
Wusssshhhhhhh...!!!
Li Xiao Feng mencelat ke atas menghindari api warna ungu yang menyerang dirinya dari Siluman Rubah Merah yang sangat sakti itu. Pria abadi ini mengeluarkan pedang kasatmata nya yang amat sakti dengan gerakan miring.
Betzzzzz....!!
Singggggggggg...!!
Bressssssss...!!
Api ungu terbelah tertebas pedang kasatmata di tangan Li Xiao Feng sehingga api ungu itu terbagi dua yakni ke arah Siluman Rubah Merah dan ke arah jendela lantai tujuh pagoda awan biru.
" Bajingannnn...Ku habisiiiii kauuuuu...!!" Teriak Siluman Rubah Merah mengarahkan kekuatan api ungu nya yang lebih besar lagi menyerang Li Xiao Feng melalui kedua telapak tangannya terbuka lebar ke depan.
Wunggg...!!!
Brussssss...!!
Melihat bahaya yang mengancam keselamatan Gurunya itu. Li Bing Han dengan kipasnya telah bergerak amat cepat mengibaskan api ungun itu ke arah Siluman Rubah Merah itu sendiri yang kini terbakar hangus hingga menjadi debu oleh Li Bing Han.
Bresssssssss...!!
" Aghhhhhhhhhhh...!!"
Pekikan kematian yang mengerikan yang terjadi pada diri Siluman Rubah Merah.
Pria yang memegang linggis memerah ganas lihat Li Bing Han membunuh Siluman Rubah Merah di hadapannya dengan amat ganas luar biasa sekali sampai Pria itu menggerakkan linggisnya untuk menusuk punggung Li Bing Han dari belakang.
Wutt..!!
Li Xiao Feng melihat bahaya yang mengancam keselamatan muridnya itu dengan beringas bukan main telah melesat dan mencengkeram kepala pria itu hingga copot dan di buang keluar menara awan biru begitu saja.
__ADS_1
Krekkk..!!
" Guru..!!" Rasa rindu Li Bing Han terhadap Guru nya membuat rasa sayang Li Xiao Feng terhadap Li Bing Han semakin besar dan kuat.
" Han Er muridku sayang..!"
Li Xiao Feng memeluk Li Bing Han dengan penuh kasih sayang yang sangat besar bukan main.
" Guru Li bagaimana cara kita membebaskan Zhao Ling Er dari borgolnya ?" Tanya Chen Chen yang memegangi Zhao Ling Er yang meringkuk lemas dan lemah di lantai.
" Aku akan gunakan pedang naga siluman untuk membebaskan borgolnya." Jawab Li Bing Han cepat menggerakkan pedang naga siluman nya ke borgol yang mengikat Zhao Ling Er.
Lalu..
Crang ,crang !!
" Lan Lan ..!" Panggil Li Bing Han lembut terhadap Zhao Ling Er.
" Han , dia tak apa -apa cuma trauma melihat Xiao Xiao terhisap oleh Siluman Rubah Merah dan juga tewas di bakar oleh mu dengan kipas naga giok langit emas." Kata Li Xiao Feng memberitahu Li Bing Han tentang kondisi Zhao Ling Erl.
" Guru , di atas sana ada apakah ?" Tanya Le Le di dekat Li Xiao Feng menatap lantai delapan yang menjadi puncak pagoda awan biru.
" Ada lentera arwah yang bermanfaat untuk ilmu menaklukan para siluman tingkat apapun jua." Jawab Li Xiao Feng mengangkat dagunya ke arah lantai delapan yang tertutup pintu transparan dan bercahaya kemerahan dan keunguan yang sangat menyilaukan sekaligus menakutkan bagi mereka yang berjenis Siluman dan Arwah abadi.
" Siapakah di antara kita yang bisa naik ke lantai delapan dan masuk ke sana serta mengambil lentera arwah yang berada di dalam sana ?" Tanya Chen Chen menelan saliva nya dengan berat dan susah payah karena ngeri terhadap cahaya yang menyilaukan dan menakutkannya itu.
" Aku." Jawab Li Bing Han dengan nada sungguh hati.
" Jangan , Han..Di sana berbahaya.." Kata Zhao Ling Er memegangi ujung pakaian Li Bing Han.
" Ya ,Han Er..Jangan ceroboh..Biar aku yang akan naik ke lantai delapan untuk mengambil lentera arwah untuk mu di masa depan." Kata Li Xiao Feng menyentuh bahu muridnya.
__ADS_1
" Tapi ,Guru ?" Tanya Li Bing Han menatap mata Li Xiao Feng dengan cemas.
" Tidak apa -apa , Han..Mungkin ini jalan ku untuk reinkarnasi kembali menjadi manusia melalui aku mengambilkan lentera arwah untuk mu dan aku hanya ingin kau ingat amanat terakhir ku untuk mu lakukan ,yakni selesaikanlah tugas ku yang belum aku selesaikan di dunia ini dan tolong jaga Wu Ji dan adik -adik mu untuk ku serta aku ingin kamu di masa depan merawat seseorang yang akan hadir di dalam diri Wuji dari ku untuk selama hidupmu selamanya, Muridku sayang." Jawab Li Xiao Feng memeluk Li Bing Han untuk terakhir kali hidupnya sebelum Li Xiao Feng melayang masuk menerjang lantai delapan puncak pagoda awan biru.
Braakkk....!!
Blaarrrrrrrrrrrrr...!!
Sinar merah dan keunguan itu menghancurkan Li Xiao Feng hingga tak tersisa bahkan menara pun lenyap di hadapan mata Li Bing Han dan yang lain yang menangis melihat pengorbanan yang luar biasa di lakukan Li Xiao Feng untuk Li Bing Han.
" Guruuuuuuuu...!!" Jeritan hati Li Bing Han yang di cegah Chen Chen , Le Le dan Lai Zhan Er serta Zhao Ling Er untuk Li Bing Han tidak menyusul Li Xiao Feng untuk menerjang kabut berdarah yang ternyata nyawa terakhir Li Xiao Feng .
Brukkk...!!
Sebuah lentera berbentuk bunga lotus warna putih yang di lapisi garis -garis merah dan ungu telah tergeletak di tanah hutan bintik -bintik merah di bawah sepasang sepatu kulit warna hitam pekat Li Bing Han.
" Lentera Arwah ternyata jiwa abadi milyaran tahun milik Guru Li Xiao Feng ," Kata Le Le nada tercekat menahan pedih hatinya yang harus lihat kepergian Li Xiao Feng untuk selama -lamanya.
" Iya , segala sesuatu yang kita inginkan haruslah di sertai pengorbanan dan perjuangan yang amat besar ," Kata Lai Zhan Er dengan nada hambar.
" Semua karena aku sehingga Guru ku harus pergi secepat ini." Kata Li Bing Han merasa sedih luar biasa namun dia tak bisa mengeluarkan air mata karena ia bersumpah kepada Li Xiao Feng untuk dirinya tidak akan pernah menangis seumur hidup nya.
" Han , apa yang harus kita lakukan sekarang?" Le Le bertanya usai dirinya dapat mengendalikan diri yang kehilangan pria di puja nya itu dengan hati yang tegar dan tabah.
" Meneruskan misi Guru ku sampai tuntas lalu Kita akan segera kembali ke Kekaisaran Deng untuk menjaga Ibu Guru ku dan adik -adik ku di sana untuk Guru ku." Jawab Li Bing Han dengan nada tenang sekali kepada Le Le.
" Baiklah ,mulai detik ini kami semua adalah anak buah mu karena kau adalah penerus sejati dari Guru Li Xiao Feng." Kata Chen Chen sungguh hati kepada Li Bing Han.
Yeti , Le Le , Lai Zhan Er dan Zhao Ling Er sudah bersujud hormat di hadapan Li Bing Han dengan kedua tangan mereka di kepal di depan dada dan mereka menundukkan kepala dengan hormat.
" Kalian bukan anak buahku melainkan para kakak dan sahabat -sahabat terbaik ku di dunia ini.Aku Li Bing Han bersumpah akan menjadi seorang yang sejati sebagai pelindung abadi kalian selama nya."
__ADS_1
Dengan sungguh hati yang keluar dari lubuk hati yang terdalam Li Bing Han mengucapkan kata -kata itu dengan suara yang begitu mengagumkan hati Chen Chen dan yang lainnya bahkan Dewa Bumi hutan daun bintik merah pun dapat hadir di hadapannya dengan hati tersentuh hangat oleh kebaikan hatinya.
Bersambung..!!