kau pikir aku mempunyai mulut cuma untuk bicara kepada kamu saja? Aish ! Aku juga seorang makhluk hidup yang bisa makan dan minum hanya saja makanan dan minuman ku tidak biasa.." Kata Li Xiao Feng melotot jengkel dengan pertanyaan bodoh Wu Lei.
"Ya, karena mulutmu tak bergerak saat kamu itu berbicara ,Tuan Li. Jadi, ku pikir kamu tidak bisa makan dan minum..!" Kata Wu Lei yang memang benar apa adanya.
Li Xiao Feng berbalik menghadapi cermin di meja rias untuk memastikan mulutnya bergerak di saat dia berbicara kepada Wu Lei dan Wu Song di belakangnya.
" Wu Lei dan Wu Song, apakah mulut kalian juga tak bergerak saat kalian berbicara kepadaku ?" Tanya Li Xiao Feng yang baru sadar kalau mulut nya itu selama ini tak bergerak dan hanya suara nya keluar dari rongga mulutnya yang kaku dan berlidah merah darah kering.
"Bergerak.." Jawab Wu Lei yang memperlihatkan gerakan mulutnya yang seirama dengan suara nya berbicara.
" Aku mau mandi..! " Kata Wu Lei.
" Ouh, pantas saja Shiu Chiu merasa ketakutan melihatku..! " Kata Li Xiao Feng yang duduk di bangku depan cermin rias dengan lesu.
"Tenang saja, Aku sama sekali tidak merasa hati ku ketakutan melihatmu Kakak Feng..! " Kata Putri Liu Yu Yan yang merangkapkan sepasang tangan dengan sikap manis di samping kanan Li Xiao Feng.
"Kau kan siluman tentu saja kau sama sekali tak ada rasa takut melihatku, Yu Yan..! " Kata Li Xiao Feng menutup wajah Liu Yu Yan dengan tutup panci yang entah darimana ada di tangan Li Xiao Feng karena tahu -tahu tutup panci telah tutupi wajah Liu Yu Yan sampai gadis ular itu jatuh pingsan di lantai dengan wujud aslinya yakni ular putih salju.
Lalu Wu Song memasukkan ular putih salju di dalam bambu anyaman yang berbentuk botol di gantung di pinggangnya Wu song. Sedangkan Wu Lei yang melihat hal ini hanya membelalakan kedua matanya karena luar biasa kagetnya dan juga merinding dengan perilaku Li Xiao Feng jika mulai merasa terganggu ketenangannya itu.
" Sungguh mengerikan..!" Kata Xiao Hong yang segera memilih berubah wujud menjadi burung hong tidur di dinding kamar khusus untuk Li Zhao Min di bandingkan dirinya terlibat dengan Li Xiao Feng yang sukar di tebak pola pikiran dan tindakannya itu.
__ADS_1
Li Xiao Feng menemui Chao Yue atau Li Wei Shiang yang berbaring nyaman di ranjang bayi bambu di kamar pribadi Putri Chao Ying yang hangat.
" Shiang Er, apakah kau tak merasa rindu kepada Ayah ?" Tanya Li Xiao Feng dengan kelembutan di raut wajahnya yang kaku kepada bayi kecil di ranjang batu bambu.
Bayi perempuan itu menatapnya dengan tatapan mata yang jernih dan bersih tak ternoda sama sekali dengan senyuman polos yang sangatlah menghibur hati dan pikiran Li Xiao Feng yang sedang kacau.
"Wei Shiang....! Ayah sangat menyayangi kamu dengan sepenuh jiwa dan raga Ayah...! " Kata Li Xiao Feng dengan suara yang sangat bening.
"Tuan Besar Chen..Rupanya Anda sudah datang untuk menjenguk Chao Yue putriku kembali?" Ucap Putri Chao Ying menghampiri Li Xiao Feng.
"Heem..." Jawab Li Xiao Feng dengan gumaman kepada Putri Chao Yue.
" Tuan Besar Chen tadi Istri Anda datang untuk menemui kami di sini di Graha Matahari pada pagi hari tadi..!" Lapor Putri Chao Ying sambil menuangkan air teh hangat di cangkir untuk Li Xiao Feng.
"Istri ku? Aku tak merasa mempunyai seorang istri..! " Kata Li Xiao Feng yang membingungkan Putri Chao Ying.
" Ahh..? " Tanya Putri Chao Ying menatapnya.
Li Xiao Feng cepat sadar bahwa dirinya saat ini sebagai Menteri Tata Usaha Chen Xiao Feng di Kekaisarab Ching di dalam pandangan kedua mata manusia Putri Chao Ying.
Bersambung..!!
__ADS_1