
Namun tiba-tiba, "Dapat....!'' ada sesosok yang bersalto diatas laki-laki itu dan merebut batu telur naga dari tangan laki-laki yang seumuran dengan Qiao Li tersebut.
Sesosok manusia itu yang tak lain adalah Qiao Li yang masih dalam penyamarannya menjadi laki-laki.
Dengan segera Qiao Li memasukkan batu impian yang dia dapat itu dalam cincin bermata biru yang selalu dia pakai itu.
"Kurang ajar! siapa kau!" seru laki-laki itu dengan geram menatap Qiao Li.
"Ha... ha...! kau butuh mengenalku ya?" ucap Qiao Li yang balik bertanya.
"Sialan kau!" umpat laki-laki itu yang kemudian terus menerus menyerang Qiao Li dengan tangan kosongnya.
"Hopp hiaaat...!"
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
Pertarungan satu l,awan satu itu berlangsung sengit, dan lama-kelamaan mereka turun dari panggung.
"Hopp hiaaat...!"
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
"Bagh.... bugh.... bagh... bugh....!''
Mereka terus saling menyerang, dan pada akhirnya terpancing dengan memakai senjata mereka.
"Pedang Naga!" laki-laki itu mengeluarkan pedangnya yang memancarkan aura naganya.
"Padang Naga? A...apakah laki-laki ini kak Ju long?" tanya dalam hati Qiao li yang mengingat apa yang telah di ceritakan oleh ibunya mengenai kakaknya yang mempunyai pedang yang bernama Pedang Naga.
"Hopp hiaaaat...!"
"Weeet.... weeet.... weeet...!"
Pendekar laki-laki itu yang menyerang Qiao Li dengan menggunakan Padang naganya.
"Hupp... hupp....hupp...!" Qiao Li menghindari ayunan pedang dari pedang naga itu.
"Ayo gunakan senjata kamu! kamu seorang pendekar, pastilah juga punya senjata yang kamu banggakan!" seru laki-laki itu yang terus menyerang Qiao Li tanpa ampun.
"Pedang Azuya!"
__ADS_1
Dengan terpaksa Qiao Li mengeluarkan pedang Azuya.
"Pedang Azuya? Xin'er!" ucap pemuda itu yang menyebut nama Ibunya Qiao Li.
"Xin'er?" gumam Qiao Li yang semakin yakin kalau yang ada dihadapannya itu adalah Ju Long.
"Apa hubungan kamu dengan Xin'er, pemilik pedang Azuya!" tanya Ju long setelah menghentikan aksinya.
"Beliau ibuku dan ibu kamu, kakak Ju Long!" jawab Qiao Li yang menatap ke arah Ju long, tanpa dia sadari kalau mereka ada kemiripan.
"Ibu? tidak mungkin dia ibuku, aku mencintainya. Dia harus menjadi istriku!" seru Ju long yang dengan kemarahannya.
"Apa kamu mau jadi anak durhaka? beliau ibu kita, yang melahirkan kita!" seru Qiao Li dengan kesal melihat saudara kembarnya yang mencintai ibunya bukan cinta anak ke ibunya tapi cinta seorang pemuda pada kekasihnya.
"Dia bukan ibuku!' seru Ju long yang tidak mengakuinya karena masih berharap Xin Xin menjadi kekasihnya
Ju Long terus menyerang Qiao Li dengan pedang Naganya dan Qiao Li berusaha menangkis setiap serangan Ju long dengan pedang Azuya pemberiang ibunya.
"Hopp hiaaat...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
Dan pertempuran itu terus berlangsung hingga menjauhi arena pelelangan.
Tanpa terasa, mereka sampai di tepi gunung es. Dan mereka sudah mulai kehabisan tenaganya.
"Wuzzzz...!"
Hawa dingin dari hembusan angin di bukit es merasuk ke tulang-tulang mereka.
Mereka yang tidak ada persiapan memakai pakaian tebal, gemetaran karena tak kuasa menahan dinginnya angin dari gunung es itu.
"Wuzzz...!"
Kembali hembusan angin itu menyelimuti mereka. Tiba-tiba telapak tangan Ju long mengeluarkan api.
Perlahan-lahan api tersebut menyelimuti tubuh laki-laki yang bernama Ju long itu.
"Hah, apa yang dia lakukan? jurus apa itu?" gumam dalam hati Qiao Li yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Laki-laki dihadapannya itu.
Saat ini seluruh tubuh Ju Long diselimuti dengan api, dan apiitu tak membakarnya bahkan seperti bersahabat dengan Ju long.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Qiao Li yang terus memperhatikan api yang menyelimuti tubuh Ju Long.
"Kau ingin tahu ya, bagaimana rasanya api-api nagaku ini!" seru Ju long yang membuat Qiao Li mundur beberapa langkah untuk menghindari juluran api yang ada di tubuh Ju Long itu.
__ADS_1
"Gawat, aku pancing dia ke gunung es saja!" ucap Qiao Li yang berusaha menghindari serangan api Ju long dan terus melompat-lompat mengelak setiap api-api itu menyerangnya
"Sialan jangan menghindar terus kau!" seru laki-laki yang diselimuti api naga itu dengan geramnya.
"Coba saja kau kejar aku!" seru Qiao Li yang terus berlari, dan Ju long terus mengejarnya.
Tiba-tiba saja Ju long mengerahkan jurus api naganya dengan mengerahkan semua energynya di telapak tangannya.
"Wussss...!" Api dari tangan Ju long memanjang mengarah langsung ke arah Qiao Li.
"Boumm...!" Dan api itu menyambar lawannya.
"Aaagggrhh.....!" Qiao Li terhempas jauh dari arena pertempuran, dan dia jatuh di jurang es yang berada di lereng gunung es itu.
"Rasakan! Ju long tak mungkin bisa terkalahkan! ha .. ha... !" seru Ju Long dengan tawa kemenangannya.
"Hei kau yang ada dibawah! ingatlah namaku Ju Long! pendekar pedang naga Api, akan membasmi siapa saja yang hendak mengungguliku! ha... ha....ha..." ucap seru Ju long yang masih dengan tertawa kemenangannya.
Kemudian dia melangkahkan kakinya meninggalkan Qiao Li yang jatuh ke dasar jurang es itu.
Sementara itu yang terjadi dengan Qiao Li uang saat ini terhempas karena jurus naga api milik Ju long.
Tiba-tiba saja pedang Azuya memancarkan sinar hijau yang kemudian cahaya itu menyelimuti tubuh Qiao Li. Cahaya hijau itu melindungi Qiao Li yang seharusnya jatuh terbentur di dinding-dinding jurang, tetapi karena adanya cahaya hijau dari pedang Azuya itu yang melindungi tubuh Qiao Li dari benturan-benturan dinding jurang es itu dan akhirnya Qiao Li terjatuh tanpa luka sedikitpun, tetapi gadis itu pingsan karena hawa dingin yang merasuk ke setiap tulang-tulangya dan membuat gadis itu kekurangan banyak energy dari dalam tubuhnya.
"Boumm..!"
Tubuh Qiao Li terhempas ke dasar jurang Es itu dan gadis itu merasakan tanah yang dilapisi bongkahan es itu.
"Aaaghh...!" Seru Qiao Li yang terhempas dari serangan Naga api. dan seketika itu juga Qiao Li tak sadarkan diri di atas bongkahan es yang ada dibawahnya.
Gadis bernama Qiao Li itu, jatuh tengkurap dan perlahan-lahan serpihan es menutupinya.
Selama berhari- hari Qiao Li tak sadarkan dirinya dan serpihan es yang semakin lama menutupinya.
"Wuzzz.... wuzz.....!" angin terus berhembus dengan kencangnya, dan suaranya bak seruling yang ditiupkan oleh angin itu.
Tiba-tiba ada yang menyapu serpihan es yang menutupi tubuh Qiao Li dengan jurus hembusan anginnya. Dan tubuh Qiao Li muncul dengan masih tenggkurap.
Sesosok manusia itu kemudian membopong Qiao Li dan membawa tubuh Qiao Li ke sebuah Goa yang tak jauh dari tempat itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...