
Istana Kekaisaran Deng.
Suasana yang di dalam Istana Deng tetaplah tidak ada yang berbeda sesudah Li Xiao Feng dan Li Bing Han meninggalkan Istana itu untuk misi yang harus di laksanakan dan di selesaikan oleh Li Xiao Feng dan Li Bing Han di masa kehidupan mereka di sekarang ini.
Wu Ji melaksanakan hari -harinya di Istana Deng sebagai Ratu Negeri Deng dan juga Ibu asuh bagi Wen Qing dan Wen Chao yang di minta oleh Li Xiao Feng untuk Wu Ji dapat mengasuh anak -anak itu.
" Kakak Feng..Aku akan melaksanakan tugas yang kau berikan untuk ku sebelum kau pergi dari sini untuk misi mu dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna untuk masa depan kita semua ,"
Wu Ji memandang rembulan di setiap malam hari pada tanggal lima belas setiap bulannya.Ia tak pernah melupakan untuk memberikan darah ikan hiu pilihan di meja altar yang di taruh di taman kamar tidur Li Xiao Feng.
" Kakak Feng , apakah kiriman ku bisa kau terima di tangan mu setiap kali aku kirimkan minuman kesehatanmu ? " Tanya Wu Ji di lukisan Li Xiao Feng yang di buatnya sendiri dan di bingkai lalu di letakkan di meja altar tersebut.
Li Xiao Feng yang berada di kuil kosong kota Hijau tertawa sendiri melihat tingkah Wu Ji yang sibuk menyembahyangi dirinya di meja altar dengan ada suguhan darah ikan hiu pilihan di cangkir emas.
" Wu Ji ,aku tak bisa minum dengan cara mu itu , ku belum meninggal dunia.." Katanya terkekeh.
Chen Chen membelalakkan mata terheran -heran memandangi Li Xiao Feng yang tertawa terbahak -bahak sendirian." Tawa mu sungguh menakutkan seperti raungan monster di bawah api neraka."
Chen Chen bergidik mendengar tawa Li Xiao Feng tetapi gadis ini terpesona dengan kelembutan dan kehangatan yang terpancar dari wajah sangat dan amat tampan Li Xiao Feng yang abadi.
" Namun kau sungguh tampan luar biasa bila kau tersenyum selembut dan sehangat ini." Batin Chen Chen yang berdetak tak karuan di kala ini.
Li Xiao Feng menyadari dirinya di perhatikan oleh seseorang yang mengintai dirinya dari jarak yang tak begitu jauh dari tempatnya berada.Ia seegera membuka kedua matanya dan menjulurkan jari telunjuknya yang memanjang sekitar sepuluh atau lima belas meter sampai ia berhasil menangkap seseorang itu.
" Kyaaaa...!! Apa ini ?! " Pekik seorang anak kecil yang di taruhnya di lantai di depannya.
__ADS_1
" Kau anak siapakah ? Kenapa kau begitu mirip dengan anak -anak masa lampau ku ? " Tanyanya.
" Aku putri Siluman tanah hijau." Jawab gadis itu menggigil ketakutan di cengkeram jari telunjuk Li Xiao Feng yang bagaikan jeruji raksasa baginya.
" Putri Siluman Tanah Hijau ? Lalu siapakah Ibu dan Ayah mu? " Tanya Li Xiao Feng menatap anak itu dengan tajam.
" Ya , Raja dan Ratu Siluman Tanah Hijau lah." Kata Anak itu lugu.
" Aku tahu..Maksudku di manakah orang tua mu berada ? Untuk apa kau mengintai ku ? Janganlah kau mengintai orang tanpa izin.Itu sangatlah tak sopan." Kata Li Xiao Feng mengangkat anak itu di ujung kuku telunjuknya.
" Tidak tahu..Aku cuma di perintahkan oleh Ayah untuk memata -matai mu ,itu saja." Jawab anak itu yang suaranya sebening tanah tersiram air hujan.
" Emm..Jawab yang benar atau aku masukkan kau ke kantong uang ku ini yang sudah sebulan belum aku cuci." Kata Li Xiao Feng mengancam anak itu dengan kantong uang seukuran karung beras yang sangat besar sekali sampai anak siluman itu takut kepadanya.
" Hei..Aku bukan bertanya mengenai sekolahmu tetapi orang tua mu..Anak siluman tanah hijau...!!"
Habis sudah kesabaran Li Xiao Feng yang benar -benar memasukkan anak itu ke dalam kantong uang nya yang sangat kotor ,hitam dan bau asam air liur hewan peliharaannya yaitu si cacing ajaib.
" Kau bisakah mengubahku menjadi kupu -kupu dahulu sebelum aku menjadi pengikutmu seperti ketiga siluman itu ? " Tanya si cacing ajaib yang ternyata kepompong milik Dewi Kupu -Kupu yang tak sengaja di temukan Li Xiao Feng di saku baju Li Xiao Feng.
" Bisa ," Jawab Li Xiao Feng.
" Kalau begitu..Ayolah kau ubah aku menjadi kupu -kupu ?" Pinta si cacing ajaib meliukkan tubuh di daun bunga mawar liar yang di petik Li Xiao Feng di halaman depan kuil kosong itu.
" Ada syaratnya ? Apakah kau bisa melakukannya untuk ku ? " Ucap Li Xiao Feng menggunakan buku jari telunjuknya mengelus lembut si cacing ajaib.
__ADS_1
" Iya , aku akan penuhi syarat mu." Jawab si cacing ajaib.
" Kau harus memijat bahu ku dulu sampai aku bisa tertidur sejenak." Kata Li Xiao Feng menepuk bahu nya sendiri.
" Kau kan tak pernah bisa tidur sesudah kau jadi vampir ,Tuan Li ? " Si cacing ajaib merasa heran.
" Aku bisa pejamkan kedua mataku meskipun aku tak pernah bisa tidur ,ah ayolah aku ingin kembali merasakan dunia manusia yang memerlukan tidur untuk istirahat pikiran yang mengganggu mereka dan aku sangat merindukan tidur." Kata Li Xiao Feng nada yang begitu memelas sekali sampai Si cacing ajaib tak kuasa untuk menolak permintaan Li Xiao Feng.
" Baiklah." Jawab Si cacing ajaib yang memijati bahu Li Xiao Feng dengan bergulingan di bahu Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng membaringkan dirinya di lantai kuil dan memejamkan kedua matanya seperti orang sedang tidur pulas sekali.Ia tersenyum lembut di wajahnya membayangkan Wu Ji bersamanya.
" Eh ...Apakah ini yang di namakan rindu kepada kekasih hati ? " Pikirnya geli sendiri.
" Aku tak tahu ,Guru.." Celetuk Li Bing Han melalui pikiran. Anak itu berada di kamarnya sendiri dan sedang bersila untuk mengatur hawa Yin dan Yang di dalam raganya serta menyerap energi rembulan purnama yang sangat bermanfaat bagi kemajuan ilmu spiritualnya yang berdasarkan delapan elemen yang terkandung di dalam jiwa pedang naga siluman miliknya.
" Aku tak bertanya kepadamu ,Han.Aku sedang bertanya kepada atap langit -langit kuil kosong ini tentang sesuatu yang mengherankan diriku." Kata Li Xiao Feng mendecakkan lidahnya dengan agak kesal dengan celetukan Li Bing Han yang telah menggangggu waktu pribadinya tentang Wu Ji di pikirannya.
" Kalau kau tak mau aku tahu tentang kau sedang memikirkan Ibu Guru ku ? , Kau bisa tutup pikiran mu dari ku untuk sementara waktu mu di malam hari ini ,Guru Li." Kata Li Bing Han yang semakin membuat kesal Li Xiao Feng.
" Aku tak tahu cara untuk menutup pikiranku dari mu ,Han..Ah sudahlah aku mau konsentrasi untuk menangkap Siluman Tanah Hijau yang mungkin ada di sekitar kita untuk membunuh mu yang dulu menjadi musuh dari Kaisar Zu yang misterius itu."
Li Xiao Feng memberitahu Li Bing Han mengenai musuh yang sedang mengintai dan bermain -main dengan licik terhadap mereka berdua yang sedang di amati oleh musuh itu.
Bersambung..!!
__ADS_1