Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Gunung Alam Perbatasan...


__ADS_3

Sesudah mereka semua berkumpul di gunung Quantian. Dewa Pelukis Li Xiao Xin membuat gulungan lukisan yang menggambarkan alam Iblis bumi yang menjadi tempat tujuan Tian Xin dan Li Xiao Feng yang berikutnya.


"Kita hanya memerlukan sedikit darah burung Gulu dan burung Gufu di lembah sungai gunung Quanshan untuk kita semua bisa masuk ke dalam lukisan dunia Iblis bumi yang berada di gunung Quanshan utara. " Kata Dewa Pelacak Ren Jia Lun kepada Tian Xin dan yang lainnya di dalam gua gunung Quantian.


" Baik, kita harus segera mencari dan dapatkan darah burung Gulu dan burung Gufu di lembah sungai gunung Quanshan sekarang juga. " Kata Li Xiao Feng yang sudah menggenggam erat batu segel gunung mata Iblis di tangannya.


" Mari, saya tunjukkan arah jalan ke gunung Quanshan untuk Anda sekalian. " Kata Jenderal Ye Chin dengan sikap hormat kepada Li Xiao Feng dan yang lainnya.


" Baiklah, kita berangkat saja sekarang juga dan jangan kita tunda-tunda lagi. " Kata Tian Xin yang telah mempersiapkan dirinya dengan gagah.


Dewa Pelukis melukis sebuah perahu awan yang dapat digunakan untuk transportasi mereka ke gunung Quanshan di depan pintu masuk gua gunung Quantian.


" Mari, silakan Yang Mulia dan Tuan besar naik ke perahu awan karya saya." Kata Dewa pelukis Li Xiao Xin kepada Tian Xin dan Li Xiao Feng.


Mereka pun meluncur dengan perahu awan yang di arahkan oleh Jenderal Ye Chin ke arah timur sesuai dengan petunjuk dari Dewa Pelacak Ren Jia Lun untuk menunjukkan jalan tepat untuk menuju ke gunung Quanshan.


Perjalanan mereka memakan waktu sekitar lima sampai enam detik untuk tiba di gunung Quanshan sesuai dengan petunjuk dari Dewa Pelacak Ren Jia Lun.


" Kita hanya menanti kedatangan burung Gufu dan burung Gulu di sini." Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun kepada Tian Xin dan Li Xiao Feng yang menganggukkan kepala mereka dengan sikap tenang dan sabar.


" Seperti apakah jenis burung gulu dan burung gufu itu? " Tanya Li Zhao Min putri kedua Li Xiao Feng yang duduk di atas jerami di depan pintu gua gunung Quanshan.

__ADS_1


" Ya, sama seperti burung lain cuma berbeda burung gulu dan burung gufu itu cuma hidup di alam perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi dengan warna kedua burung itu agak berwarna abu-abu gelap. " Jawab Jenderal Ye Chin yang menjelaskan tentang burung gulu dan burung gufu kepada Li Zhao Min.


" Aku merasa lapar dan haus. " Kata Li Zhi Lan putri ketiga Li Xiao Feng yang memegangi perut karena kelaparan dan kehausan kepada Li Xiao Feng.


Li Xiao Feng menoleh kepada Dewa pelacak Ren Jia Lun untuk memberitahukan kepada Li Xiao Feng mengenai dimana ia dapat mencari dan mendapatkan makanan dan minuman untuk putrinya.


" Di hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi dan hutan itu berada di bagian selatan dari gunung Quanshan. " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun kepada Li Xiao Feng yang segera meluncur ke arah selatan gunung Quanshan.


Wush!


Li Xiao Feng menemukan hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi di selatan gunung Quanshan. Ia melihat adanya garis melintang di antara perbatasan itu yang harus di perhatikan dengan baik olehnya.


" Kunyah daun energi darah hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis sebelum anda menyeberangi selat di hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis. " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang menemani Li Xiao Feng ke arah selatan gunung Quanshan.


" Di atas tebing gunung Quanshan. " Jawab Dewa pelacak Ren Jia Lun kepada Tian Xin dengan menunjukkan ke arah tebing gunung Quanshan.


" Aku akan mengambilkan daun energi darah hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis untuk mu, Guru Li. " Kata Tian Xin nada sopan kepada Li Xiao Feng yang berdiri di pintu masuk ke hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi.


" Ya, Tian Xin. Terimakasih. " Kata Li Xiao Feng yang mengangguk pelan kepada Tian Xin.


Tian Xin melesat ke arah atas tebing gunung Quanshan dengan kecepatan yang amat tinggi sekali lalu melihat daun energi darah hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi berada di sana dan Ia segera memetik daun itu yang langsung di berikan kepada Li Xiao Feng.

__ADS_1


" Guru, ini daun energi darah hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi untuk mu. " Kata Tian Xin dengan sikap hormat kepada Li Xiao Feng menyerahkan daun energi darah hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi kepada Li Xiao Feng.


Li Xiao Feng mengunyah daun energi darah hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi lalu menembus masuk dan menyebrangi selat hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi.


Wush!


Di hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi. Li Xiao Feng menemukan buah energi darah giok yang sangat di butuhkan untuk anak-anak nya.


" Buah yang sangat bermanfaat untuk vitamin anak-anak ku. " Kata Li Xiao Feng yang cepat memetik beberapa buah energi darah giok di saku lengan pakaiannya.


Dan, sebelum Li Xiao Feng kembali kepada teman-teman nya di seberang selat hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi. Ia menemukan pohon buah energi darah manusia dan energi darah makhluk Iblis abadi yang tumbuh lebat di hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi. Maka, Li Xiao Feng cepat memetik beberapa buah tersebut untuk di simpan sebagai perbekalan perjalanan mereka ke dunia Iblis bumi.


Wush!


Li Xiao Feng kembali kepada teman-teman nya di gunung Quanshan yang sudah menunggu kepulangan dirinya dari hutan perbatasan antara alam manusia dan alam Iblis bumi.


" Min Min,silakan kamu makan buah energi darah giok untuk mengisi perutmu yang kosong." Kata Li Xiao Feng yang memberikan buah energi darah giok kepada anak-anaknya.


" Terimakasih ayah kau memang sangat hebat! " Puji anak-anaknya dengan serentak sehingga ia sangat bahagia memiliki anak-anak yang manis dan ceria.


" Suamiku, aku juga mau makan buah itu untuk vitamin ku dan calon buah hatimu yang ada di perut ku sekarang ini. " Kata Putri Shiu Chiu yang tersenyum kepada Li Xiao Feng yang terkejut dan juga bahagia sekali mendengar istrinya sedang mengandung lagi.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2