
Li Xiao Feng, Wu Lei, Wu Song dan Xiao Hong telah tiba di atas jembatan yang berada di dalam lukisan pegunungan yang berada di salah satu ruangan dalam graha rembulan musim semi di Kediaman Menteri Tata Usaha Kekaisaran Ching yang bernama Chen Xiao Feng.
"Baiklah, mari kita melakukan petualangan di dunia iblis burung pipit hijau tingkat lima atas bersama -sama..! " Kata Li Xiao Feng dengan nada serius kepada teman -temannya.
" Iya, Tuan Li. Kami sudah siap..! "Jawab teman -temannya secara serempak kepada nya.
Setelah Li Xiao Feng mengganggukkan kepala sebagai tanda setuju untuk jawabannya kepada teman -temannya, maka mereka berempat pun mulai melangkahkan sepasang kaki mereka yang bersepatu indah dan mahal di atas lantai di jembatan yang sangat panjang sekali.
" Berapa lamakah kita baru akan sampai di kota para penghuni iblis burung pipit hijau? " Tanya Wu Lei di samping kanan Li Xiao Feng setelah mereka semua sudah berada di tengah jalan di jembatan itu.
"Tiga jam lamanya sampai kita menemukan tugu selamat datang di ujung jembatan ini..! " Jawab Li Xiao Feng dengan nada tenang sekali kepada Wu Lei yang merasakan adanya perangkap tak terlihat di depan mereka.
" Tugu selamat datang mereka seperti apakah tugu nya itu ?" Tanya Xiao Hong di belakang Li Xiao Feng.
" Seperti patung burung pipit raksasa warna hijau dengan jumlah ekornya ada sembilan ekor dan memiilki garis ruas pada tulang bulu ekor nya..! " Jawab Li Xiao Feng yang tetap tenang.
" Ouh..! Lalu patung apakah di depan jalan kita di dekat lampu jalan yang berbentuk kuping hewan kelelawar buah ? " Tanya Xiao Hong yang cepat memilih untuk berjalan di samping kiri Li Xiao Feng untuk melindungi dirinya dari serangan gelap dari pihak musuh mereka.
" Patung Dewa Sesat yang bodoh sekali otaknya sehingga terpengaruh oleh Iblis rendahan yang membuatnya di buang dari dunia langit tempat seharusnya Ia berada sebagai Dewa Burung Beo ekor dua belas di langit..! " Jawab Li Xiao Feng tak merasa khawatir akan bahaya yang telah menghadangnya dan kawan -kawannya itu.
" Dia bukan patung tetapi Dia Dewa benaran..! " Kata Wu Song yang segera berjalan di sisi kanan Xiao Hong untuk mereka saling melindungi satu sama lainnya dalam persiapan mereka semua untuk bertarung melawan musuh mereka yang telah mempersiapkan penjagaan yang begitu ketat untuk menghalangi mereka ke kota pusat jantung iblis burung pipit hijau tingkat lima atas.
" Lalu kalau dia Dewa benaran apakah kita harus takut menghadapinya ? " Tanya Li Xiao Feng tak perduli pada lawannya itu apa dan siapa.
__ADS_1
" Eghh..? Kami tak bilang kami merasa harus takut terhadap nya..! Kami cuma bilang untuk apa seorang Dewa bisa berada di dunia Iblis dan menjadi anak buab dari Iblis rendahan ? Ah, itu saja tak ada yang lebih..! " Jawab Wu Song, Wu Song dan Xiao Hong dengan serentak kepada Li Xiao Feng dengan nada mencemooh kepada lawan mereka yang berdiri tegak dengan sorotan mata tajam sekali kepada mereka begitu mereka telah tiba di dekat lampu jalan di jembatan dunia Iblis Burung Pipit Hijau Tingkat Lima Atas.
Dari tempatnya berdiri Sang Dewa Burung Beo ekor dua belas yang menatap dengan sinar mata mencorong ganas kepada Li Xiao Feng dan kawan -kawan tanpa berkedip sedetik pun.
"Wah, Tuan Chi ! Lihatlah mereka mencemooh Anda..! " Kata sosok bentuk burung kalkun tanpa bulu yang berada di dekatnya dengan nada tak suka terhadap perkataan Wu Song dan kawan -kawan tentang pimpinan nya.
" Ya..! Dan , mereka menunggu ajal di tanganku yang sudah tak sabar untuk menghukum mereka atas kekurangajaran mereka terhadapku..! " Kata Tuan Chi nama panggilan Dewa Burung Beo ekor dua belas dengan suara yang begitu mengerikan sekali.
Li Xiao Feng dan kawan -kawan telah sampai di jarak tak begitu jauh darinya dan anak buahnya yang Ia perroleh dari Kaisar Iblis Burung Pipit Hijau tingkat lima atas.
Maka, Dewa Burung Beo ekor dua belas dan Siluman Burung Kalkun tanpa bulu telah bersiap pula untuk bertarung melawan Li Xiao Feng dan kawan -kawan dengan keduanya telah keluarkan kedua sayap mereka di kedua sisi tubuh mereka.
" Waduh..Ada burung kalkun siap di rebus di air mendidih dalam panci besi di hadapan kita, Tuan Li..!" Kata Xiao Hong cekikan.
" Ya, burung kalkun yang mengira dirinya seksi bisa di pandangi oleh kita..?! Weh, memalukan sekali..! " Kata Wu Song meledek.
Li Xiao Feng tersenyum geli mendengarkan kata -kata mengejek dan menertawakan kedua lawan dari ketiga orang kawannya sampai mimik muka nya itu di nilai sangat keterlaluan sekali oleh Sang Dewa Burung Beo ekor dua belas yang tak dapat menahan diri untuk menerjangnya dengan ganas.
Wushhh....!
Kecepataan gerak Sang Dewa Burung Beo ekor dua belas cukup mengagumkan bagi Li Xiao Feng yang melihat gerakan lawannya dengan sikap luar biasa tenang sekali dan tetap berdiri tegak dan tegap di tempatnya.
Wooshh....!
__ADS_1
Kepakan sayap Sang Dewa Burung Beo ekor dua belas sudah bergerak ke arah dahi Li Xiao Feng dengan maksud hati ingin menebas dahi Li Xiao Feng.
Betzz...!
Tetapi, tebasan sayap nya telah luput dari dahi lawannya karena Sang lawan telah menghilang begitu cepat dari hadapannya sehingga Ia cepat mencari -cari lawannya itu namun nihil karena Ia tak dapat menemukan lawannya itu di sekitar nya.
" Dewa sesat yang sangat bodoh ! Lihatlah Aku ada di sini..! " Seru Li Xiao Feng yang tiba -tiba muncul di atas kepalanya dengan pedang api telah menebas nya dari atas hingga ke bawah tubuhnya dengan kobaran api yang dashyat.
Crashh..!
Brushh...!
" Aghhhhhhhh...! Panaasssss....! Sakitttttt...! " Pekik kesakitan dari Dewa Burung Beo ekor dua belas sebelum tewas dan hancur di bakar api pedang api milik Li Xiao Feng.
Blaar..!
Siluman Burung Kalkun Tanpa Bulu yang melihat kawannya telah di lenyapkan oleh Li Xiao Feng segera bersiul untuk memanggil kawan -kawan nya untuk memberikan bantuan kepadanya agar mereka bisa bersama -sama bertarung melawan Li Xiao Feng dan kawan -kawan di jembatan.
Wusshhhh.....!
Sejumlah Siluman Burung Kalkun tanpa bulu telah berdatangan dari berbagai penjuru arah di jembatan dengan formasi yang tentunya sangat membahayakan bagi keselamatan Li Xiao Feng dan kawan -kawan nya.
Wrrrr..!
__ADS_1
" Waaahhhh...Banyak juga burung kalkun yang sudah siap untuk di panggang oleh kita...! " Kata Wu Song yang mengeluarkan pedang biru yang siap untuk menghadapi musuh -musuh mereka.
Bersambung...!!